{"id":65621,"date":"2014-10-10T22:54:04","date_gmt":"2014-10-10T15:54:04","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=65621"},"modified":"2014-10-10T22:54:04","modified_gmt":"2014-10-10T15:54:04","slug":"kenali-kesalahan-umum-dalam-dunia-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/10\/10\/kenali-kesalahan-umum-dalam-dunia-marketing\/","title":{"rendered":"Kenali Kesalahan Umum Dalam Dunia Marketing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate The Market)\u00a0Saat memasarkan barang atau jasa anda, sangatlah perlu untuk anda ketahui apa yang menjadi kebutuhan pasar saat itu, pesan yang hendak anda sampaikan, penawaran yang akan anda berikan dan kesempatan yang paling baik dan optimal untuk menjalankan kampanye marketing anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan yang sering terjadi dalam pemasaran adalah hasil \/ efek yang masih sangat minim dari kampanye marketing yang telah dijalankan.\u00a0 Kesalahan umum dalam marketing dapat dihindari dengan perencanaan yang matang, perhatian yang detail dan evaluasi yang terus berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila anda mempertimbangkan kampanye marketing secara tradisional, kampanye marketing melalui internet atau sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya, pastikan untuk menghindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam hal ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.\u00a0 Timing<\/strong><br \/>\nAnda mungkin mempunyai list yang luar biasa, penawaran yang fantastic dan bahkan lembaran design marketing yang sangat bagus, tetapi apabila waktunya tidak tepat, hasilnya tetap jauh dari yang kita harapkan.\u00a0 Tak jarang pernah terjadi dalam dunia marketing bahwa telah diselenggarakan kampanye marketing dengan biaya yang mahal namun gagal untuk memperoleh hasil yang diharapkan.\u00a0 Hal ini terjadi karena kampanye yang diselenggarakan menjangkau customer pada saat yang tidak tepat sehingga sasaran yang dituju sedang tidak berminat untuk membeli produk tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.\u00a0 Kegagalan dalam uji coba \u201cHeadline\u201d anda<\/strong><br \/>\nHal pertama sasaran yang anda tuju membaca Headline produk yang dipasarkan, ditujukan agar sasaran dapat memperoleh pesan yang esensial dan membuat mereka ingat selalu dan ingin membelinya.\u00a0 Untuk meyakinkan bahwa pesan marketing anda benar benar sampai atau tidak ke sasaran potensial customer yang dituju, sebaiknya secara berkesinambungan melakukan test Headline anda dengan menjalankan test random dan evaluasi respond yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3.\u00a0 Kegagalan dalam uji coba \u201cPenawaran\u201d<\/strong><br \/>\nDalam pemasaran langsung, penawaran secara langsung berkolerasi sebesar 40% dari respond anda.\u00a0 Apabila anda dapat memberikan penawaran terbaik dan menarik, customer pasti memberikan respond. Ada beberapa factor yang dapat menjadi pertimbangan tetapi dengan menyediakan penawaran yang menarik, dapat membuat respond yang lebih cepat.\u00a0 Penawaran yang diberikan dapat berupa discount dengan pesan: \u201cCepat\u2026persediaan terbatas\u201d lalu test penawaran anda untuk respond yang lebih optimis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Tidak mempertimbangkan keefektifan Kampanye<\/strong><br \/>\nLembur, bisnis anda sedang melakukan banyak hal dalam marketing.\u00a0 Sekalipun bisnis anda masih kecil, pastikan bagaimana anda berkomunikasi kepada potensial client dan anda mempunyai beberapa jurus komunikasi dengannya\u00a0 \u2013 &#8211; tidak monoton.\u00a0 Selebihnya, anda harus memeriksa hasil kampanye tersebut.\u00a0 Hal ini dapat dikerjakan melalui spreadsheet yang sederhana atau ribuan dollar CRM system.\u00a0 Hal mendasar yang perlu anda simak adalah pekerjaan apa yang menghasilkan dan yang gagal sehingga dapat menjadi barometer untuk meningkatkan hasil dimasa yang akan dating.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Kegagalan dalam meneruskan dialog<\/strong><br \/>\nUntuk menghindari kegagalan dalam hal ini, apabila anda sudah mempunyai customer yang potensil, kesempatannya adalah anda telah bekerja keras untuk tetap memelihara mereka.\u00a0 Anda harus meluangkan waktu dan budget marketing untuk meng-entertain mereka.\u00a0 Pastikan membuka pembicaraan dengan customer, dengarkan apa yang menjadi feedback mereka dan lakukan komunikasi dengan mereka secara teratur.\u00a0 Hal ini akan menolong umur bisnis anda dengannya menjadi lebih panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila anda seorang yang baru dalam profesi marketing, mempunyai pengalaman dalam marketing yang professional atau sederhananya ingin mengembangkan hasil marketing anda saat\u00a0 ini, pastikan untuk belajar dari kesalahan orang lain.\u00a0 Untuk dapat meraih sukses dalam bidang marketing, teruskanlah bekerja dengan mengembangkan efektivitas marketing anda dan hindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam dunia marketing dan anda berada dalam perjalanan anda menuju hasil yang memuaskan sebagai seorang marketing.<\/p>\n<p><em>ST. Hwa\/Contributor\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate The Market)\u00a0Saat memasarkan barang atau jasa anda, sangatlah perlu untuk anda ketahui apa yang menjadi kebutuhan pasar saat itu, pesan yang hendak anda sampaikan, penawaran yang akan anda berikan dan kesempatan yang paling baik dan optimal untuk menjalankan kampanye marketing anda. Kesalahan yang sering terjadi dalam pemasaran adalah hasil \/ efek yang masih sangat minim dari kampanye marketing yang telah dijalankan.\u00a0 Kesalahan umum dalam marketing dapat dihindari dengan perencanaan yang matang, perhatian yang detail dan evaluasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":65141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1051,16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65621"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65621"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65625,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65621\/revisions\/65625"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}