{"id":7132,"date":"2013-03-20T00:00:12","date_gmt":"2013-03-20T00:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=7132"},"modified":"2013-03-20T00:00:12","modified_gmt":"2013-03-20T00:00:12","slug":"penyelesaian-klaim-dalam-asuransi-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/20\/penyelesaian-klaim-dalam-asuransi-jiwa\/","title":{"rendered":"Penyelesaian Klaim Dalam Asuransi Jiwa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Finance) &#8211;\u00a0Asuransi Jiwa sangat terkait dengan hal-hal sebagai berikut, yaitu &#8211; PREMI &#8211; UNDERWRITING &#8211; PEMASARAN &#8211; KLAIM<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa ungkapan yang sering kita dengar<br \/>\n\u201dSafe but not marketable\u201d<br \/>\n\u201cUnsafe but easy to market\u201d<br \/>\n\u201dPerusahaan Asuransi rajin menagih premi, tetapi sulit untuk membayar klaim\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Klaim itu :<br \/>\nKlaim adalah tuntutan tagihan serta Hak, atau sering juga kita dengar Klaim adalah menuntut atau meminta untuk pembayaran atau kompensasi<br \/>\nBeberapa hal yang dapat dipengaruhi oleh Klaim :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 keuntungan Perusahaan<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 kepercayaan masyarakat<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Biaya Asuransi<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 Tersedianya Produk Asuransi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa kewajiban bagian Klaim :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Membayar Klaim yang VALID secara cepat dan tepat kepada yang berhak menerima<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemalsuan serta klaim yang tidak benar<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Selaku memberi informasi kepada \u201cPenerima Manfaat\u201d mengenai perkembangan penyelesain klaim yang sedang di proses<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 menetapkan syarat yang perlu dilengkapi tanpa melakukan penundaan yang tidak perlu<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0 Mudah dihubungi serta responsive terhadap \u201dPenerima Manfaat\u201d<br \/>\n6.\u00a0\u00a0\u00a0 Bersikap adil, jujur, objective dan bijaksana<br \/>\n7.\u00a0\u00a0\u00a0 Menyampaikan serta mengkomunikasikan keputusan klaim secara jelas, menyakinkan dan dapat diterima oleh \u201dPenerima Manfaat\u201d dengan cara yang sopan<br \/>\n8.\u00a0\u00a0\u00a0 Selalu mengikuti perkembangan ilmu, serta meningkatkan kemampuan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal yang dapat Memperlambat Penyelesaian Klaim :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Meminta penyerahan dokumen tertentu, kemudian diikuti dengan meminta dokumen yang lain yang pada dasarnya hampir sama<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Menunda pembayaran klaim \u2013 Reasuransi<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Prosedur yang kurang lazim<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PREMI &#8211; PENANGGUNG &#8211; TERTANGGUNG &#8211; KLAIM<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dokumen Penyelesaian Klaim<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Pengajuan klaim oleh ahli waris dengan surat resmi dan mengisi formulir klaim perusahaan<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Surat keterangan sebab kematian dari Dokter<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Surat kematian dari Lurah<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 Surat Polisi, bila akibat kecelakaan, penganiayaan<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0 Polis Asli<br \/>\n6.\u00a0\u00a0\u00a0 Kwitansi Pembayaran Premi yang terakhir<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prosedur Penyelesaian Klaim<br \/>\nDidalam penyelesain klaim ada 2 prosedur yang harus kita ketahui :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Prosedur Rutin<br \/>\nAdalah Proses yang harus dilakukan dalam rangka penyelesaian klaim.<br \/>\na.\u00a0\u00a0\u00a0 Meneliti Status Polis<br \/>\nb.\u00a0\u00a0\u00a0 Indentifikasi tertanggung, Misal : Umur tertanggung<br \/>\nc.\u00a0\u00a0\u00a0 Investigasi dokumen maupun riwayat kesehatan tertanggung<br \/>\nd.\u00a0\u00a0\u00a0 Kronologis penyakit sampai meninggal yang dibuat oleh keluarga dekat<br \/>\ne.\u00a0\u00a0\u00a0 Meneliti kebenaran penerima manfaat<br \/>\nf.\u00a0\u00a0\u00a0 Cara pembayaran yang dipilih<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 Prosedur Khusus<br \/>\nPerbedaaan dalam komposisi polis perlu beberapa langkah tambahan.<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Adanya asuransi tambahan Rider, Misalnya Rider Kecelakaan maka harus ada luka yang menyebabkan meninggal<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Meninggal dalam \u201dCONTESTABLE PERIOD\u201d<br \/>\nArtinya adalah Contestable Period (Masa Percobaan) &#8211; Periode (dua tahun) dimana Penanggung berhak mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran informasi\/data yang diberikan Tertanggung atau Pemegang Polis dalam surat aplikasi untuk menentukan keputusan selanjutnya atas kontrak polis tersebut.