{"id":644,"date":"2013-02-23T12:59:30","date_gmt":"2013-02-23T05:59:30","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.vibiznews.com\/?p=644"},"modified":"2014-03-08T11:03:46","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:46","slug":"pengenalan-six-sigma-sejarah-definisi-glossary-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/23\/pengenalan-six-sigma-sejarah-definisi-glossary-2\/","title":{"rendered":"Pengenalan Six Sigma, Sejarah, Definisi, Glossary &#8211; 2"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality)<\/p>\n<p>Six Sigma menurut Motorola<\/p>\n<p>Motorola Inc., yang pertama mengembangkan metodologi Six Sigma pada pertengahan 1980-an, menjelaskan Six Sigma sebagai berikut:<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;Six Sigma telah mengalami perkembangan (evolusi) dalam dua dekade ini termasuk juga definisnya. Six Sigma mempunya definisi literal, konsep dan penerapan praktis. Di Motorola University (Divisi Motorola untuk Six Sigma training dan konsultasi), kami melihat Six Sigma sebagai 3 tingkatan yang berbeda:<\/p>\n<p>\u2022 Sebagai metric (satuan pengukur)<br \/>\n\u2022 Sebagai sebuah metodologi<br \/>\n\u2022 Sebagai suatu sistem management<\/p>\n<p>Namun menariknya, Six Sigma juga merupakan ketiga hal tersebut pada saat yang sama.<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;Six Sigma sebagai Metrik: Kata &#8220;Sigma&#8221; seringkali digunakan sebagai ukuran skala untuk \u201ctingkat\u201d kualitas. Menggunakan skala \u201c&#8217;Six Sigma\u201d sama dengan 3.4 kesalahan per 1 juta kesempatan (defects per one million opportunities &#8211; DPMO). Oleh karena itu, pada awalnya Six Sigma digunakan sebagai terminologi untuk mengurangi kesalahan dalam industri manufaktur dan kemudian diterapkan pada proses bisnis lainnya untuk tujuan yang sama..&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;Six Sigma sebagai sebuah metodologi: Pada saat Six Sigma mengalami perkembangan, terjadi penurunan penekanan pada definisi literal 3.4 DPMO, atau menghitung kesalahan dalam produk dan proses. Six Sigma adalah mengenai metodologi perbaikan bisnis yang memfokuskan perusahaan pada:<\/p>\n<p>\u2022 Memberikan pengertian dan cara menangani kebutuhan pelanggan<br \/>\n\u2022 Menyelaraskan beberapa kunci bisnis proses untuk mencapai kebutuhan tersebut<br \/>\n\u2022 Menggunakan analisis data yang cukup rumit dan menyeluruh untuk mengurangi variasi dalam proses-proses tersebut.<br \/>\n\u2022 Mengarahkan perbaikan proses bisnis yang cepat dan berkelanjutan&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;..Jantung dari Six Sigma metodologi adalah model DMAIC untuk perbaikan proses. DMAIC adalah terminology yang digunakan oleh tim proyek Six Sigma project dan merupakan singkatan dari:<\/p>\n<p>\u2022 Define opportunity = menjelaskan kesempatan<br \/>\n\u2022 Measure performance = Mengukur hasil<br \/>\n\u2022 Analyze opportunity = Menganalisa kesempatan<br \/>\n\u2022 Improve performance = Meningkatkan hasil<br \/>\n\u2022 Control performance = Mengontrol hasil<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;Six Sigma sebgai suatu system management: melalui pengalaman, Motorola telah belajar bahwa penggunaan metric secara disiplin dan penerapan metodologi tidak cukup untuk menghasilkan pendobrakan perbaikan yang diharapkan dan hasil yang berkelanjutan dari waktu ke waktu<br \/>\n.