{"id":8160,"date":"2012-05-13T02:31:04","date_gmt":"2012-05-12T19:31:04","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=8160"},"modified":"2014-03-08T11:04:33","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:33","slug":"market-segmentation-by-customer-needs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/05\/13\/market-segmentation-by-customer-needs\/","title":{"rendered":"Market Segmentation By Customer Needs"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Sebuah proses penjualan dapat dikatakan berhasil apabila penjual mampu menjual dengan kuantitas yang banyak dan berulang. Berulang artinya adalah tidak putus begitu saja , karena jika pembeli hanya membeli sekali saja maka dapat dikatakan bahwa menunjukkan penjualan yang dilakukannya kurang berhasil karena pembeli hanya membeli satu kali saja dan besok nya dia tidak mau membeli lagi. Tetapi apabila pembeli ingin membeli berulang2 atau selalu memilih produk yang sama terus menerus maka penjualan baru dikatakan berhasil.\u00a0 Artinya adalah pembeli merasa terikat dengan produk tertentu , atau dapat dikatakan apabila tidak menggunakan produk ybs akan seperti kurang , seperti pepatah mengatakan bagai sayur tanpa garam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi untuk supaya berhasil dalam penjualan maka yang perlu dilakukan pertama-tama adalah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan nasabah. Kebutuhan nasabah harus menjadi penentu utama kita berjualan . Tanpa kita tahu kebutuhan nasabah maka kita tidak akan dapat menjual produk sebagus dan seindah apapun juga bahkan produk yang berlaku dipasaran . Mengapa demikian ? karena tidak ada yang dapat menarik minatnya. Sehingga apa yang mau dibeli dan ditawarkan .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka agar penjualan berhasil dan efektif maka perlu strategi untuk mengetahui kebutuhan nasabah . Adapun kebutuhan nasabah ini dapat kita ketahui dari :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hasil interview kita dengan nasabah, dari sini kita akan tahu kebutuhan dari nasabah tersebut<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hasil riset kita dipasaran yang memperlihatkan grafik pergerakan kebutuhan nasabah dan sasaran yang hendak kita capai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan kita mau menjual suatu produk maka kita dapat menjelaskan keuntungan yang didapat dengan kita membeli produk ini.<br \/>\nContoh nya ketika kita akan menjual Tapenas yang merupakan salah satu\u00a0 produk investasi dan asuransi dalam rangka penyiapan biaya pendidikan anak terencana, dengan manfaat asuransi yang diperuntukkan bagi nasabah perorangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita melihat keuntungan dari produk yang akan dijual ini antara lain adalah :<br \/>\n1). Nilai tambah untuk produk yang dapat dinikmati<br \/>\n2). Produk kompetitif untuk memenuhi kebutuhan nasabah<br \/>\n3). Kepastian dana untuk pendidikan anak sesuai rencana<br \/>\n4). Meningkatkan disiplin menabung<br \/>\n5). Mendapat manfaat asuransi<br \/>\n6). Investasi dengan suku bunga yang tinggi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi kita juga melihat bahwa\u00a0 tapenas ini masih dalam tahap rendah dalam penjualannya\u00a0 dipasaran , karena alasan-alasan sbb :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Strategi pemasaran yang masih belum jelas<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jaringan kerja yang luas belum mampu meningkatkan pangsa pasar yang ada saat ini tanpa didukung oleh suatu upaya untuk mengintegrasi seluruh kekuatan yang ada guna mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada maupun yang akan ada.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Belum adanya target pasar yang jelas, sehingga dapat berimplikasi kepada program pemasaran yang lebih spesifik.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menetapkan posisi dan target segmen nasabahnya di pasar secara lebih focus<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Target market yang ingin dituju oleh TAPENAS serta positioning produk untuk mengetahui posisi produk Tapenas terhadap beberapa pesaing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan melihat hal diatas maka sangat berguna untuk kita menentukan terlebih dahulu kebutuhan nasabah kita, juga bagaimana posisinya di pasaran baru dapat membaginya dalam segmentasi pasar sehingga penjualan akan berhasil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(<span>Lina Moses<\/span>\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Sebuah proses penjualan dapat dikatakan berhasil apabila penjual mampu menjual dengan kuantitas yang banyak dan berulang. Berulang artinya adalah tidak putus begitu saja , karena jika pembeli hanya membeli sekali saja maka dapat dikatakan bahwa menunjukkan penjualan yang dilakukannya kurang berhasil karena pembeli hanya membeli satu kali saja dan besok nya dia tidak mau membeli lagi. Tetapi apabila pembeli ingin membeli berulang2 atau selalu memilih produk yang sama terus menerus maka penjualan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8160"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27755,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8160\/revisions\/27755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}