{"id":8771,"date":"2012-03-22T07:51:18","date_gmt":"2012-03-22T00:51:18","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=8771"},"modified":"2014-03-08T11:04:34","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:34","slug":"selling-skill-vs-negotiation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/03\/22\/selling-skill-vs-negotiation\/","title":{"rendered":"Selling Skill VS Negotiation"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Berjualan sangat erat kaitannya dengan tekhnik negosiasi.\u00a0 Masing \u2013 masing pihak baik si penjual maupun si pembeli haruslah merasakan kepuasan tersendiri dalam melakukannya dan semuanya itu dapat dilalui melalui tahapan negosiasi.\u00a0 Tidak ada satu pihakpun yang mau dirugikan.\u00a0 \u201cwin win solution\u201d \u2013 itulah motto yang menggema dalam dunia perdagangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langgengnya umur produk yang kita pasarkan, tidak hanya tergantung dari beberapa factor saja seperti promosi yang gencar, program discount, kualitas produk, harga terjangkau.\u00a0 Yang tak kalah pentingnya adalah kepuasan si pelanggan dalam semua aspek yang ada sehingga si pembeli dapat mempromosikannya \/ mereferensikannya secara gratis kepada berbagai pihak yang berhubungan dengan dia.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apakah yang dapat kita lakukan untuk tetap menjadikan produk yang kita pasarkan ini tetap unggulan dipasaran?\u00a0 Berbagai tekhnik dan strategi program pemasaran dapat dijalankan namun inilah yang menjadi bekal seorang sales professional dalam merebut hati pelanggannya dengan dibekali tekhnik negosiasi sehingga menghasilkan kepuasan bagi si pelanggan:<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. Kenali bahwa pelanggan sering meminta lebih dari yang mereka harapkan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat kita menawarkan produk kita dengan paket promosi yang menarik dan sangat bagus sehingga pelanggan tertarik untuk membelinya; namun sering kali saat berjalannya proses pembelian sang pelanggan meminta extra lebih dari yang sudah ditawarkan.\u00a0 Disinilah seni negosiasi itu diterapkan; saat kita menyusun paket promosi yang kelihatannya \u201cwah\u201d tetap kita harus berikan sedikit ruang \/ spreading agar apabila terjadi kemungkinan si pembeli meminta lebih, penjualan kita tidak rugi \/ nombok,\u00a0 tetap dalam porsi menguntungkan.\u00a0 Apa yang lebih diminta pelanggan dapat kita berikan dan itu pasti berkesan dan memuaskan bagi dia dan kitapun senang karena tetap ada untungnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. Pelajari bahwa seseorang yang mempunyai banyak informasi biasanya tidak lebih baik<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Diperlukan belajar sebanyak mungkin tentang situasi \/ kondisi orang lain dan ini merupakan taktik negosiasi yang sangat penting bagi seorang sales.\u00a0 Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan yang lebih detail kepada customer anda dan pelajari apa yang penting untuk mereka serta kebutuhan mereka dan apa yang\u00a0 mereka ingini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Pertanyaan yang dapat anda kembangkan seperti:<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apa yang mendorong anda mempertimbangkan pembelian \u2026.?<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kepada siapa saja Anda telah memintakan informasi \/ pendapat perihal ini?<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari sini dapat dikembangkan keberbagai pertanyaan lebih lanjut sehingga tanpa disadari dapat menggali lebih dalam lagi apa yang menjadi kebutuhan dan kesukaannya.\u00a0 Hal ini akan membantu anda belajar kemungkinan mengenali pesaing anda juga dan membantu anda mengalahkan harga keberatan dan mencegah seseorang menggunakan pesaing anda sebagai leverage.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3. Latihlah dirimu bernegosiasi dalam setiap kesempatan yang ada<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kebanyakan orang kurang percaya diri untuk bernegosiasi\u00a0 sehingga kelihatan ragu-ragu dalam melakukannya.\u00a0 Oleh karena itu untuk membuatnya menjadi \u201cconfidence\u201d, harus sering mempraktekkannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mintalah discount dari supplier anda dan sebagai konsumen, kembangkan kebiasaan meminta harga terbagus saat anda berbelanja dan berikut adalah pertanyaan \u2013 pertanyaan yang dapat diajukan untuk melatih ketrampilan bernegosiasi:<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Yakinkan diri anda bahwa anda dapat melakukan jauh lebih baik daripada itu<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Discount seperti apa yang dapat anda berikan saat ini?<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apabila harga barang itu terlalu mahal; katakan itu dan tunggu reaksi selanjutnya dari si penjual<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apabila tidak ada tanggapan, belajar untuk mundur saja<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pelajaran yang harus dapat anda terapkan adalah bahwa seorang sales itu harus menyenangkan bagi customernya dan gigih dalam upaya mengejar targetnya namun tidak bersikap menuntut.\u00a0 Apabila anda sering melatih diri anda bernegosiasi maka akan membantu anda tampil lebih percaya diri, berhasil dan nyaman.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. Buatlah diri anda memiliki keberanian untuk pergi meninggalkannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apabila customer meminta lebih besar discount atau penurunan harga daripada bottom margin yang ada, sebaiknya anda dapat berkata \u201ctidak bisa\u201d.\u00a0 Disinilah tekhnik negosiasi yang paling menarik dan berpengaruh dalam menerapkannya apalagi saat dimana target belum tercapai dan penjualan sedang merosot tajam.\u00a0 Ingatlah bahwa inilah dunia perdagangan, selalu ada transaksi jual beli.\u00a0 Namun negosiasi adalah dapat menjadi budaya dan cara hidup seseorang; tidak ada yang sama persis.\u00a0 Penerapan strategi negosiasi seperti ini akan memperlihatkan perbedaan dan ketrampilan anda dalam bernegosiasi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5. Belajar untuk memberikan reaksi mengagetkan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sering kali pembeli menekan harga penjualan sedemikian rupa sehingga dapat merugikan penjual.\u00a0 Hal ini tidak mungkin dijalankan; oleh karena itu belajarlah memberikan reaksi \/ ekspresi yang sangat mengagetkan kepada pembeli.\u00a0 Reaksi inipun dapat membuat si customer tersentak juga bahwa penjual tidak dapat ditantang seperti itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari point \u2013 point tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa seni berdagang sangat erat kaitannya dengan seni bernegosiasi sehingga dapat dikatakan bahwa itu merupakan cara \/ gaya hidup seseorang.\u00a0 Tiada hari yang anda lewatkan tanpa bernegosiasi dan terapkanlah strategi ini dan anda akan memperlihatkan perbedaannya.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">(berbagai nara sumber)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(<span>ST. Hwa<\/span>\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Berjualan sangat erat kaitannya dengan tekhnik negosiasi.\u00a0 Masing \u2013 masing pihak baik si penjual maupun si pembeli haruslah merasakan kepuasan tersendiri dalam melakukannya dan semuanya itu dapat dilalui melalui tahapan negosiasi.\u00a0 Tidak ada satu pihakpun yang mau dirugikan.\u00a0 \u201cwin win solution\u201d \u2013 itulah motto yang menggema dalam dunia perdagangan. Langgengnya umur produk yang kita pasarkan, tidak hanya tergantung dari beberapa factor saja seperti promosi yang gencar, program discount, kualitas produk, harga terjangkau.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8771"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8771"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27803,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8771\/revisions\/27803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}