{"id":62888,"date":"2014-10-01T16:37:44","date_gmt":"2014-10-01T09:37:44","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=62888"},"modified":"2014-10-02T08:02:41","modified_gmt":"2014-10-02T01:02:41","slug":"marzuki-usman-pendobrak-pasar-modal-indonesia-22-pintu-masuk-modal-asing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/10\/01\/marzuki-usman-pendobrak-pasar-modal-indonesia-22-pintu-masuk-modal-asing\/","title":{"rendered":"Marzuki Usman, Pendobrak Pasar Modal Indonesia (#2\/2): Pintu Masuk Modal Asing"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-1a1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-63090\" alt=\"Marzuki 1a\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-1a1.jpg\" width=\"1200\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-1a1.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-1a1-300x45.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-1a1-1024x153.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Achievement)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">S<\/span>etelah memulai debutnya pada tahun 1988 sebagai Kepala Bapepam, Marzuki Usman pun terus melanjutkan kiprahnya dalam menghidupkan Pasar Modal Indonesia. Ketika kegiatan perdagangan di Pasar Modal Indonesia terbuka untuk perusahaan-perusahaan asing, maka serta merta dana pun mengalir masuk ke Indonesia. \u201cItu bukan dana hutang loh! Dan tidak mudah juga untuk Negara mendapatkan pinjaman.\u201d Marzuki menegaskan. \u201cPadahal kita hanya menjual kertas,\u201d ia menambahkan sambil tersenyum mengingat kembali bagaimana kegiatan inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menjalankan perekonomian Indonesia. Perbankan belum tentu memiliki kemampuan yang serupa dengan pasar modal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terbukanya Pasar Modal Indonesia membuat perdagangan di lantai bursa tidak lagi dalam cakupan yang kecil, tetapi dalam cakupan dunia. \u201cOrang sedunia mau membeli ke Indonesia,\u201d demikian Marzuki menggambarkannya. Sekali menjadi <i>public company<\/i> maka berarti perusahaan akan menjadi perusahaan dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marzuki juga sempat menceritakan kepada businesslounge.co Vibiz Media Network tentang pertemuannya dengan seorang rekannya ketika di University of Birmingham, Inggris yang bercerita tentang orang-orang yang ditemuinya di London yang membeli saham perusahaan di Indonesia. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Marzuki Usman. Memang bukan Marzuki pemilik perusahaannya tetapi ia melukiskan kesenangannya pada waktu itu oleh karena Indonesia telah dikenal di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun ada juga perusahaan-perusahaan yang masih belum mengerti keuntungan untuk menjadi <i>public company.<\/i> Marzuki sangat menyayangkan hal ini, sebab dengan demikian perusahaan tersebut kehilangan kesempatan untuk menjadi perusahaan yang berkelas dunia yang kemungkinan besar akan <i>sustainable <\/i>oleh karena diawasi oleh orang sedunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga akhir tahun 1992, jumlah emiten terus bertambah hingga terdaftar sebanyak lebih dari 130 perusahaan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-21.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-63092\" alt=\"Marzuki 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-21.jpg\" width=\"1200\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-21.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-21-300x45.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Marzuki-21-1024x153.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengubah 100 miliar menjadi 1 triliun<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">S<\/span>alah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Marzuki dan kemudian dijawabnya sendiri adalah mungkinkah dana perusahaan sebesar 100 miliar dapat bertambah menjadi 1 triliun dalam waktu 1 tahun? \u201cTidak mungkin,\u201d demikian ia menjawab pertanyaannya sendiri. \u201cTetapi kalau go public, bisa!\u201d ia menambahkan jawabannya. Dengan meningkatnya harga saham maka dana dari sebuah perusahaan pun akan terus berlipat ganda. Selain itu dengan go public, ketika sebuah peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, maka pengusaha akan terhindar dari kehilangan perusahaannya. Tetapi jika memilih untuk tidak go public, maka ketika peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, pengusaha dapat kehilangan perusahaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan bangga Marzuki pun berujar, \u201cKalau tidak ada pasar modal, mana ada gedung-gedung ini. Tidak ada.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena keberhasilan mencapai mimpinya, maka Marzuki pun terus melanjutkan impiannya. Oleh karena impiannya inilah, maka Marzuki Usman dijadikan sebagai Penasihat Senior Bursa Efek Jakarta untuk seumur hidupnya.<\/p>\n<p><iframe src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/d7kQiHA9ItA\" height=\"360\" width=\"640\" allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/10\/01\/marzuki-usman-pendobrak-pasar-modal-indonesia\/\">Back to Marzuki Usman \u00a0\u2013 Pendobrak Pasar Modal Indonesia<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/10\/01\/marzuki-usman-pendobrak-pasar-modal-indonesia\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"coverA\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/coverA1-300x150.jpg\" width=\"300\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"sixcol first\"><br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/pak-Yo.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft\" alt=\"pak Yo\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/pak-Yo.jpg\" width=\"72\" height=\"72\" \/><\/a>Kristanto Nugroho<br \/>\nEditor in Chief Vibiz Media Network<br \/>\n<\/div>\n<div class=\"sixcol last\"><\/p>\n<p><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"72\" height=\"72\" \/><\/a><\/em>Ruth Berliana<br \/>\nEditor in Chief businesslounge.co<\/p>\n<p><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Achievement) etelah memulai debutnya pada tahun 1988 sebagai Kepala Bapepam, Marzuki Usman pun terus melanjutkan kiprahnya dalam menghidupkan Pasar Modal Indonesia. Ketika kegiatan perdagangan di Pasar Modal Indonesia terbuka untuk perusahaan-perusahaan asing, maka serta merta dana pun mengalir masuk ke Indonesia. \u201cItu bukan dana hutang loh! Dan tidak mudah juga untuk Negara mendapatkan pinjaman.\u201d Marzuki menegaskan. \u201cPadahal kita hanya menjual kertas,\u201d ia menambahkan sambil tersenyum mengingat kembali bagaimana kegiatan inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":63112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2512,1044],"tags":[4402],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62888"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62888"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63436,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62888\/revisions\/63436"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}