{"id":7697,"date":"2013-03-25T00:00:36","date_gmt":"2013-03-24T17:00:36","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=7697"},"modified":"2014-03-08T11:02:58","modified_gmt":"2014-03-08T04:02:58","slug":"apakah-itu-treasury-stock-dan-bagaimana-pencatatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/25\/apakah-itu-treasury-stock-dan-bagaimana-pencatatannya\/","title":{"rendered":"Apakah Itu Treasury Stock dan Bagaimana Pencatatannya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Finance) &#8211;\u00a0Treasury stock adalah saham perusahaan yang dibeli kembali dari peredaran untuk sementara waktu.<br \/>\nAlasan pembelian kembali saham yang beredar :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a. Untuk menaikan harga pasar saham<br \/>\nb. Akan dijual kembali pada karyawan perusahaan.<br \/>\nc. Akan dibagikan sebagai dividen.<br \/>\nd. Untuk menukar surat-surat berharga perusahaan lain dll.<\/p>\n<p>Pencatatan Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock)<\/p>\n<p>Ada dua metode pencatatan treasury stock:<\/p>\n<p>1). Metode nilai nominal<\/p>\n<p>Pembelian treasury stock dipandang sebagai penghentian peredaran sebagian saham yang beredar. Jika treasury stock dijual lagi maka penjualannya dianggap mencari pemegang saham baru.<\/p>\n<p>Treasury stock yang dibeli dicatat dengan cara:<br \/>\na. Mendebet rekening modal saham &#8230;&#8230;&#8230;.<br \/>\nb. Mendebet rekening treasury stock dan saldonya mengurangi modal yang beredar dalam neraca.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 D Modal saham atau Treasury stock sebesar nilai nominal saham yang dibeli.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Rekening agio \/ disagio saham &#8230;&#8230; yang timbul pada saat penjualan dihapus.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Selisih antara harga beli saham dengan nilai saham yang dibeli dicatat dalam rekening agio saham &#8230;&#8230;..( K) atau laba tidak dibagi (D).<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Jika tresury stock dijual kembali pencatatannya sama seperti pengeluaran saham biasa.<\/p>\n<p>2). Metode harga perolehan.<\/p>\n<p>Pembelian treasury stock dipandang sebagai tambahan terhadap elemen modal yang belum ditentukan penyelesaiannya (biasa dijual kembali \/ tidak).<br \/>\nTreasury stock yang dibeli dianggap sebagai elemen modal yang negatif dan tidak usah diidentifikasikan dengan elemen modal yang ada.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Treasury stock yang dibeli dicatat dalam rekening treasury stock sebesar harga belinya \/ biaya perolehannya.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Jika belum dijual dalam neraca treasury stock mengurangi jumlah modal.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Jika harga jual treasury stock lebih tinggi dari biaya perolehannya selisihnya dicatat dalam rekening agio saham &#8230;&#8230;&#8230;(K).<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Jika harga jual treasury stock lebih rendah dari biaya perolehannya selisihnya dicatat dalam rekening laba tidak dibagi (D).<\/p>\n<p>Treasury Stock Diterima Sebagai Sumbangan<\/p>\n<p>Bisa dimanfaatkan perusahaan untuk:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Untuk menambah modal kerja<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Sebagai hadiah untuk perusahaan<br \/>\n3.\u00a0 Menunjukan pengembalian saham karena adanya penilaian yang terlalu tinggi terhadap aktiva yang diserahkan untuk menukar saham tsb.<\/p>\n<p>Ada 3 metode untuk mencatat penerimaan sumbangan saham:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Saham yang diterima dicatat dengan memo yang berisi:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Macam saham<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Jumlah lembar<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Penyumbangnya.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Treasury stock (D) sebesar harga pasar saham pada saat penerimaan dan di K modal sumbangan. Jika treasury stock dijual selisih antara harga jual dengan harga pasar pada saat penerimaan dicatat dalam rekening modal sumbangan (D\/K).<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Treasury stock (D) sebesar nilai nominalnya , agio \/ disagio saham &#8230;..yang timbul pada saat penjualan saham dihapus dan modal sumbangan (K). Jika treasury stock dijual selisih antara harga jual dengan nilai nominalnya dicatat dalam rekening modal sumbangan (D\/K).<\/p>\n<p>Hak\u00a0 Yang Diberikan Pada Pembeli Surat Berharga Jenis Lain<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan penjualan surat berharga, perusahaan bisa memberikan hak untuk membeli surat berharga lain.<\/p>\n<p>Hak Beli Saham Yang Diberikan Pada Pegawai Perusahaan<\/p>\n<p>Perusahaan bisa memberikan hak beli saham kepada pegawainya sebagai kompensasi tambahan untuk jasa-jasa yang sudah diberikan. Hak beli saham ini diberikan dengan harga dan waktu pembelian yang telah ditentukan.<br \/>\nBiasanya hak beli untuk pegawai dibatasi agar tidak dijual kepada fihak lain.<\/p>\n<p>Pertukaran Saham<\/p>\n<p>Jika saham perusahaan adalah convertible stock maka pemegang saham dapat menukarkan saham yang dimilikinya dengan saham jenis lain.<\/p>\n<p>(LP\/IC\/vbm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Finance) &#8211;\u00a0Treasury stock adalah saham perusahaan yang dibeli kembali dari peredaran untuk sementara waktu. Alasan pembelian kembali saham yang beredar : a. Untuk menaikan harga pasar saham b. Akan dijual kembali pada karyawan perusahaan. c. Akan dibagikan sebagai dividen. d. Untuk menukar surat-surat berharga perusahaan lain dll. Pencatatan Transaksi Saham Treasury (Treasury Stock) Ada dua metode pencatatan treasury stock: 1). Metode nilai nominal Pembelian treasury stock dipandang sebagai penghentian peredaran sebagian saham yang beredar. Jika treasury [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7697"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26968,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7697\/revisions\/26968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}