{"id":80125,"date":"2014-12-11T17:45:14","date_gmt":"2014-12-11T10:45:14","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=80125"},"modified":"2022-01-03T23:59:07","modified_gmt":"2022-01-03T16:59:07","slug":"tjendol-doeloe-palm-sugar-goodness","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/12\/11\/tjendol-doeloe-palm-sugar-goodness\/","title":{"rendered":"Tjendol Doeloe: Palm Sugar Goodness"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Tjendol-Banner_Wide.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-80389\" alt=\"Tjendol-Banner_Wide\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Tjendol-Banner_Wide.jpg\" width=\"1200\" height=\"520\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Tjendol-Banner_Wide.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Tjendol-Banner_Wide-300x130.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Tjendol-Banner_Wide-1024x443.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Entrepreneurial News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">S<\/span>iapa tidak kenal dengan\u00a0<em>dessert\u00a0<\/em>khas Indonesia\u00a0yang terbuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi pilinan-pilinan kecil berwarna hijau? Kemudian dihidangkan dengan campuran\u00a0kuah santan kelapa nan gurih serta didominasi oleh rasa khas dari\u00a0<i>palm sugar<\/i>, atau gula merah. Es cendol!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tepat! Penganan ini sangat popular dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tidak perduli usia, strata ataupun <i>income<\/i>.\u00a0Mudah didapat, mulai dari pedagang kaki lima yang dijajakan dengan gerobak, hingga hidangan saat berbuka di hotel-hotel mewah. Namun tidak dapat dipungkiri <em>image <\/em>sebagai<em>\u00a0&#8216;<\/em>makanan rakyat&#8217; melekat kuat pada\u00a0penganan ini. Sssst&#8230;ini juga\u00a0merupakan salah satu hidangan pencuci mulut yang digemari businesslounge.co, Vibiz Media Network loh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-3.png\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-80411\" alt=\"Cendol 3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-3.png\" width=\"453\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-3.png 453w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-3-300x231.png 300w\" sizes=\"(max-width: 453px) 100vw, 453px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tjendol Doeloe<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">F<\/span>elicia dan Patricia adalah dua saudari yang berasal dari Pondok Indah yang memiliki ide untuk menjual jajanan ini namun dengan konsep yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa, cendol kan biasanya dijual di pinggir jalan ya, tapi kali ini kita menawarkan cendol <i>home industry<\/i>. Yang pastinya punya kualitas yang lebih terjaga, ditambah\u2026bisa delivery !\u201d ungkap Patricia. Unik memang, kakak-beradik kembar ini, walaupun berkuliah di tempat yang berbeda, memiliki hobi yang sama, memasak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa, dulu kita sempet hobi masak, lalu sejak SMA, kita suka jualin juga di sekolah dulu ke temen-temen, spaghetti tuna cabe ijo, nasi jamblang, macam-macam,\u201d ujar Felicia.\u00a0Duo kembar ini juga memberikan nama perusahaan yang unik pada jajanan rakyat hasil karya mereka, \u201cTjendol Doeloe\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berawal dari pengamatan mereka saat menghadiri\u00a0sebuah pesta makan-makan yang salah satu sajiannya adalah es cendol yang kemudian menjadi pilihan dari kebanyakan tamu yang hadir pada pesta tersebut. Serta merta timbullah ide duo kembar ini untuk mencoba berbisnis cendol dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14px; line-height: 1.5em;\">Sukses membuat cendol yang berbeda, dagangan mereka pun sangat diminati oleh para ibu rumah tangga demikian analisa Felicia. Mengapa ?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau seorang ibu \u00a0membeli es cendol pasti dia akan berpikir juga untuk membelikan anaknya, suaminya, sepupunya atau siapapun bahkan kalau ada acara seperti arisan. Jadi kita kasih targetnya ke ibu-ibu. Karena, kalau kita targetin untuk anak-anak muda kita mikirnya pasti mereka belinya hanya untuk konsumsi pribadi,\u201d ungkap Felicia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tjendol Doeloe juga menawarkan layanan unik berupa jasa delivery bagi para konsumen yang tiba-tiba ingin merasakan paduan santan gurih dan manisnya gula merah, entah itu di rumah ataupun di kantor. Tertarik ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-80413\" alt=\"Cendol 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-2.jpg\" width=\"758\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-2.jpg 758w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Cendol-2-300x158.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 758px) 100vw, 758px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Business Analysis<\/b> : Dalam mengubah <em>image<\/em> suatu produk, sangat dibutuhkan <i>extra effort. <\/i>Dalam kasus ini, mengubah <em>image<\/em> jajanan pinggir jalan menjadi suatu yang lebih \u201ctinggi\u201d derajatnya, bukanlah suatu hal yang mustahil mengingat di Indonesia sendiri banyak restoran yang menjajakan penganan pinggir jalan dengan harga yang premium. Namun tentu saja dengan sebuah konsep <em>points of differentiation<\/em>. Usaha seperti ini akan berhasil jika kita mampu membaca market dan mahir dalam melakukan promosi. Karena sejatinya, ini adalah usaha yang \u201cRed Ocean\u201d (Baca: Special Report : Red Ocean, Blue Ocean <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/06\/18\/36915\/\">part 1<\/a> dan <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/07\/11\/the-blue-ocean-and-red-ocean-strategy-part-2-explore-the-red-island\/\">part 2<\/a>). Satu-satunya cara untuk memenangkannya adalah dengan terus berinovasi dan membuat perbedaan dari para kompetitor lainnya, ditambah dengan kemampuan untuk <i>lay of the land<\/i>, yaitu mengerti kondisi dan <em>demand<\/em> pasar.<\/p>\n<p><em>Michael Judah\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Entrepreneurial News) iapa tidak kenal dengan\u00a0dessert\u00a0khas Indonesia\u00a0yang terbuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi pilinan-pilinan kecil berwarna hijau? Kemudian dihidangkan dengan campuran\u00a0kuah santan kelapa nan gurih serta didominasi oleh rasa khas dari\u00a0palm sugar, atau gula merah. Es cendol! Tepat! Penganan ini sangat popular dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tidak perduli usia, strata ataupun income.\u00a0Mudah didapat, mulai dari pedagang kaki lima yang dijajakan dengan gerobak, hingga hidangan saat berbuka di hotel-hotel mewah. Namun tidak dapat dipungkiri image [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":80393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044],"tags":[5097],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80125"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80125"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80417,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80125\/revisions\/80417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}