{"id":60819,"date":"2014-09-22T17:59:25","date_gmt":"2014-09-22T10:59:25","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=60819"},"modified":"2014-09-22T19:46:08","modified_gmt":"2014-09-22T12:46:08","slug":"60819","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/09\/22\/60819\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memperhitungkan Organization Lifecycle"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge \u2013 Empower People) Kali ini masih tentang pelatihan. Setelah membahas bagaimana merencanakan pelatihan (Baca: <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/09\/19\/pentingnya-pelatihan-yang-terencana-bagi-para-karyawan-anda\/\">Pentingnya Pelatihan yang Terencana Bagi Karyawan Anda<\/a>), maka didalam membuat perencanaan tersebut sangat penting untuk tidak mengabaikan pertumbuhan organisasi. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa setiap organisasi memiliki <i>lifecycle<\/i>-nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/lifecycle-Business.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-60823\" alt=\"lifecycle Business\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/lifecycle-Business.jpg\" width=\"496\" height=\"273\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/lifecycle-Business.jpg 496w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/lifecycle-Business-300x165.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 496px) 100vw, 496px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><\/em>Dimulai bagaimana organisasi tersebut dibentuk, kemudian mulai bertumbuh, masuk ke dalam tahapan maturity (dewasa) dan kemudian secara alami biasanya masuk ke dalam tahapan <i>decline <\/i>(penurunan) hingga akhirnya ada dua pilihan, mengupayakan reorganisasi kembali atau jika tidak organisasi tersebut dapat berakhir (<i>death).<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber Daya Manusia (SDM) tentu saja akan sangat menentukan kelangsung hidup organisasi. Organisasi yang baru saja terbentuk mungkin belum membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan teknologi yang canggih atau mereka yang dapat mengorganisir 1000 SDM. Berbeda dengan organisasi yang sudah <i>mature,<\/i> maka jika SDM yang dimilikinya tidak mampu untuk melakukan suatu inovasi atau menerapkan strategi-strategi baru, maka sudah dapat dipastikan organisasi tersebut akan bergerak turun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, bagaimana hubungannya dengan pelatihan? Pelatihan inilah yang akan mengembangkan SDM yang akan menjalankan organisasi. Sebuah organisasi yang baru terbentuk dan terdiri dari 20 orang saja, misalnya, belum membutuhkan pelatihan bagaimana membuat <i>performance management system.<\/i> Sedangkan organisasi yang sudah melewati <i>maturity-<\/i>nya maka tentu saja tim IT-nya membutuhkan penerapan teknologi yang lebih maju lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Embryonic<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan ini adalah tahap awal terbentuknya organisasi. Pada tahapan ini, organisasi mungkin masih melakukan rekrutmen. Mereka yang direkrut, bisa saja mereka yang sudah siap terjun ataupun mereka yang masih <i>fresh graduate.<\/i> Untuk para SDM ini, maka pelatihan yang dibutuhkan masihlah pelatihan tertentu sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendapatkan perkembangan yang maksimal sedangkan kesedian <i>trainer <\/i>masing sangat terbatas atau bahkan masih belum ada. Maka jangan ragu untuk menggunakan jasa para <i>external trainer <\/i>atau dalam bentuk <i>public training. <\/i>Identifikasilah kebutuhan pelatihan yang memang dibutuhkan untuk para SDM. Misalnya, jika perusahaan Anda adalah perusahaan jasa dan Anda memiliki visi untuk menjadi salah satu perusahaan jasa terkemuka, maka Anda harus memastikan semua <i>frontliner<\/i> Anda mendapatkan bermacam pelatihan yang berkaitan dengan <i>service.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Growth<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tahapan ini maka Anda harus memastikan bahwa SDM Anda benar-benar berkembang seiring dengan perkembangan perusahaan. Pertama-tama lakukanlah identifikasi SDM yang seperti apa yang Anda butuhkan untuk mendukung organisasi Anda. Identifikasilah kompetensi yang seharusnya dimiliki setiap jabatan. Buatlah jenjang karirnya dan buatlah rencana pengembangan untuk SDM terkait dapat mengikuti jenjang karirnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika memang organisasi Anda masih belum dapat mengakomodir kebutuhan organisasi Anda, maka jangan ragu untuk mengupayakan bantuan eksternal sambil menyiapkan <i>internal trainer.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Maturity<i><\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan ini adalah tahapan yang sangat penting bagi organisasi sebab pada tahapan inilah organisasi sudah mulai <i>settle. <\/i>Sehingga dibutuhkan SDM yang kompeten untuk dapat menjalankan organisasi. Dalam hal ini maka dibutuhkan pelatihan yang lebih luas lagi bagi seluruh SDM yang ada. Selain itu sangat diperlukan untuk mengidentifikasi program pelatihan yang lebih advance bagi setiap SDM tanpa terkecuali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Decline<i><\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini adalah tahapan yang sangat <i>critical.<\/i> Jika tidak ditangani dengan benar maka organisasi menuju kepada kesudahannya. Sangat berbahaya. Sejalan dengan dibutuhkannya inovasi maka sangat penting untuk melakukan pelatihan ulang sesuai dengan perkembangan jaman dan ilmu yang ada. Anda dapat melakukan perbandingan dengan pelatihan-pelatihan eksternal dan lakukanlah kajian bilamana Anda membutuhkan pelatihan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terutama jika Anda akan melakukan reorganisasi maka Anda perlu mengidentifikasi ulang pengembangan SDM yang Anda butuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/Managing Partner Human Capital Development\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Empower People) Kali ini masih tentang pelatihan. Setelah membahas bagaimana merencanakan pelatihan (Baca: Pentingnya Pelatihan yang Terencana Bagi Karyawan Anda), maka didalam membuat perencanaan tersebut sangat penting untuk tidak mengabaikan pertumbuhan organisasi. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa setiap organisasi memiliki lifecycle-nya. Dimulai bagaimana organisasi tersebut dibentuk, kemudian mulai bertumbuh, masuk ke dalam tahapan maturity (dewasa) dan kemudian secara alami biasanya masuk ke dalam tahapan decline (penurunan) hingga akhirnya ada dua pilihan, mengupayakan reorganisasi kembali atau jika tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":59967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4,1051],"tags":[4284],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60819"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60819"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60846,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60819\/revisions\/60846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}