{"id":9120,"date":"2013-07-13T14:30:46","date_gmt":"2013-07-13T07:30:46","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=9120"},"modified":"2013-07-13T14:30:46","modified_gmt":"2013-07-13T07:30:46","slug":"touch-the-emotional-sense-of-your-customer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/07\/13\/touch-the-emotional-sense-of-your-customer\/","title":{"rendered":"Menyentuh Sisi Emosional Dari Customer Anda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Carl W Buechner menyatakan bahwa &#8220;Customer boleh lupa dengan apa yang anda katakan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana anda memperlakukan mereka.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marketing dengan cara tradisional dan iklan untuk menjual tidak lagi dapat berjalan secara efektif.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat ini Anda harus dapat melakukan pendekatan terhadap customer Anda secara pribadi.\u00a0 Ketika Anda menyentuh &#8220;emotional sense&#8221; dari customer Anda, mereka akan merasakan lebih gembira dan lebih menaruh rasa terhadap &#8220;brand&#8221; produk Anda.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/WordOfMouth_FriendsTalking.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-13055\" alt=\"WordOfMouth_FriendsTalking\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/WordOfMouth_FriendsTalking.jpeg\" width=\"560\" height=\"374\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/WordOfMouth_FriendsTalking.jpeg 560w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/WordOfMouth_FriendsTalking-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 560px) 100vw, 560px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jika anda menghendaki perusahaan anda memiliki brand yang kuat di market, sebaiknya anda menciptakan karakter bagi perusahaan Anda sehingga &#8220;karakter khusus&#8221; yang anda miliki, dikenal khusus oleh market dan bukan hanya sebagai provider pemberi solusi tetapi sebagai teman. Pesan iklan anda harus dapat disampaikan dengan menyentuh sisi emosional customer dan market.<\/p>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengapa harus demikian?<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua strategi marketing jika dilakukan tanpa menyentuh sisi emosional tidak akan ada hasilnya.\u00a0 Tidak dapat kita sangkali bahwa sisi emosional dapat mempengaruhi pikiran ribuan kali lebih cepat daripada pikiran yang rasional.\u00a0 Sebagai contoh seorang ibu yang mempunyai anak balita, dalam kesehariannya merasakan sendiri perjuangan memberikan makan anak serba bergizi namun sang anak tetap sangat sulit makan apalagi menambah berat badan yang diperlukannya bagi pertumbuhan dan perkembangan otaknya.\u00a0 Keadaan tersebut pastilah menyusahkan hatinya dan membuatnya pusing dan bahkan ada yang putus asa rasanya dan habis akal apa yang harus diperbuatnya lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaat demikian, dia melihat \/ mendengar iklan yang menggambarkan kejadian yang mirip dia alami dan dalam iklan tersebut tetangganya atau temannya memberikan solusi bagi perbaikan pola makan dan penambahan berat badan bagi sang anak dan dia mempertontonkan keberhasilan anaknya.\u00a0 Wah&#8230;&#8230;pasti langsung masuk dalam pikiran dan hatinya dan dia langsung berangkat ke supermarket terdekat untuk membeli produk tersebut.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apa yang membuat customer langsung bertindak dan ambil keputusan untuk membeli barang tersebut?\u00a0 Iklan tersebut telah berhasil menyentuh sisi emosionalnya.\u00a0 Kita memang hidup di dunia yang serba rasional sekarang ini namun tidak ada satupun yang dapat jauh dari suatu kebenaran sehingga dapat dikatakan bahwa dunia ini dikuasai oleh emosi dan emosi tersebut menguasai tingkah laku manusia.\u00a0 Pikiran yang rasional menuntun seorang customer tiba pada suatu ketertarikan namun sisi emosilah yang membuat suatu barang terjual.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seni menjual adalah suatu tindakan mentrasfer emosi.\u00a0 Saat anda berbicara, anda membuat para pendengar dapat merasakan seberapa kuatnya anda percaya pada apa yang sedang anda jelaskan.<\/p>\n<p>\u00a0(<span>ST. Hwa<\/span>\/IC\/BL)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Carl W Buechner menyatakan bahwa &#8220;Customer boleh lupa dengan apa yang anda katakan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana anda memperlakukan mereka.&#8221; Marketing dengan cara tradisional dan iklan untuk menjual tidak lagi dapat berjalan secara efektif. Saat ini Anda harus dapat melakukan pendekatan terhadap customer Anda secara pribadi.\u00a0 Ketika Anda menyentuh &#8220;emotional sense&#8221; dari customer Anda, mereka akan merasakan lebih gembira dan lebih menaruh rasa terhadap &#8220;brand&#8221; produk Anda. Jika anda menghendaki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9120"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}