{"id":9060,"date":"2012-02-13T04:56:01","date_gmt":"2012-02-12T21:56:01","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=9060"},"modified":"2014-03-08T11:04:35","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:35","slug":"the-hero-spirit-of-entrepreneurship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/02\/13\/the-hero-spirit-of-entrepreneurship\/","title":{"rendered":"The Hero Spirit of Entrepreneurship"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo menjadi pembicara utama\u00a0 pada seminar The Hero Spirit of Entrepreneurship yang diadakan di auditorium gedung BPPT, Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat, Sabtu (10\/11).\u00a0 Dalam seminar yang dihadiri ratusan peserta itu Jokowi membagikan rahasianya untuk menjadi pengusaha yang sukses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum terjun ke dunia birokrasi, Jokowi merupakan pengusaha mebel yang sukses di Solo. Untuk meraih kesuksesannya tersebut Jokowi mengatakan diperlukan satu kerja keras, keberanian\u00a0 dan hal itu tidaklah\u00a0 mudah. Diperlukan satu\u00a0 keberanian. di dalam\u00a0 mengambil\u00a0 resiko, karena\u00a0 kegagalan merupakan satu jalan\u00a0 untuk\u00a0 meraih kesuksesan. Menurutnya, \u201c untuk sebuah kesuksesan\u00a0 diperlukan satu keberanian\u00a0 untuk nyebur (mulai usaha). Kalau pas selamet dapat ikan, tapi kalau enggak selamet ketemu buaya. Tapi jangan takut, pinter-pinter kita nguliti buaya, biar kulitnya dibuat menjadi sepatu, tas, dll. Jangan cari ikan terus, harus berani ketemu buaya \u201c.\u00a0 Setelah berani mencoba berbisnis maka selanjutnya perlu untuk membangun kepercayaan dari pelanggan.\u00a0 Jokowi bercerita,\u00a0 bahwa dia\u00a0 menggunakan cara bagi-bagi produk kepada teman-temannya untuk mendapat kepercayaan dari konsumen. Berawal dari pesanan satu kontainer mebel per bulan, sekarang akhirnya\u00a0 bisa menjual 18 kontainer mebel setiap bulan.\u00a0 Dia bagikan\u00a0 ke teman-temannya. Dari situ kepercayaan muncul, sekarang jadi sebulan 18 kontainer, menurut Jokowi.\u00a0 Dalam berbisnis, tambah Jokowi,\u00a0 tidak hanya\u00a0 modal berani tetapi harus mengkalkulasi untung dan rugi. Hal ini untuk menghindari\u00a0 bisnis yang dilakukan tidak menjadi bangkrut atau gulung tikar.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu Jokowi juga berpesan agar para pengusaha tidak mencaplok pelaku usaha kecil. Ia menegaskan, pengusaha justru harus bisa menjadi mitra bagi pengusaha kecil.\u00a0 Pesannya bagi para\u00a0 entrepreneur adalah supaya para entrepreneur\u00a0 bisa memberi sinar dan cahaya bagi kanan kirinya, kepada\u00a0 perusahaan kecil.\u00a0 Pada seminar yang diadakan dalam rangka Hari Pahlawan ini, Jokowi menjadi pembicara bersama Andrie Wongso dan Harry Tanoesudibyo<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Andri Wongso sendiri dalam seminar ini menjelaskan mengenai \u201c Wisdom and spirit of entrepreneurship\u201d. Dia menjeaskan bahwa\u00a0 tujuan akhir dari setiap bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan. Prosesnya adalah melalui satu produk yang bai, diikuti dengan pelayanan yang baik untuk menghsilkan satu kepuasan dari pelanggan. Pelayanan dan kepuasan yang baik akan menghasilkan loyalitas \/ keuntungan\u00a0 Menurut Andri Wongso, tidak ada loyalitas sejati tetapi\u00a0 kitalah\u00a0 yang harus membuat mereka loyal<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap pengusaha jika mau berhasil harus dapat menciptakan produk yang selalu baik,(inovasi-inovasi baru) dan memberikan pelayanan yang baik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu Andri Wongso yang dikenal sebagai motivator di indonesia ini menyampaikan bahwa sebagai seorang wirausaha harus memiliki<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5 karakteristik entrepreneurship yang berhasil, yaitu\u00a0\u00a0 :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>1. Keberanian<\/div>\n<div>2. Hati yang besar<\/div>\n<div>3. Smart<\/div>\n<div>4. Pejuang Keras<\/div>\n<div>5. Memiliki Leadership \/ Kepemimpinan<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika seorang entrepreneurship ingin sukses maka dia harus menyadari, mengingnkan dan memperjuangkan bisnisnya dengan sepenuh hati . Melalui\u00a0 kerja benar dan\u00a0 baik maka saat ini\u00a0\u00a0 Andrie Wongso yang dahulunya hanya sekolah SD, dari keluarga miskin, maka kini dia berhasil menjadi miliader<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah kiat-kiat menjadi wirausaha yang sukses yang disampaikan oleh Jokowi dan Andri Wongso pada Seminar Hero Spirit of Entrepreneurship yang diadakan pada hari Pahlawan tanggal 10 November lalu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(<span>Debbie Kusuma<\/span>\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Gubernur baru DKI Jakarta, Joko Widodo menjadi pembicara utama\u00a0 pada seminar The Hero Spirit of Entrepreneurship yang diadakan di auditorium gedung BPPT, Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat, Sabtu (10\/11).\u00a0 Dalam seminar yang dihadiri ratusan peserta itu Jokowi membagikan rahasianya untuk menjadi pengusaha yang sukses. Sebelum terjun ke dunia birokrasi, Jokowi merupakan pengusaha mebel yang sukses di Solo. Untuk meraih kesuksesannya tersebut Jokowi mengatakan diperlukan satu kerja keras, keberanian\u00a0 dan hal itu tidaklah\u00a0 mudah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27841,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060\/revisions\/27841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}