{"id":91021,"date":"2015-02-03T11:52:28","date_gmt":"2015-02-03T04:52:28","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=91021"},"modified":"2015-02-03T11:53:37","modified_gmt":"2015-02-03T04:53:37","slug":"new-vw-gti-sederhana-yang-dicinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/02\/03\/new-vw-gti-sederhana-yang-dicinta\/","title":{"rendered":"New VW GTI Sederhana yang Dicinta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify; line-height: 1.5em;\">(Business Lounge &#8211; Automotive) Bila berbicara mengenai VW Golf maka sebagian besar orang tidak akan membahas perfomanya. Seseorang yang memilih VW Golf akan lebih banyak menceritakan kisah\u00a0 yang melekat padanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti kita membeli sebuah pisau lipat Swiss Army. Mungkin alasan sebenarnya kita membeli pisau lipat ini oleh karena idenya yang unik bagaimana ada banyak barang di dalam satu alat.\u00a0Pisaunya bukan pisau besar dan tajam dan kita pun saya rasa tidak berharap untuk itu. Kita akan menggunaka pisau ini mungkin saat harus memotong tali atau keperluan &#8216;dadakan&#8217; lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/image_01.jpg\"><img decoding=\"async\" alt=\"image_01\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/image_01.jpg\" width=\"960\" height=\"558\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi seperti sang pisau lipat yang telah menyelesaikan tugasnya dan membantu kita, maka demikian juga di\u00a0VW Golf Gti mengemban tugasnya. Mobil ini dibuat dengan kesederhanaan tetapi sanggup menyelesaikan tugasnya dengan baik.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/gti_interior.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-91027\" alt=\"gti_interior\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/gti_interior.jpg\" width=\"960\" height=\"558\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/gti_interior.jpg 960w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/gti_interior-300x174.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan panjang pabrikan Volkswagen 1938 telah membuatnya memiliki pengemar yang fanatik dan mencintainya.\u00a0VW Golf GTI 2015 ini akan kembali berada di hati fans beratnya, lebih seperti kendaraan Mercedes S Class yang cebol atau mereka yang menyenangi kesenyapan Audi di dalam kabinnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk tipe 1.8 Turbocharge-nya, mobil ini hanya menghasilkan 170 tenaga kuda namun kinerjanya dirasa puas dengan torsi 200 pond\/feet, cukup bertenaga. Namun juga tersedia dengan kapasitas yang 2.0 yang memerlukan akselerasi yang lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memilikinya anda dapat merogoh kocek $ 12.700 (sekitar 160 juta rupiah) hingga $ 32.000 (sekitar 403 juta rupiah). Tetapi tentu saja tidak dapat disandingkan dengan nilai pisau lipat.<\/p>\n<p><em>Dato\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage:\u00a0Volkswagen.uk<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Automotive) Bila berbicara mengenai VW Golf maka sebagian besar orang tidak akan membahas perfomanya. Seseorang yang memilih VW Golf akan lebih banyak menceritakan kisah\u00a0 yang melekat padanya. Seperti kita membeli sebuah pisau lipat Swiss Army. Mungkin alasan sebenarnya kita membeli pisau lipat ini oleh karena idenya yang unik bagaimana ada banyak barang di dalam satu alat.\u00a0Pisaunya bukan pisau besar dan tajam dan kita pun saya rasa tidak berharap untuk itu. Kita akan menggunaka pisau ini mungkin saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":91023,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1053,1044,120],"tags":[1263],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91021"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91021"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91041,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91021\/revisions\/91041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}