{"id":8955,"date":"2013-10-11T11:23:50","date_gmt":"2013-10-11T04:23:50","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=8955"},"modified":"2013-10-11T11:23:50","modified_gmt":"2013-10-11T04:23:50","slug":"the-succesfull-of-walt-disney-marketing-and-promotion-strategies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/10\/11\/the-succesfull-of-walt-disney-marketing-and-promotion-strategies\/","title":{"rendered":"The Succesfull Of Walt Disney Marketing And Promotion Strategies"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Disneyland, yang berada di Anaheim, California merupakan satu taman rekreasi\u00a0 Disney yang\u00a0 pertama\u00a0 di dunia. Disneyland\u00a0 didirikan pada tanggal 17 Juli 1955. Saat ini Disneyland menjadi salah satu tempat rekreasi yang paling banyak dikunjungi\u00a0 di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Ide untuk pembuatan Disneyland berawal dari Walt Disney dan kakaknya, Roy Disney, saat mereka\u00a0 membawa anak \u2013 anak mereka, berjalan jalan melihat karnaval atau sirkus. Mereka ingin membuat taman bermain untuk keluarga.\u00a0\u00a0 Kemudian Disney membeli 730.000 m2 kebun jeruk dan daerah penuh pohon walnut di Anaheim, California, daerah selatan Los Angeles. Pada 18 Juli 1955, hari kedua Disneyland dibuka, pengunjung sudah mengantri sejak jam 2 pagi. Disneyland didedikasikan untuk ide yang cemerlang, mimpi dan fakta nyata yang telah membangun Amerika, dengan harapan bahwa sumber kebahagiaan ini akan menjadi inspirasi untuk seluruh dunia.<\/p>\n<p><strong>Disney&#8217;s Marketing Strategies<\/strong><\/p>\n<p>The Walt Disney Company atau biasa disebut\u00a0 Disney, merupakan\u00a0 salah satu konglomerat media\u00a0 terbesar di dunia.\u00a0 Apa\u00a0 strategi pemasaran di balik kesuksesan\u00a0 mencengangkan dari\u00a0 The Walt Disney Company\u00a0 ?<\/p>\n<p>The Walt Disney Company mampu\u00a0 mengembangkan strategi marketingnya di pasar global\u00a0 untuk tetap\u00a0 mempertahankan dirinya tetap di peringkat nomor satu dalam bisnis hiburan dan media.\u00a0\u00a0 Dimana The Walt Disney Company terus melakukan\u00a0 penelitian secara\u00a0 intensif untuk mempelajari target marketnya. Disney mampu\u00a0 menangkap peluang pertumbuhan pasar\u00a0 tingkat global.<\/p>\n<p>The Walt Disney Company sanggup\u00a0 menggabungkan\u00a0 teknologi untuk membidik pasar anak-anak.\u00a0 Misalnya, Disney menawarkan diskon\u00a0 di Twitter dan game di Facebook dengan menggunakan ikon andalannya\u00a0 seperti Mickey Mouse dan Spider-Man.<\/p>\n<p>Berikut adalah<strong><em> The Best of Disney\u2019s Marketing And Promotion Strategies<\/em><\/strong> :<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0 <strong>Market Segmentation<\/strong><br \/>\nDisney membidik\u00a0 segmentasi geografis, demografis dan psikografis. Dengan kata lain, ia mentargetkan multi-segmen.\u00a0 Meski tampakmya\u00a0 seperti Disney\u00a0 metargetkan anak-anak saja,\u00a0 tetapi target pasar Disney adalah seluruh keluarga. Walt Disney pernah berkata, &#8221; Bisnis kita\u00a0 akan mati jika kita hanya\u00a0 mentargetkan\u00a0 anak-anak. Karena orang dewasa hanyalah\u00a0 kids grown up,\u00a0 Target market dari Disney adalah keluarga\u00a0 dengan pendapatan menengah ke atas yang ingin menikmati rekreasi mereka.<\/p>\n<p>&#8211;<strong> Target Market<\/strong><br \/>\nDisney sangat memahami akan target pasarnya. Perusahaan menggunakan pengetahuan yang mendalam tentang target pasar untuk menjual semua jenis produk dan jasa. Disney melayani segmen dari anak-anak, remaja sampai dengan dewasa.\u00a0 Disney sanggup menciptakan produk dan jasa yang tepat untuk target marketnya.<\/p>\n<p>&#8211; <strong>Strategi Produk<\/strong><br \/>\nStrategi produk Disney ini didasarkan pada custemor satisfaction \/ kepuasaan\u00a0 pelanggan. Baik dalam\u00a0 taman hiburan atau film, Disney mencoba untuk melayani anak-anak dan setiap orang.\u00a0 Dan Disney\u00a0 berusaha untuk terus meningkatkan produk dan pelayanannya \/ servis.\u00a0 Misalnya\u00a0 Disney terus meng update dan memodernisasikan produknya\u00a0 untuk menyenangkan pelanggan tetapnya,\u00a0 sambil menarik pelanggan yang baru.\u00a0 Disney juga terus menciptakan produk-produk baru. Sebagai contoh,\u00a0 Disney meluncurkan aplikasi buku anak-anak untuk iOS dan Android market.<\/p>\n<p>&#8211;<strong> Strategi\u00a0 Inovasi<\/strong><br \/>\nSebagai bagian dari strategi pemasaran maka\u00a0 Disney terus mengadakan\u00a0 inovasi untuk tetap\u00a0 bertahan sebagai yang pertama dalam\u00a0 persaingan dalam bisnis hiburan.