{"id":73144,"date":"2014-11-11T21:31:53","date_gmt":"2014-11-11T14:31:53","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=73144"},"modified":"2019-12-11T11:16:05","modified_gmt":"2019-12-11T04:16:05","slug":"mensiasati-masalah-kinerja-karyawan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/11\/11\/mensiasati-masalah-kinerja-karyawan-2\/","title":{"rendered":"Bagaimana Mensiasati Masalah Kinerja Karyawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Masalah kinerja merupakan salah satu masalah klasik yang dihadapi di bidang Sumber Daya Manusia. Bagaimana supaya karyawan mencapai kinerja yang diinginkan? Bagaimana mendorong mereka yang kinerjanya rendah untuk berhasil? Berikut ini adalah beberapa <em>guideline <\/em>yang dapat diterapkan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Gambaran jelas mengenai kinerja<br \/>\nUntuk dapat mengidentifikasi mengenai buruknya kinerja, maka Anda harus jelas mengenai setinggi apa ekspektasi kinerja yang diharapkan, kemudian terjemahkan ekspektasi tersebut ke dalam tindakan dan hasil tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Komunikasikan ekspektasi Anda<br \/>\nPastikan bahwa karyawan Anda memahami ekspektasi yang Anda sampaikan dan ia menyetujuinya. Tidaklah adil jika Anda membombardir mereka dengan evaluasi yang buruk , sementara Anda tidak menjelaskan ekspektasi yang jelas terhadap mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Jangan biarkan sebuah keahlian menjadikan karyawan bebas dari masalah<br \/>\nMisalnya seorang tenaga penjual berhasil mencatatkan angka penjualan yang tinggi, maka bukan berarti ia sudah melakukan pekerjaan dengan sempurna. Jika ia punya sikap yang menyebalkan dan arogan terhadap rekan sekerjanya, maka perlahan-lahan ia dapat mencederai budaya perusahaan Anda. Apakah hasil yang ia berikan setara dengan kekacauan yang dihasilkannya? Atau bahkan setara dengan potensi keluarnya karyawan-karyawan lain akibat ulahnya? Mungkin tidak, dan ini harus Anda pikirkan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Bicarakan masalah kinerja selagi masih <em>fresh<\/em><br \/>\nSetiap orang tentunya tidak menyukai konfrontasi, namun kadang ini memang perlu dilakukan untuk mencegah masalah menjadi berkelanjutan pada kinerja karyawan. Pembicaraan harus Anda fokuskan kepada tujuan dan ekspektasi yang harus sama-sama Anda setujui. Jika Anda menunda pembicaraan ini, maka ada kesempatan bagi karyawan untuk mengulangi kinerja mereka yang buruk, hingga buruk juga hasilnya bagi organisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 <em>Coaching dan Feedback<\/em><br \/>\nPerubahan perilaku tentunya akan jauh lebih sukses jika terdapat rangsangan secara regular. Misalnya memberikan feedback individual, baik positif maupun konstruktif kepada karyawan dalam hal kemajuan mereka dalam mencapai tujuan, tidak hanya sekali setahun saja dalam evaluasi tahunan. Pemimpin harus mengembangkan kebiasaan ini, meskipun sistem manajemen kinerja tidak melibatkan hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Hargai tiap kemajuan<br \/>\nSalah satu kunci dalam menangani masalah kinerja adalah dengan menghargai setiap kemajuan yang dicapai. Seringkali, manajer hanya menyimpan penghargaan untuk para top performer saja, ataupun hingga mereka dengan kinerja buruk mencapai standar. Padahal, sesungguhnya penting untuk menghargai tiap perubahan perilaku ke arah yang positif. Ini dapat membantu kepercayaan diri mereka untuk menuju arah yang diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Manajer yang kompeten<br \/>\nPastikan bahwa manajer yang Anda miliki benar-benar kompeten dalam menguasai masalah manajemen kinerja. Sehingga mereka dapat mengatasi masalah kinerja yang timbul.<\/p>\n<p><em>Vibiz Consulting\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Masalah kinerja merupakan salah satu masalah klasik yang dihadapi di bidang Sumber Daya Manusia. Bagaimana supaya karyawan mencapai kinerja yang diinginkan? Bagaimana mendorong mereka yang kinerjanya rendah untuk berhasil? Berikut ini adalah beberapa guideline yang dapat diterapkan: \u2022 Gambaran jelas mengenai kinerja Untuk dapat mengidentifikasi mengenai buruknya kinerja, maka Anda harus jelas mengenai setinggi apa ekspektasi kinerja yang diharapkan, kemudian terjemahkan ekspektasi tersebut ke dalam tindakan dan hasil tertentu. \u2022 Komunikasikan ekspektasi Anda Pastikan bahwa karyawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":135933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73144"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73144"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73151,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73144\/revisions\/73151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}