{"id":82495,"date":"2014-12-24T06:49:21","date_gmt":"2014-12-23T23:49:21","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=82495"},"modified":"2014-12-23T21:13:00","modified_gmt":"2014-12-23T14:13:00","slug":"oppo-bangun-pabrik-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/12\/24\/oppo-bangun-pabrik-di-indonesia\/","title":{"rendered":"OPPO Bangun Pabrik Di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><!--\nP { margin-bottom: 0.08in; }A:link {  }\n--> (Business Lounge \u2013 Business Insight)-Tingkat keyakinan perusahaan teknologi asing untuk berinvestasi di Indonesia terus alami peningkatan. OPPO dikabarkan akan menanam modal sebesar $30 juta atau sekitar Rp374 miliar untuk membangun pabrik di Tangerang, Banten. Keyakinan yang kuat dari perusahaan dikarenakan jumlah pengguna ponsel pintar yang terus bertumbuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pembangunan ini bisa dibilang luar biasa sebab fasilitas produksi di Tangerang ini akan menjadi pabrik pertama OPPO di luar negara asalnya, Tiongkok. Bangunannya merupakan bekas pabrik sepatu Adidas yang dibeli perusahaan tahun lalu. Proses renovasi pabrik sendiri diperkirakan memakan waktu selama empat bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang dikutip dari The Wall Street Journal, CEO OPPO Indonesia, Jet Lee mengatakan bahwa \u201cRenovasi pabrik merupakan wujud komitmen dan keseriusan kami dalam berinvestasi di Indonesia.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain merenovasi pabrik, perusahaan juga tengah mempersiapkan beberapa bangunan pendukung dalam kawasan pabrik seluas 27.000 meter persegi tersebut, seperti gudang penyimpanan dan lini produksi. Pabrik yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2015 tersebut \u201cmemiliki kapasitas produksi 500.000 unit <em>smartphone<\/em> per bulan,\u201d ungkap Lee.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa langkah lainnya juga dilakukan yaitu melakukan upaya untuk mendukung perkembangan <em>startup<\/em> lokal. Tercatat pada bulan lalu, OPPO menggelar kompetisi rencana bisnis. Pengembang <em>startup<\/em> lokal terbaik diberi hadiah modal investasi senilai Rp300 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu apakah OPPO cukup diterima di Indonesia? Dalam sebuah survei baru-baru ini, sekitar 6% responden mengaku memakai <em>brand<\/em> asal Tiongkok tersebut. Hal ini menandakan bahwa OPPO bukan nama asing bagi pemakai <em>smartphone<\/em> di Indonesia. Meski demikian, pangsa pasar OPPO di Indonesia masih jauh tertinggal dari pesaingnya, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics Inc. Dalam survei yang sama, 49,7% responden mengaku memakai peranti Samsung untuk terhubung ke Internet. Mari kita lihat tahun 2015 nanti. Dapatkah OPPO mengejar para pesaingnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Febe\/Journalist\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Tania Tobing<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Image: Oppo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Business Insight)-Tingkat keyakinan perusahaan teknologi asing untuk berinvestasi di Indonesia terus alami peningkatan. OPPO dikabarkan akan menanam modal sebesar $30 juta atau sekitar Rp374 miliar untuk membangun pabrik di Tangerang, Banten. Keyakinan yang kuat dari perusahaan dikarenakan jumlah pengguna ponsel pintar yang terus bertumbuh. Langkah pembangunan ini bisa dibilang luar biasa sebab fasilitas produksi di Tangerang ini akan menjadi pabrik pertama OPPO di luar negara asalnya, Tiongkok. Bangunannya merupakan bekas pabrik sepatu Adidas yang dibeli perusahaan tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":82547,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5401,5391],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82495"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82495"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82555,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82495\/revisions\/82555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}