\u00a0 Menurut &#8220;eMarketer,&#8221; pada tahun 2011, 86 persen pengguna internet di AS akan men-download konten video. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, maka Strategi Disney adalah membidik\u00a0 anak-anak secara langsung melalui\u00a0 cerita\u00a0 tokoh-tokoh Walt Disney dengan menggunakan beberapa teknologi.<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0<strong> Strategi\u00a0 Promosi Dan Pemasaran<\/strong><br \/>\nDisney fokus kepada strategi\u00a0 untuk\u00a0 membangun sebuah komunitas yang loyal, penggemar setia.\u00a0\u00a0 Disney\u00a0 menggunakan strategi promosi melalui media sosial.\u00a0 Menurut seorang pejabat Disney, &#8220;Sosial media memungkinkan Anda terhubung dengan pelanggan unik.\u00a0 &#8220;Disney menggunakan\u00a0 media sosial dengan nama&#8221; Living Disney.\u00a0 Di Facebook\u00a0 &#8220;Disney memiliki lebih dari 300.000\u00a0 penggemar, Dan 29.000 followers\u00a0 di Twitter dan 8,8 juta\u00a0 pemirsa di\u00a0 YouTube\u00a0 hanya dalam kurun waktu di bawah dua tahun. Selain media sosial,\u00a0 Disney membuat\u00a0 iklan di media konvensional juga seperti koran, majalah, dll.\u00a0 Jadi Disney melakukan\u00a0 promosi baik secara online maupun offline.\u00a0 Selain itu Disney menggunakan direct mail dalam melakukan\u00a0 promosi penjualannya.<\/p>\n<p>Disney memiliki channel TV\u00a0 &#8220;ABC,&#8221; &#8220;Disney Channel,&#8221; dan &#8220;ESPN&#8221;.\u00a0 Ini\u00a0 merupakan\u00a0 satu strategi perusahaan dalam\u00a0 memasarkan mereknya.\u00a0 Pendekatan yang tepat\u00a0 telah dilakukan Disney untuk\u00a0 iklan televisi,\u00a0 iklan radio,\u00a0 media cetak, iklan\u00a0 secara on line\u00a0 dan\u00a0 mobile, dalam\u00a0 mempromosikan diskon\u00a0 dan paket-paket lainnya.\u00a0 Untuk menjangkau pasar\u00a0 remaja, Disney meluncurkan &#8220;advergaming,&#8221;\u00a0 dengan\u00a0 menempatkan pesan iklan di game online dan video. Tujuannya adalah untuk meraih anak-anak secara langsung dan mendorong orang tua mereka untuk mengunjungi\u00a0 Disneyland.<\/p>\n<p>&#8211; <strong>Strategi\u00a0 Ekspansi<\/strong><br \/>\nDisney selalu berusaha untuk\u00a0 mengeksplorasi dan memperluas pasarnya.\u00a0 Misalnya,\u00a0 Disney mengembangkan taman hiburan di kota-kota besar di dunia ini\u00a0 di luar Amerika,\u00a0 seperti Hong Kong, Paris dan Tokyo.\u00a0 Strategi ekspansi Disney tidak hanya terbatas pada ekspansi pada wilayah\u00a0 baru, tetapi juga mencakup produk dan layanan baru. Misalnya, dengan akuisisi Disney Marvel Entertainment, raksasa animasi memperoleh hak dari sekitar 5.000 karakter fantasi, termasuk Spider-Man, X-Men, Iron Man dan Incredible Hulk. Akuisisi ini memperluas lisensi Disney dan bisnis merchandise.\u00a0 Disney adalah master untuk membangun sinergi antara perusahaan, seperti taman hiburan, film, merchandise, yang menghasilkan profit yang besar.<\/p>\n<p>Demikianlah Walt Disney marketing strategies\u00a0 yang telah terbukti berhasil , dimana mereka menggunakan\u00a0 kata\u00a0 \u201c Stop For Nothing\u201d,\u00a0\u00a0 untuk tidak pernah berhenti\u00a0 melakukan\u00a0 advertisement\u00a0 and publicity.\u00a0 Layaknya sebuah mesin\u00a0 yang tidak pernah berhenti untuk terus melakukan penawarannya. Disneyl media house merupakan satu rumah produksi yang terbesar di\u00a0 dunia pada saat ini dengan tetap menjaga\u00a0 pemirsanya\u00a0 di segala waktu.<\/p>\n<p>Demikianlah strategi marketing dan promosi yang dari Disneyland yang sanggup membuatnya sukses\u00a0 dan menempatkan diri nya\u00a0 pada peringkat nomor satu dalam bisnis hiburan di dunia pada saat ini.<\/p>\n<p>(Debbie Kusuma\/IC\/BL)<\/p>\n<p>Debbie Kusuma : Praktisi dan Kontributor Folder Marketing di web Businesslounge<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Disneyland, yang berada di Anaheim, California merupakan satu taman rekreasi\u00a0 Disney yang\u00a0 pertama\u00a0 di dunia. Disneyland\u00a0 didirikan pada tanggal 17 Juli 1955. Saat ini Disneyland menjadi salah satu tempat rekreasi yang paling banyak dikunjungi\u00a0 di seluruh dunia. Ide untuk pembuatan Disneyland berawal dari Walt Disney dan kakaknya, Roy Disney, saat mereka\u00a0 membawa anak \u2013 anak mereka, berjalan jalan melihat karnaval atau sirkus. Mereka ingin membuat taman bermain untuk keluarga.\u00a0\u00a0 Kemudian Disney membeli 730.000 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8955"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8955"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8955\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}