{"id":68829,"date":"2014-10-24T16:33:18","date_gmt":"2014-10-24T09:33:18","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=68829"},"modified":"2014-10-24T16:43:07","modified_gmt":"2014-10-24T09:43:07","slug":"jutaan-mobil-direcall-amerika-serikat-tuntut-pembuat-airbag-asal-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/10\/24\/jutaan-mobil-direcall-amerika-serikat-tuntut-pembuat-airbag-asal-jepang\/","title":{"rendered":"Jutaan Mobil Direcall, Amerika Serikat Tuntut Pembuat Airbag Asal Jepang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0 Pemerintah AS melalui pengadilan federal New York menuntut perusahaan spare part mobil asal Jepang yaitu Takata pasca penarikan jutaan mobil karena kerusakan pada <em>air bag<\/em> (kantung udara)\u00a0 buatannya.\u00a0 Jaksa federal negeri tersebut meminta perusahaan tersebut bertanggung jawab akan produk air bag yang telah memakan korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karenanya pejabat pengadilan AS sedang menyelidiki perusahaan asal Jepang yang berdiri sejak tahun 2004 tersebut yang menyebabkan dipulangkannya jutaan kendaraan dari berbagai merek yang menggunakan <em>air bag<\/em> produk perusahaan Takata ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari laporan regulator keamanan berkendaraan jalan raya, the National Highway Traffic Safety Administration, menunjukkan ada sekitar 7,8 juta kendaraan yang di <em>recall<\/em> oleh beberapa perusahan otomotif dalam dan luar negeri karena produk air bag yang cacat produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut New York Times(NYT), setidaknya 139 cedera akibat tidak berfungsinya\u00a0 air bag buatan Takata di berbagai merek kendaraan. Dan didalamnya termasuk 37 kejadian yang dilaporkan meledaknya air bag tersebut. Bahkan infromasi tambahan media NYT terdapat korban 3 orang tewas akibat ledakan airbag yang ada pada kendaraan merek Honda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penarikan kembali 7,8 juta kendaraan yang ditemukan cacat pada airbagnya sudah dilakukan selama 18 bulan terakhir. Namun cacat produksi <em>air bag<\/em> buatan Takata ini juga telah mengakibatkan penarikan kembali sekitar 10 juta kendaraan dari seluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa yang terjadi oleh cacatnya produk <em>airbag<\/em> buatan Jepang ini saat terjadi kecelakaan air bag tidak berfungsi dan juga meledaknya tiba-tiba airbag tersebut berpotensi mengirimkan pecahan peluru ke penumpang mobil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan pengadilan federal ini mendapat dukungan juga oleh Kongres AS setelah komite Energi dan Perdagangan parlemen negeri ini mengangkat permasalahan air bag buatan Takata dalam forum pekan ini hari Rabu (22\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penyelidikannya, NHTSA \u200b\u200bmenduga bahwa kantong udara memiliki risiko lebih tinggi pecah di mobil yang dioperasikan di daerah dengan kelembaban yang\u00a0 tinggi. Dari 7,8 juta kendaraan tersebut pabrikan mobil yang ikut dirugikan antara lain: Honda, BMW, Chrysler, Ford, General Motors, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru, Toyota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Joel\/Journalist\/VM\/VBN<\/em><br \/>\n<em>Editor: Jul Allens<\/em><br \/>\n<em>image: wikimedia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0 Pemerintah AS melalui pengadilan federal New York menuntut perusahaan spare part mobil asal Jepang yaitu Takata pasca penarikan jutaan mobil karena kerusakan pada air bag (kantung udara)\u00a0 buatannya.\u00a0 Jaksa federal negeri tersebut meminta perusahaan tersebut bertanggung jawab akan produk air bag yang telah memakan korban. Karenanya pejabat pengadilan AS sedang menyelidiki perusahaan asal Jepang yang berdiri sejak tahun 2004 tersebut yang menyebabkan dipulangkannya jutaan kendaraan dari berbagai merek yang menggunakan air bag produk perusahaan Takata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":68831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1053,1044,120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68829"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68829"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68847,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68829\/revisions\/68847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}