{"id":76695,"date":"2014-11-25T19:10:21","date_gmt":"2014-11-25T12:10:21","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=76695"},"modified":"2014-11-26T18:28:43","modified_gmt":"2014-11-26T11:28:43","slug":"pemimpin-memiliki-passion-bukan-position","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/11\/25\/pemimpin-memiliki-passion-bukan-position\/","title":{"rendered":"Pemimpin Memiliki Passion Bukan Position"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0John Maxwell menyatakan <i>A great leader&#8217;s courage to fulfill his vision comes from passion, not position. <\/i>Pernyataan ini merupakan inspirasi bagi para pemimpin untuk senantiasa memimpin dengan ketulusan. Banyak para pemimpin dalam perjalanannya kehilangan ketulusannya dan memenuhi visi karena posisinya bukan lagi karena <i>passion<\/i> yang pernah menyala-nyala untuk memenuhi visi dalam dirinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua pemimpin besar yang pernah lahir di dunia ini mengejar visi nya karena <i>passion <\/i>dan pemimpin seperti ini justru semakin terangkat memiliki posisi yang diperlukan untuk visinya. Nama-nama pemimpin legendaris seperti Abraham Lincoln yang memiliki <i>passion<\/i> untuk menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat telah berjuang dalam seluruh hidupnya untuk visinya dan dia berhasil mencapai posisi sebagai presiden Amerika Serikat. Abraham Lincoln sesudah itu tetap hidup dalam <i>passion<\/i> yang menggebu-gebu untuk mencapai visinya bukan karena posisi dia presiden Amerika Serikat\u00a0 namun tetap karena <i>passion<\/i>nya. Mahatma Gandhi tokoh India yang menyuarakan anti kekerasan dan persaudaraan India, tetap berjuang dengan <i>passion<\/i> , sekalipun posisi juga diberikan kepada dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pemimpin ditentukan kualitasnya pada nilai yang ada didalam hatinya ini, sebab kerja keras yang sama bisa dilakukan namun alasan melakukannya\u00a0 dapat lahir dari <i>passion<\/i> dan juga karena <i>position.\u00a0<\/i>Pemimpin yang tetap memiliki <i>passion<\/i> disebut pemimpin besar karena akan melakukan segala sesuatu dengan ketulusan, tanpa upah, tanpa keinginan untuk dihargai, tanpa keinginan untuk dipuji. Pemimpin seperti ini sudah tentu akan memberikan pengaruh yang kuat kepada orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya seorang pemimpin yang tidak lagi bergerak karena <i>passion,<\/i> bergerak karena <i>position, <\/i>kehilangan ketulusan, berjalan dalam keinginan untuk dipuji, keinginan untuk dihargai, semua menjadi pamrih. Ketika pemimpin bergerak dengan <i>position, <\/i>sedikit demi sedikit akan kehilangan pengaruh dan berujung ditinggalkan pengikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak pemimpin yang sering memulai perjalanannya dengan <i>passion, <\/i>memulai perjalanan dengan ketulusan, dan tanpa keinginan untuk dihargai.\u00a0 Namun ketika penghargaan datang dan ia mulai didudukan oleh para pengikutnya pada posisi yang tinggi, maka <i>passion<\/i> pada visi yang dimiliki diterpa setiap hari dengan keinginan mempertahankan posisi. <i>Passion<\/i> tergerus sudah dengan indikator-indikator <i>position<\/i> yang membawa seorang pemimpin dari <i>passion<\/i> kepada tolok ukur keberhasilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memiliki <i>passion<\/i> yang menyala setiap hari kepada visi besar yang dimiliki seorang pemimpin adalah pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari. Pengalaman saya tentang pemimpin yang besar adalah pemimpin yang tetap bergerak dengan mencintai dan menikmati pekerjaannya, inilah yang harus ada setiap pagi pada saat para pemimpin bangun maka yang patut terpikirkan adalah visi yang dimiliki bukan tolok ukur keberhasilan sebuah <i>position<\/i>, dengan kebiasaan seperti ini maka <i>passion<\/i> akan terus menyala apapun yang dihadapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49231 alignleft\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Fadjar Ari Dewanto \/Managing Partner Vibiz Consulting Divisi Business Advisory<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0John Maxwell menyatakan A great leader&#8217;s courage to fulfill his vision comes from passion, not position. Pernyataan ini merupakan inspirasi bagi para pemimpin untuk senantiasa memimpin dengan ketulusan. Banyak para pemimpin dalam perjalanannya kehilangan ketulusannya dan memenuhi visi karena posisinya bukan lagi karena passion yang pernah menyala-nyala untuk memenuhi visi dalam dirinya. Semua pemimpin besar yang pernah lahir di dunia ini mengejar visi nya karena passion dan pemimpin seperti ini justru semakin terangkat memiliki posisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":76696,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15,1051],"tags":[5076],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76695"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76700,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76695\/revisions\/76700"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}