{"id":90015,"date":"2015-01-29T05:51:16","date_gmt":"2015-01-28T22:51:16","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=90015"},"modified":"2015-01-29T10:52:58","modified_gmt":"2015-01-29T03:52:58","slug":"mimpiku-akan-istana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/01\/29\/mimpiku-akan-istana\/","title":{"rendered":"MIMPIKU PADA ISTANA"},"content":{"rendered":"<p>Aku rindu setengah mati untuk bisa masuk ke istana<br \/>\nSetiap kali aku melewati jalan di depan istana maka aku akan selalu memandang dan sangat&#8230; sangat ingin masuk ke istana<\/p>\n<p>Sesekali timbul niatku untuk meminta izin pada penjaga yang berdiri seperti patung di depan istana<br \/>\nNamun wajahnya yang dingin sudah membuat nyaliku terbang dan kemudian jatuh terhempas<br \/>\nAh&#8230;. Mimpi anak kampung mau ke istana<br \/>\nMimpi anak kampung yang mungkin sampai matinya tak kan mungkin kesampaian.<\/p>\n<p>Bayangan istana dan cerita-cerita tentang istana selalu menggodaku tidak berhenti<br \/>\nMau membuang mimpi tapi terlanjur penuh kerinduan setengah mati<br \/>\nMau menghalau bayangan tapi malah selalu mengingininya tak tertahankan<br \/>\nAh&#8230;. Mimpi anak kampung mau ke istana<\/p>\n<p>Suatu hari seperti kejatuhan bintang dengan tidak terduga penghuni baru istana mengundang ku yang anak kampung untuk boleh ke istana untuk menghantarkan pemilik baru memasuki istana<br \/>\nOh&#8230; &#8230;..<br \/>\nMau menari, mau melompat, mau berteriak, mau guling-guling di tanah tak tahu bagaimana menyatakan kegirangan ini<br \/>\nAnak kampung masuk istana ini keajaiban.<\/p>\n<p>Ayahku, nenekku pun tak kan pernah seberuntung aku<br \/>\nMereka semua telah mati dengan membawa sebuah mimpi ingin melihat istana<br \/>\ntapi tak pernah kesampaian<br \/>\nTapi aku sekarang boleh ke istana<\/p>\n<p>Siapakah gerangan penghuni baru istana yang berhati baik ini?<br \/>\nYang mengizinkan anak kampung masuk istana<br \/>\nKarena semua penghuni istana yang lalu tak pernah mengizinkan anak kampung sepertiku melihat istana<br \/>\nSiapakah penghuni istana baru ini yang membuat anak kampung dihargai luar biasa?<\/p>\n<p>Kamu membuat aku merasa sangat bahagia<br \/>\nBukan karena kamu memenuhi mimpiku saja, tapi karena kamu memang sangat baik hati<br \/>\nAku terpana&#8230;<br \/>\nSiapakah kamu yang begitu baik hati?<\/p>\n<p>Aku memasuki halaman istana dengan semua orang sekampungku<br \/>\nKakiku menginjak rumput hijau terawat rapi amboi&#8230;.ini bukan mimpi<br \/>\nAnakku melompat-lompat seperti anak kijang muda di padang rumput<br \/>\nDan penjaga yang dulu berwajah dingin sekarang ramah dan penuh senyum<br \/>\nSemua sepertinya saling kenal<br \/>\nBerkali kali ku cek mataku ini bukan mimpi<br \/>\nSekarang aku di istana karena \u00a0penghuni baru yang baik hati<br \/>\nKamu mengubah mimpiku menjadi sebuah kenyataan kebahagiaan seumur hidup<\/p>\n<p>Dan&#8230;<br \/>\nAku akan selalu ingat padamu penghuni istana yang baik hati<\/p>\n<p><em>Jackie Ang\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku rindu setengah mati untuk bisa masuk ke istana Setiap kali aku melewati jalan di depan istana maka aku akan selalu memandang dan sangat&#8230; sangat ingin masuk ke istana Sesekali timbul niatku untuk meminta izin pada penjaga yang berdiri seperti patung di depan istana Namun wajahnya yang dingin sudah membuat nyaliku terbang dan kemudian jatuh terhempas Ah&#8230;. Mimpi anak kampung mau ke istana Mimpi anak kampung yang mungkin sampai matinya tak kan mungkin kesampaian. Bayangan istana dan cerita-cerita tentang istana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":34234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1972,1044,52],"tags":[1649],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90015"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90015"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90027,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90015\/revisions\/90027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}