{"id":89396,"date":"2015-01-26T20:21:09","date_gmt":"2015-01-26T13:21:09","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=89396"},"modified":"2015-01-29T08:24:28","modified_gmt":"2015-01-29T01:24:28","slug":"memilih-untuk-menang-saat-overload-di-tempat-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/01\/26\/memilih-untuk-menang-saat-overload-di-tempat-kerja\/","title":{"rendered":"Memilih untuk Menang Saat Overload di Tempat Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Ada kalanya situasi pekerjaan yang menumpuk,\u00a0<em>deadline\u00a0<\/em>yang ketat, atau target yang tidak kunjung tercapai membuat kita merasa uring-uringan ketika berada di tempat kerja. Bahkan pagi hari menjadi saat-saat yang sangat tidak menyenangkan ketika harus bangun dari pembaringan untuk bersiap menuju tempat kerja. Ada beberapa hasil survei yang pernah saya baca bahwa lebih dari 40 juta orang di Eropa (1 dari 3 orang pekerja) mengalami stress di tempat kerja. Bahkan stress di tempat kerja berada pada peringkat kedua sebagai masalah\u00a0yang sering terjadi bersama dengan masalah sakit punggung. Survei lainnya mengatakan bahwa ada\u00a0<span style=\"line-height: 1.5em;\">lebih dari seperempat pekerja yang tidak masuk ke kantor dengan total hari sebanyak 10 hari kerja dalam setahun oleh karena masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh stress.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify; line-height: 1.5em;\">Memang kondisi demikian terkadang terjadi dalam kehidupan pekerjaan kita. Tetapi jangan membiarkan hal tersebut terjadi berlarut-larut, sebab hal tersebut hanya akan membawa dampak yang negatif dalam karir Anda serta kehidupan pribadi Anda. Anda harus segera menyadarinya dan mengambil keputusan untuk memenangkan situasi yang amat tidak menyenangkan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa hal yang dapat Anda kerjakan jika hal tersebut menyerang Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. \u00a0Belajarlah dari pengalaman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masa-masa sibuk tentu saja tidak hanya datang satu kali sepanjang tahun. Biasanya Anda sudah tahu kapan periode sibuk Anda. Misalnya saja setiap akhir tahun ketika hendak melakukan tutup buku, atau pada akhir Maret ketika pelaporan pajak, dan sebagainya. Belajarlah dari pengalaman, hal ini akan menolong Anda untuk melewati masa sibuk Anda berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">2. Bersikaplah komunikatif<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan berusaha menanggung beban pekerjaan Anda seorang diri. Bangunlah komunikasi yang baik dengan atasan, rekan kerja, dan anak buah Anda. Hindarilah kepercayaan diri yang berlebihan bahwa Anda dapat memecahkan permasalahan Anda seorang diri. Tetapi libatkanlah mereka yang dapat membantu Anda untuk melewati segala beban pekerjaan yang Anda miliki. Dengan bersikap komunikatif, maka Anda pun i<span style=\"line-height: 1.5em;\">kut menciptakan iklim kerja yang sehat dan menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">3. Ambil waktu untuk\u00a0<em>break<\/em> di sela-sela pekerjaan Anda<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak\u00a0di sela-sela pekerjaan Anda dan memilih untuk <em>relax<\/em> sejenak. Menarik nafas dalam-dalam, melakukan\u00a0<em>strectching, <\/em>berjalan sebentar ke arah jendela dan mengamati pepohonan atau pemandangan di luar gedung atau sejenak menyantap makanan kesukaan Anda kemudian melanjutkan kembali pekerjaan Anda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">4. Lakukan delegasi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jika Anda tidak dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan Anda, maka lakukanlah delegasi. Percayakan tanggung jawab pekerjaan yang harus Anda selesaikan kepada tim atau anak buah Anda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">5. Jaga semangat Anda dan tim\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda akan mengalami kesulitan apabila telah kehilangan semangat, baik semangat Anda maupun semangat tim. Karena itu untuk mempertahankannya lakukanlah kebersamaan baik berupa makan siang bersama, olargaga bersama, atau memberikan <em>surprise<\/em>\u00a0berupa perayaan kecil ketika ada yang berulang tahun.\u00a0Tidak ada salahnya juga mengadakan liburan bersama pada akhir pekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan menganggap enteng rasa tertekan dalam pekerjaan, melainkan carilah solusi untuk mengatasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/Managing Partner Human Capital Development\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Ada kalanya situasi pekerjaan yang menumpuk,\u00a0deadline\u00a0yang ketat, atau target yang tidak kunjung tercapai membuat kita merasa uring-uringan ketika berada di tempat kerja. Bahkan pagi hari menjadi saat-saat yang sangat tidak menyenangkan ketika harus bangun dari pembaringan untuk bersiap menuju tempat kerja. Ada beberapa hasil survei yang pernah saya baca bahwa lebih dari 40 juta orang di Eropa (1 dari 3 orang pekerja) mengalami stress di tempat kerja. Bahkan stress di tempat kerja berada pada peringkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":89397,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[5153],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89396"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89396"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89396\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89399,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89396\/revisions\/89399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/89397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}