{"id":92329,"date":"2015-02-06T19:57:27","date_gmt":"2015-02-06T12:57:27","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=92329"},"modified":"2015-02-06T20:00:28","modified_gmt":"2015-02-06T13:00:28","slug":"survey-membuktikan-orang-indonesia-semakin-bahagia-di-tahun-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/02\/06\/survey-membuktikan-orang-indonesia-semakin-bahagia-di-tahun-2014\/","title":{"rendered":"Survey Membuktikan: Orang Indonesia Semakin Bahagia di Tahun 2014"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; News &amp; Insight) Pada Kamis (5\/2), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis\u00a0hasil Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) masyarakat Indonesia. Sebagai hasil, tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia pada akhir 2014 mencapai angka 68,28 \u00a0sedangkan pada akhir 2013, sebesar \u00a065,11. Dengan demikian, masyarakat Indonesia merasa lebih bahagia pada tahun 2014 dibandingkan pada tahun 2013, atau kebahagiaannya bertambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Survei ini diadakan dengan mengambil sampel sebanyak 70.631 rumah tangga yang berada di seluruh wilayah tanah air. Sebagai indeks komposit, terdaftar 10 (sepuluh) indeks komposit yang telah menjadi indikator dari tingkat kebahagiaan masyarakat, yaitu: 1. Kesehatan; 2. Pendidikan; 3. Pekerjaan; 4. Pendapatan rumah tangga; 5. Keharmonisan keluarga; 6. Ketersediaan waktu luang; 7. Hubungan sosial; 8. Kondisi rumah dan asset; 9. Keadaan lingkungan; dan 10. Kondisi keamanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa hal yang didapati dari survey yang diadakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Bahwa 64,34 persen dari responden yang adalah kepala keluarga mengalami peningkatan pada semua aspek kehidupannya di tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2013.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pendapatan rumah tangga, yaitu sebesar 5,06 poin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Peningkatan paling rendah terjadi pada aspek keharmonisan rumah tangga, yaitu sebesar 0,78 poin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Tingkat kepuasan\u00a0yang paling rendah terjadi pada aspek pendidikan (ini terjadi pada kedua tahun). Pada tahun 2014 berada pada level 58,28 sedangkan pada tahun 2013 ada pada level 55,19.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Tingkat-Kepuasan.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-92351\" alt=\"Tingkat Kepuasan\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Tingkat-Kepuasan.jpg\" width=\"739\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Tingkat-Kepuasan.jpg 739w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Tingkat-Kepuasan-300x207.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 739px) 100vw, 739px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"line-height: 1.5em;\">Peningkatan Kebahagiaan di Kota<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan\u00a0ini juga menunjukkan bahwa indeks kebahagiaan di perkotaan (69,62) relatif lebih tinggi bila dibanding dengan pedesaan (66,95). Sedangkan penduduk menikah maupun belum menikah memiliki indeks yang relatif sama yaitu sekitar 68.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dilihat dari usia, maka penduduk usia produktif (25-40) mempunyai indeks kebahagiaan tertinggi (68,76), sebaliknya yang sudah berumur 65 tahun ke atas mempunyai indeks kebahagiaan paling rendah (66,24). Selain itu juga terjadi kecenderungan bahwa makin banyak anggota keluarga, makin tinggi indeks kebahagiaan. Tetapi hal ini memang hanya\u00a0 berlaku bagi keluarga yang memiliki anggota sebanyak 4 (empat) orang. Ketika jumlah anggota keluarga mencapai 5 (lima) orang maka indeks kebahagiaa cenderung menurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dilihat dari tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka indeks kebahagiaan juga semakin tinggi, dan semakin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga juga semakin tinggi angka indeks kebahagiaannya. Sebagai contoh orang yang berpendapatan 7,8 juta\/bulan memiliki indeks kebahagiaan mencapai 76,34. Mereka yang memiliki tingkat pendapatan 1,8 juta, indeks kebahagiaan hanya mencapai angka 64,58.<\/p>\n<p><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: Antara<br \/>\nSource: setkab<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; News &amp; Insight) Pada Kamis (5\/2), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis\u00a0hasil Survey Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) masyarakat Indonesia. Sebagai hasil, tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia pada akhir 2014 mencapai angka 68,28 \u00a0sedangkan pada akhir 2013, sebesar \u00a065,11. Dengan demikian, masyarakat Indonesia merasa lebih bahagia pada tahun 2014 dibandingkan pada tahun 2013, atau kebahagiaannya bertambah. Survei ini diadakan dengan mengambil sampel sebanyak 70.631 rumah tangga yang berada di seluruh wilayah tanah air. Sebagai indeks komposit, terdaftar 10 (sepuluh) indeks [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":92373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1050],"tags":[5791],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92329"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92329"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92361,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92329\/revisions\/92361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}