{"id":6727,"date":"2012-10-02T01:24:13","date_gmt":"2012-10-01T18:24:13","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=6727"},"modified":"2014-03-08T11:04:13","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:13","slug":"5-langkah-sederhana-dalam-selling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/10\/02\/5-langkah-sederhana-dalam-selling\/","title":{"rendered":"5 Langkah Sederhana dalam Selling"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Sebagai seorang sales\/marketing, tentunya kita harus punya cara-cara jitu untuk dapat menarik simpati dan perhatian pelanggan sehingga mereka tertarik dengan produk atau barang yang kita jual. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan, suatu 5 langkah sederhana tetapi cukup membantu dan masih up to date hingga saat ini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5 Langkah tersebut adalah :<\/strong><br \/>\n1. Persiapan\/perencanaan<br \/>\n2. Perkenalan\/pembukaan<br \/>\n3. Pertanyaan &amp; Identifikasi<br \/>\n4. Penjelasan &amp; negosiasi<br \/>\n5. Penutup &amp; follow up<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>1. Persiapan\/perencanaan<\/b><br \/>\nHal-hal yg perlu di siapkan sebelum melakukan penjualan seperti :<br \/>\n\u2022 tingkatkan kemampuan produk dan service dengan baik, khususnya keuntungan-keuntungan yang bisa di dapat apabila calon nasabah membeli produk yang kita tawarkan<br \/>\n\u2022 pelajari juga kompetitor lain dan hal-hal apa yang dapat kita tawarkan supaya bisa bersaing dan pelanggan memilih produk kita<br \/>\n\u2022 siapkan kata-kata pembukaan dan pelajari materi presentasi yang akan dibawakan<br \/>\n\u2022 persiapkan bahan-bahan yang akan di presentasikan dengan format yang simple, mudah dipahami tetapi juga menarik perhatian<br \/>\n\u2022 siapkan checklist yang berisi pertanyaan-pertanyaan supaya apabila ada pertanyaan dari pelanggan maka kita sudah mendapatkan jawaban yang pasti atau tepat<br \/>\n\u2022 pikirkan baik-baik apa yang akan kita capai\/dapatkan dari pertemuan dengan calon nasabah tersebut<br \/>\n<b>2. Perkenalan\/pembukaan <\/b><br \/>\n\u2022 Tersenyum, bersikap profesioanl, dan harus bisa tampil percaya diri supaya dapat meyakinkan pelanggan<br \/>\n\u2022 Perkenalkan diri dengan menyebut nama lengkap, jabatan saat ini dan pekerjaan yang anda lakukan<br \/>\n\u2022 Jelaskan tujuan dari kedatangan kita dan pastikan kita datang untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pelanggan<br \/>\n\u2022 Tanyakan berapa waktu yang di berikan untuk anda menerangkan dan kapan harus selesai<br \/>\n\u2022 Tanyakan apakah ada hal-hal yang bisa di tuliskan sebagai masukan<br \/>\n\u2022 Apabila semua penjelasan sudah disampaikan, maka bersiap untuk masuk dalam langkah bertanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>3. Pertanyaan &amp; Identifikasi <\/b><br \/>\n\u2022 Langkah ini menjadi sesuatu yang penting dan vital, prinsip2 dan tehnik2 menjawab pertanyaan haruslah dikuasai supaya pertanyaan di lontarkan, maka jawaban yang di berikan dapat<br \/>\n\u2022 Tunjukan sikap empati dan mau mendengar, hal ini akan sangat terlihat dari bahasa tubuh (body language) kita juga<br \/>\n\u2022 Tujuan utama dari pertanyaan ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besarnya kebutuhan dan keuntungan yang bisa didapatkan apabila produk yang kita tawarkan akhirnya di setujui untuk di beli<br \/>\n\u2022 Bentuk pertanyaan terbuka akan mengundang orang lain untuk memberikan jawaban yang panjang, sementara bentuk pertanyaan tertutup akan mengundang untuk menjawab pendek seperti \u201cya\u201d atau \u201ctidak\u201d<br \/>\n\u2022 Untuk pertanyaan terbuka gunakanlah model 5W, 1H (Who? What? Why? Where? When? and How?)<br \/>\n\u2022 Dengarkan baik-baik dan berikan rasa empati dengan kontak mata yang baik, tunjukan bahwa anda memahami, apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan<br \/>\n\u2022 Konfirmasi ulang juga merupakan hal yang penting supaya tidak terjadi miskomunikasi<br \/>\n\u2022 Pastikan pada waktu pelanggan berbicara kita tidak melakukan interuspsi dengan memotong pembicaraan pelanggan, berikan keleluasaan dan waktu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>4. Penjelasan &amp; negosiasi<\/b><br \/>\n\u2022 Langkah ini sudah seharusnya menjadi fokus atau inti dari pembicaraan<br \/>\n\u2022 Seorang sales harus benar-benar menguasai apa yang akan di tawarkan\/di jual<br \/>\n\u2022 Presentasi yang di buat harus bisa mendemonstrasikan kekuatan atau kelebihan dari produk\/jasa yang sedang kita tawarkan tersebutthe above point is especially important to consider when the sales person has<br \/>\n\u2022 Pastikan bahwa dalam presentasi yang kita buat tersebut berisi pengalaman-pengalaman yang sudah di capai<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>5. Penutup &amp; follow-up<\/b><br \/>\n\u2022 Tutuplah dengan pernyataan apakah pelanggan puas dan tertarik dengan apa yang kita sampaikan, apakah memenuhi dan menjawab kebutuhan atau keperluan pelanggan<br \/>\n\u2022 Follow-up adalah indicator penting yang harus di lakukan karena itu seorang marketing seharusnya melakukan hal ini untuk memastikan kepuasan pelanggan dan kelanjutan dari penawaran yang kita sampaikan<\/p>\n<p>Semoga sukses!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(<span>Ria Felissa<\/span>\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Sebagai seorang sales\/marketing, tentunya kita harus punya cara-cara jitu untuk dapat menarik simpati dan perhatian pelanggan sehingga mereka tertarik dengan produk atau barang yang kita jual. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan, suatu 5 langkah sederhana tetapi cukup membantu dan masih up to date hingga saat ini 5 Langkah tersebut adalah : 1. Persiapan\/perencanaan 2. Perkenalan\/pembukaan 3. Pertanyaan &amp; Identifikasi 4. Penjelasan &amp; negosiasi 5. Penutup &amp; follow up 1. Persiapan\/perencanaan Hal-hal yg [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6727"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27607,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6727\/revisions\/27607"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}