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Tertanggung HILANG<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0 Meninggal diduga akibat perbuatan \u201dpenerima manfaat\u201d<br \/>\nMisalnya : Si Pemegang Polis dengan sengaja membunuh si penerima manfaat\/beneficiary untuk memperoleh uang pertanggungan, maka hal ini akan diivestigasikan khusus oleh bagian klaim department dan apabila hal ini diketahui benar maka klaim tidak akan dibayarkan<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0 Meninggal bersamaan dengan \u201dPenerima Manfaat\u201d<br \/>\nMisal : Penerima Manfaat meninggal lebih dulu maka :<br \/>\nYang berhak menerima manfaat adalah<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Penerima Manfaat Kedua\/Beneficiary Kedua<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Pemegang Polis<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Ahli Waris Pemegang Polis<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor yang perlu diperhatikan dalam penyelidikan klaim<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Siapa yang memutuskan untuk diadakan penyeledikan klaim<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Siapa yang melakukan penyelidikan klaim<br \/>\n&#8211; Staf Bagian Klaim<br \/>\n&#8211; Investigator Perusahaan<br \/>\n&#8211; Investigator di Luar Perusahaan : adjuster, pengacara<br \/>\n&#8211; Kepolisian atas permintaan perusahaan<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Sarana yang tersedia; dimulai dengan mewancarai agen penutup<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Dianggap banyak mengetahu mengenai tertanggung<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimana proses penutupannya<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Pemeriksaan dokter, laboratorium rekanan<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Apakah diantar oleh agen<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Kapan dimulai, secepat mungkin, untuk menghindari usaha menghilangkan bukti<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Dimana penyelidikan klaim dimulai<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimana informasi tersebut dikelola; terdiri dari :<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Infomasi<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Ada bukti tertulis<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimana Informasi disajikan :<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Secara kronologis<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Dibandingkan dengan data pada SPAJ (Surat permintaan asuransi jiwa)<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimana informasi tsb digunakan<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Data sejalan, tak ada pertentangan<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Bukti material\/immaterial<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Dasar pengambilan keputusan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab Kematian<br \/>\nPenyebab kematian dari si tertanggung yang perlu di perhatikan :<br \/>\na.\u00a0\u00a0\u00a0 Terjadi di Luar Negeri\/Luar daerah jakarta di Indonesia<br \/>\nb.\u00a0\u00a0\u00a0 Penyebab kematian yang \u201dtidak biasa\u201d<br \/>\nc.\u00a0\u00a0\u00a0 Bunuh Diri = suicide<br \/>\nd.\u00a0\u00a0\u00a0 Pembunuhan dan Penganiayaan<br \/>\ne.\u00a0\u00a0\u00a0 AIDS<br \/>\nf.\u00a0\u00a0\u00a0 Narkoba<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulan Penelitian Klaim<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0 Klaim, akan dibayarkan apabila memenuhi semua persyaratan<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0 Dibayar \u201dEx Gratia\u201d<br \/>\nEx.Gratia adalah Pembayaran Klaim yang dilakukan perusahaan yang sebenarnya secara tehnis\/legal tidak dapat dibayarkan, merupakan sebagai suatu kebijaksanaan perusahaan.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Ditolak :<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Keseluruhan, karena :<br \/>\na.\u00a0\u00a0\u00a0 Polis tidak Inforce\/aktif<br \/>\nb.\u00a0\u00a0\u00a0 Bunuh diri<br \/>\nDimana tertanggung bunuh diri selama periode pengecualian<br \/>\nc.\u00a0\u00a0\u00a0 Contestable Period<br \/>\nBerarti dapat disanggah, diciptakan untuk melindungi penerima manfaat setelah tertanggung meninggal dunia, dimana tertanggung tidak dapat lagi ditanya mengenai non-disclosure atau mis representasi. Masa Contestable bervariasi untuk setiap perusahaan, umumnya dua tahun<br \/>\nSetelah masa tersebut polis tak dapat dibatalkan dengan adanya alasan non disclosure\/misrepresentasi<br \/>\n&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Sebagian, karena :<br \/>\na.\u00a0\u00a0\u00a0 Adanya material fact yang misrepresentation<br \/>\nb.\u00a0\u00a0\u00a0 Koreksi usia tertanggung<br \/>\nc.\u00a0\u00a0\u00a0 Sudah utang sebelumnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(SL\/IC\/vbm)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Finance) &#8211;\u00a0Asuransi Jiwa sangat terkait dengan hal-hal sebagai berikut, yaitu &#8211; PREMI &#8211; UNDERWRITING &#8211; PEMASARAN &#8211; KLAIM Ada beberapa ungkapan yang sering kita dengar \u201dSafe but not marketable\u201d \u201cUnsafe but easy to market\u201d \u201dPerusahaan Asuransi rajin menagih premi, tetapi sulit untuk membayar klaim\u201d Apakah Klaim itu : Klaim adalah tuntutan tagihan serta Hak, atau sering juga kita dengar Klaim adalah menuntut atau meminta untuk pembayaran atau kompensasi Beberapa hal yang dapat dipengaruhi oleh Klaim : [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7132"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7132\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}