{"id":86385,"date":"2015-01-12T09:19:06","date_gmt":"2015-01-12T02:19:06","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=86385"},"modified":"2015-01-12T09:21:39","modified_gmt":"2015-01-12T02:21:39","slug":"tiga-kapal-terima-sinyal-ping-dari-kotak-hitam-qz8501","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/01\/12\/tiga-kapal-terima-sinyal-ping-dari-kotak-hitam-qz8501\/","title":{"rendered":"Tiga Kapal Terima Sinyal &#8216;Ping&#8217; dari Kotak Hitam QZ8501"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; News &amp; Insight) Pada Sabtu (10\/1) lalu, ekor AirAsia QZ8501 pun telah berhasil diangkat oleh\u00a0Kapal Crest Onyx,\u00a0namun si kotak hitam (<em>black box<\/em>) tidak ditemukan di sana. Kemudian tiga\u00a0buah kapal termasuk\u00a0KN Jadayat\u00a0mengkonfirmasi telah menerima\u00a0sinyal &#8216;ping&#8217; yang diduga kuat berasal dari kotak hitam oleh karena terdengar dari 3 sumber yang berbeda. \u00a0Para penyelam pun diterjunkan untuk menelusuri lokasi saat kapal menerima sinyal &#8220;ping&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berupaya keras, akhirnya tim penyelam TNI AL dari KN Jadayat pun menemukan kotak hitam pada kedalaman 30-32 meter dengan kondisi terhimpit serpihan pesawat. Hal ini mengakibatkan ada kendala untuk segera mengangkatnya. Perlu untuk menggeser perlahan-lahan serpihan badan pesawat. Penyelam\u00a0TNI AL pun memasang <em>marker buoy<\/em> (pelampung penanda) kecil yang sebelumnya telah disiapkan di KN. Jadayat untuk menandakan lokasi si kotak hitam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Namun Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo belum berani memastikan bahwa penemuan penyelam dari TNI AL tersebut adalah benar <em>black box\u00a0<\/em>QZ8501 yang sedang dicari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Memasuki hari pencarian ke-16 maka selain pencarian jenazah yang<\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">tetap menjadi fokus utama, <em>black box<\/em>\u00a0pun mendapatkan perhatian yang khusus dari tim gabungan evakuasi AirAsia QZ8501 ini. Hingga hari ini jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi\u00a0tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri adalah 32 jenazah dari 48 jenazah yang berhasil dievakuasi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Harapan Tony Fernandez<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akun twitternya,\u00a0CEO AirAsia Tony Fernades menuliskan &#8220;<em>We are led to believe Blackbox may ha e been found. Still not confirmed. But strong info coming. But my man thoughts is fuselage.&#8221; <\/em>Tony memang berharap untuk si kotak hitam yaZ8501 ini dapat segera terungkap.<\/p>\n<p>Selain itu ia pun sangat berharap badan pesawat yanga utama dapat ditemukan. &#8220;<em>Let&#8217;s hope today is a major breakthrough day and we can find main fuselage. Its important to us to find all<\/em>&#8221; demikian juga dituliskannya pada akun Twitternya.<\/p>\n<p><em>uthe\/Journalist\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: Antara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; News &amp; Insight) Pada Sabtu (10\/1) lalu, ekor AirAsia QZ8501 pun telah berhasil diangkat oleh\u00a0Kapal Crest Onyx,\u00a0namun si kotak hitam (black box) tidak ditemukan di sana. Kemudian tiga\u00a0buah kapal termasuk\u00a0KN Jadayat\u00a0mengkonfirmasi telah menerima\u00a0sinyal &#8216;ping&#8217; yang diduga kuat berasal dari kotak hitam oleh karena terdengar dari 3 sumber yang berbeda. \u00a0Para penyelam pun diterjunkan untuk menelusuri lokasi saat kapal menerima sinyal &#8220;ping&#8221;. Setelah berupaya keras, akhirnya tim penyelam TNI AL dari KN Jadayat pun menemukan kotak hitam pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":85697,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1050],"tags":[517,5449],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86385"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86385"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86393,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86385\/revisions\/86393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}