<br \/>\nUntuk mendapatkan hasil lebih, Motorola memastikan bahwa metrik proses dan metodologi struktural diterapkan untuk kesempatan perbaikan yang secara langsung terkait dengan strategi organisasi. Pada saat dipraktekkan sebagai system management, Six Sigma adalah sistem yang berhasil guna untuk menjalankan strategi bisnis. Six Sigma memberikan pemecahan dari atas ke bawah untuk membantu organisasi:<\/p>\n<p>\u2022 Menyelaraskan strategi bisnis dengan usaha perbaikan yang penting<br \/>\n\u2022 Menggerakkan tim untuk mencapai hasil kerja terbaik dalam menjalankan proyek<br \/>\n\u2022 Mempercepat hasil perbaikan bisnis<br \/>\n\u2022 Menujukan usaha yang dilakukan sehingga perbaikan dapat terpelihara dan berkelanjutan&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;.. Six Sigma Management System memberikan kejernihan atas strategi bisnis dan metrik yang dipergunakan sehingga dapat mencerminkan tingkat keberhasilan terhadap strategi tersebut. Six Sigma menyediakan suatu kerangka untuk memprioritaskan sumber daya manusia atas proyek yang dilakukan sehingga meningkatkan metric, dan memampukan pemimpin dalam usahanya untuk menangani, perubahan cepat, perbaikan, pemeliharaan atas hasil bisnis..&#8221;<\/p>\n<p>\u00a9 Copyright 1994-2005 Motorola, Inc.<\/p>\n<p>General Electric (GE), adalah pengguna skala besar dan perusahaan yang menyarankan penggunaan Six Sigma setelah Motorola; dipandang oleh para pakar sebagai pihak yang paling berjasa sehingga Six Sigma mencapai hasil yang sangat tinggi dan dikenal dunia. Berikut adalah definisi Six Sigma menurut GE:<\/p>\n<p>Six Sigma menurut General Electric<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;Six Sigma adalah proses yang dijalankan dengan disiplin tinggi yang membantu kita untuk fokus dalam mengembangkan dan menghasilkan produk dengan kualitas dan pelayanan yang nyaris sempurna. Mengapa &#8216;Sigma&#8217;? Kata tersebut adalah terminology statistik yang mengukur seberapa jauh suatu proses menyimpang dari yang seharusnya. Ide sentral dibelakang Six Sigma adalah jika Saudara dapat mengukur berapa banyak \u201ckesalahan\u201d yang terjadi dalam proses, maka Saudara dapat secara sistematis memecahkan masalah bagaimana cara menguranginya dan semakin dekat menuju \u201cnol kesalahan\u201d sedapat mungkin.<\/p>\n<p>Untuk mencapai kualitas Six Sigma, suatu proses harus menghasilkan tidak lebih dari 3.4 kesalahan per sejuta kesempatan (3.4 DPMO). Sebuah &#8216;kesempatan\u2019 digambarkan sebagai suatu ketidaksamaan, perbedaan atau tidak berhasil mencapai spesifikasi yang disyaratkan. Hal ini berarti kita harus benar-benar nyaris sempurna, tanpoa kesalahan dalam menjalankan proses-proses kunci.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;&#8230;pada intinya, Six Sigma mengalami perubahan pada beberapa konsep dasar:<\/p>\n<p>\u2022 Critical to Quality: Atribut yang sangat penting bagi pelanggan<br \/>\n\u2022 Defect: Kegagalan untuk memberikan apa yang diharapkan pelanggan<br \/>\n\u2022 Process Capability: Apa yang dapat dihasilkan proses saudara<br \/>\n\u2022 Variation: Apa yang dilihat dan dirasakan oleh pelanggan<br \/>\n\u2022 Stable Operations: Memastikan kekonsistenan, proses yang dapat diperkirakan untuk meningkatkan apa yang dilihat dan dirasakan pelanggan<br \/>\n\u2022 Design for Six Sigma: Didesign untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan kemampuan proses&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>\u00a9 Copyright General Electric Company 1997-2005<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality) Six Sigma menurut Motorola Motorola Inc., yang pertama mengembangkan metodologi Six Sigma pada pertengahan 1980-an, menjelaskan Six Sigma sebagai berikut: &#8220;&#8230;Six Sigma telah mengalami perkembangan (evolusi) dalam dua dekade ini termasuk juga definisnya. Six Sigma mempunya definisi literal, konsep dan penerapan praktis. Di Motorola University (Divisi Motorola untuk Six Sigma training dan konsultasi), kami melihat Six Sigma sebagai 3 tingkatan yang berbeda: \u2022 Sebagai metric (satuan pengukur) \u2022 Sebagai sebuah metodologi \u2022 Sebagai suatu sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=644"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27273,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/644\/revisions\/27273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}