{"id":78277,"date":"2014-12-03T11:55:52","date_gmt":"2014-12-03T04:55:52","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=78277"},"modified":"2014-12-03T11:55:52","modified_gmt":"2014-12-03T04:55:52","slug":"inspirational-leader-andre-vincent-wenas-direktur-utama-pt-permata-tene","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/12\/03\/inspirational-leader-andre-vincent-wenas-direktur-utama-pt-permata-tene\/","title":{"rendered":"Inspirational Leader &#8211; Andre Vincent Wenas, Direktur Utama PT Permata Tene"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Management Tips) Andre Vincent Wenas memaparkan bagaimana keberhasilan dari berlangsungnya sebuah organisasi ada di tangan seorang pemimpin yang inspiratif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andre memulai penjelasannya dengan memaparkan bahwa seorang pemimpin akan ditentukan oleh\u00a0nilai-nilai yang dianutnya oleh karena nilai-nilai tersebut merupakan eksistensi dari seorang pemimpin. \u00a0Lalu apa yang menjadi nilai utama dari seorang pemimpin? Yaitu ketika ia mengutamakan keberhasilan organisasi terlebih dahulu dibandingkan kepentingan pribadinya.\u00a0<span style=\"line-height: 1.5em;\">Keberhasilan tersebut kemudian dapat diukur dengan melihat apakah organisasi tersebut masih dapat berjalan bukan saja pada zaman sang pemimpin tetapi juga setelah sang pemimpin pensiun atau tidak lagi menduduki jabatannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Contoh yang kurang baik dari seorang pemimpin menurut Direktur Utama PT Permata Tene ini adalah ketika seorang pemimpin merasa bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan dapat berjalan tanpa dirinya sehingga ia merasa betapa hebat dirinya. Tetapi pemimpin yang baik akan memikirkan bagaimana organisasi yang dipimpinnya dapat berjalan tanpa dirinya. Itulah ukuran seorang\u00a0<em>true leader,\u00a0<\/em>yaitu apakah\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">pada saat ia tidak lagi menjabat sebagai seorang pemimpin maka nilai-nilai yang ia tanamkan, disiplin yang ia lakukan setiap hari, serta organisasi yang dia bina dapat berjalan terus dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi-generasi yang melanjutkan kepemimpinannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pemimpin akan dapat menggali sumber inspirasi. Bagi Andre, kata inspirasi adalah sebuah kata yang bagus. Berasal dari bahasa latin &#8216;inspare&#8217; yang dalam pengertiannya mengandung unsur\u00a0<em>spirit<\/em>\u00a0atau roh. &#8220;P<span style=\"line-height: 1.5em;\">emimpin yang bisa memberikan inspirasi adalah pemimpin yang bisa meniupkna roh kehidupan dalam organisasi sehingga menjadi menjadi hidup,&#8221; demikian Andre menjelaskan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jika pemimpin tidak dapat menjadi sumber inspirasi maka organisasi pun akan menjadi mati. Ketika tidak ada pemimpin, maka matilah organisasi tersebut. Atau bila pemimpinnya sedikit saja mengalihkan perhatian kepada hal lain, maka organisasi dapat menjadi &#8216;melenceng&#8217;. Sehingga organisasi hanya dapat\u00a0<\/span>berjalan apabila diawasi. &#8220;Kondisi seperti ini sudah dapat dipastikan bahwa pemimpin tidak bisa meniupkan roh kehidupan pada organisasnya,&#8221; demikian Andre menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andre pun memberikan contoh, bahwa sering kali\u00a0kita bertemu dengan orang-orang yang <em>inspirational<\/em>, maka mereka dapat membangkitkan inspirasi. Lawan bicaranya pun menjadi berpikir, kenapa jika berbicara dengan orang-orang seperti itu dapat membangkitkan semangat, seperti ada suatu kehidupan. Tetapi sebaliknya, ada juga\u00a0mereka yang jika menjadi lawan bicara maka sepertinya selalu membicarakan hal-hal yang &#8216;negatif&#8217; terus menerus. Seperti tidak ada daya optimis, tidak ada daya kehidupan, tidak ada daya juang, sehingga siapa saja yang bicara dengannya menjadi lemas dan tidak memiliki kesan positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Tetapi seorang <em>inspirational leader<\/em> akan memberikan banyak sekali ide dan semangat, itulah pemimpin yang memberikan inspirasi, sebab inspirasi ini akan menular yaitu menularkan daya hidupnya. Andre pun berujar bahwa betapa beruntungnya sebuah organisasi yang memiliki pemimpin yang inspirational. Organisasi ini akan dapat bertahan hidup melampaui jaman si pemimpin itu sendiri. Ketika pemimpin tersebut sudah tidak menjabat lagi maka orgnisasi ini pun akan tetap berjalan terus dengan mengambil inspirasi dari disiplin, ide, tatanan nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulunya.<\/span><\/p>\n<p><em>uthe\/Journalist\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Management Tips) Andre Vincent Wenas memaparkan bagaimana keberhasilan dari berlangsungnya sebuah organisasi ada di tangan seorang pemimpin yang inspiratif. Andre memulai penjelasannya dengan memaparkan bahwa seorang pemimpin akan ditentukan oleh\u00a0nilai-nilai yang dianutnya oleh karena nilai-nilai tersebut merupakan eksistensi dari seorang pemimpin. \u00a0Lalu apa yang menjadi nilai utama dari seorang pemimpin? Yaitu ketika ia mengutamakan keberhasilan organisasi terlebih dahulu dibandingkan kepentingan pribadinya.\u00a0Keberhasilan tersebut kemudian dapat diukur dengan melihat apakah organisasi tersebut masih dapat berjalan bukan saja pada zaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":78323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,2510,52],"tags":[231,4885],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78325,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78277\/revisions\/78325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}