{"id":8359,"date":"2011-04-24T01:43:41","date_gmt":"2011-04-24T01:43:41","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=8359"},"modified":"2011-04-24T01:43:41","modified_gmt":"2011-04-24T01:43:41","slug":"iguazu-fall-greatest-waterfall","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2011\/04\/24\/iguazu-fall-greatest-waterfall\/","title":{"rendered":"Iguazu Fall, Greatest Waterfall"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Loune &#8211; Inspiration), Brazil selain termasyhur dengan kemegahan patung  Yesus Kristus  di Rio de Janeiro, juga memiliki Iguazu Fall. Adalah Conquistador \u00c1lvar N\u00fa\u00f1ez Cabeza de Vaca, seorang penjelajah Spanyol yang menemukan air terjun ini di tahun 1541. Namanya turut diabadikan sebagai nama salah satu bagian air terjun di yang terletak di kawasan Argentina.  Sedangkan di salah satu bagian air terjun lainnya dinamai Boselli, seorang penjelajah lainnya yang menyelesaikan penemuan sebelumnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil1.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil1-300x199.jpg\" alt=\"Brazil1\" width=\"300\" height=\"199\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8360\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil1-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil1.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berlokasi di Sungai Iguazu di perbatasan negara bagian Paran\u00e1 di Brazil dan provinsi Misiones di Argentina. Air terjun ini membagi sungai menjadi dua, terdiri dari bagian atas dan bawah. Selain itu merupakan gabungan dari 275 air terjun sepanjang 2,7 kilometer dari sungai Iguazu. Beberapa diantaranya jatuh dari ketinggian 82 meter, sebagian besar sekitar 64 meter.  Bagian air terjun yang paling fenomena adalah Garganta del Diablo. Berbentuk U dengan ketinggian 82 meter dan  lebar 150 meter serta panjang 700 meter.<\/p>\n<p>Iguazu Fall dapat dicapai dari dua kota utama yang masing-masing terletak dikedua sisi air terjun ini. Bisa melalui Foz Iguacu negara bagian Parana Brasil, tepatnya dari Puerto Iguaz\u00fa di provinsi Misiones Argentina serta dari Ciudad del Este (Paraguay). Air terjun ini ditetapkan oleh kedua negara sebagai Taman Nasional , yaitu Iguaz\u00fa National Park di Argentina dan Igua\u00e7u National Park di Brazil. Juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984 dan 1986.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil3.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil3-300x199.jpg\" alt=\"Brazil3\" width=\"300\" height=\"199\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8361\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil3-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil3.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Untuk mendukung keberadaan kawasan wisata Taman Nasional ini, pemerintah Brazil membangun bandara penerbangan yang letaknya hanya terpaut beberapa kilometer saja. Tersedia juga  penerbangan langsung dari Buenos Aires ke lokasi Taman Nasional.  Pembangunan Infrastruktur merupakan point utama dalam mengembangkan bisnis dunia pariwisata. Untuk menjumpai yang indah diperlukan sarana yang memadai sekaligus efektif sehingga memudahkan para turis lokal dan asing untuk mengaksesnya.<\/p>\n<p>Keuntungan lain dari pembangunan infrastruktur yang terpadu dan terintegritas pada suatu kawasan wisata adalah terciptanya value plus untuk kawasan wisata itu sendiri. Memberi point penting kenapa kawasan wisata ini harus dikunjungi. Nilai plus inilah yang akan attract para investor kelas dunia ataupun para pengembang property untuk menanamkan modalnya. Beginilah yang terjadi di Iguazu Fall.  Para penggiat bisnis perfilman sangat antusias untuk menjadikan lokasi ini sebagai setting film mereka.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil4.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/themanagerslounge.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil4-300x195.jpg\" alt=\"Brazil4\" width=\"300\" height=\"195\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8362\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil4-300x195.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Brazil4.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikut beberapa film yang turut menjadikan kedahsyatan Iguazu Fall sebagai komoditi filmnya:<\/p>\n<p>\u2022    Moonraker (1979)<br \/>\n\u2022    The Mission (1986)<br \/>\n\u2022    O Trem Caipira (1994)<br \/>\n\u2022    Tummy (1995)<br \/>\n\u2022    Happy Together (1997)<br \/>\n\u2022    Mr. Magoo (1997)<br \/>\n\u2022    Miami Vice (2006)<br \/>\n\u2022    In the Hands of the Gods (2007)<br \/>\n\u2022    Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)<br \/>\n\u2022    OSS 117: Rio ne r\u00e9pond plus (2009)<br \/>\n\u2022    Salve Geral (2009)<br \/>\n\u2022    Opera\u00e7\u00e3o X (2011)<\/p>\n<p>Semoga Indonesia dapat belajar untuk sungguh-sungguh menciptakan kawasan wisata dengan infrastruktur kelas dunia sehingga dapat dijual dengan mahal demi kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>S<em>pecial thanks to Mr.Adrianto Mulia for publish his photo<\/em><\/p>\n<p>(Tania Tobing\/VBM\/berbagai sumber)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Loune &#8211; Inspiration), Brazil selain termasyhur dengan kemegahan patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, juga memiliki Iguazu Fall. Adalah Conquistador \u00c1lvar N\u00fa\u00f1ez Cabeza de Vaca, seorang penjelajah Spanyol yang menemukan air terjun ini di tahun 1541. Namanya turut diabadikan sebagai nama salah satu bagian air terjun di yang terletak di kawasan Argentina. Sedangkan di salah satu bagian air terjun lainnya dinamai Boselli, seorang penjelajah lainnya yang menyelesaikan penemuan sebelumnya. Berlokasi di Sungai Iguazu di perbatasan negara bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8364,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8359"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}