{"id":595,"date":"2013-02-23T12:43:23","date_gmt":"2013-02-23T05:43:23","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.vibiznews.com\/?p=595"},"modified":"2014-03-08T11:03:46","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:46","slug":"qualities-of-good-leadership","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/23\/qualities-of-good-leadership\/","title":{"rendered":"Qualities of Good Leadership"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Kepemimpinan seseorang seringkali dipertanyakan oleh begitu banyak orang terutama saat awal mulai memimpin. Orang sibuk membuat penilaian kualitas dari pemimpin baru tersebut. Banyak pemimpin baru terguncang ketika dipergunjingkan orang banyak. Namun, suatu kepemimpinan memang harus diuji oleh waktu untuk membuktikan kualitas kepemimpinannya. Sebagai seorang pemimpin ataupun calon pemimpin Anda perlu memahami kualitas kepemimpinan yang baik dinilai dari mana sehingga Anda dapat mempersiapkan suatu kepemimpinan yang berkualitas. Dan tentu kualitas kepemimpinan sangat bergantung pada kualitas sang pemimpin itu sendiri.<\/p>\n<p>\u201cIf you can become the leader you ought to be on the inside, you will be able to become the person you want on the outside. People will want to follow you. And when that happens, you\u2019ll be able to tackle anything in this world.\u201d John C. Maxwell<\/p>\n<p>Jadi pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang telah menang atas dirinya sendiri sehingga banyak orang akan mengikut dia dan pemimpin seperti ini akan mampu mengatasi apapun dalam dunia ini.<\/p>\n<p>Ada 7 karakter dasar yang tidak boleh dilewatkan oleh seorang pemimpin sedangkan banyak yang merupakan pengembangan dari 7 karakter dasar tersebut. Anda harus tahu bahwa karakterpun dapat bermultiplikasi, dapat memiliki anak2 karakter lain. Sehingga jika yang dasar ada pada Anda maka dengan sendirinya karakter yang lain akan mengikuti.\u00a0 Ketujuh karakter dasar tersebut adalah :<\/p>\n<p>1. Berbudi baik<\/p>\n<p>Jika Anda ingin menjadi seorang yang pemimpin yang dikenal baik, maka secara otomatis Anda haruslah seorang berbudi baik. Bukan berbudi baik karena ingin dipuji baik tetapi memang dengan segala ketulusan memancarkan budi yang baik sehingga semua orang merasa pantas meneladani sang pemimpin. Pemimpin seperti ini mendapatkan hati para pengikutnya dengan mudah. Walaupun kepemimpinan Anda terlihat hebat namun jika Anda bukan seorang yang berbudi baik maka sesungguhnya kepemimpinan Anda sangat rapuh. \u201cOrang yang tulus dan berbudi baik mengukir pahatan namanya dalam hati setiap orang yang mengenalnya\u201d\u00a0 Vera Herlina<\/p>\n<p>2. Berkarisma<\/p>\n<p>Dan Reiland, Vice President of Leadership Development, INJOY mengatakan bahwa\u00a0 \u201cBerkarisma adalah apabila sebagai pemimpin kita membuat orang lain dapat merasa nyaman dengan diri mereka sendiri lebih daripada merasa nyaman dengan diri kita.\u201d Hal ini\u00a0 kedengarannya sulit dipahami , tapi hal ini benar karena definisi ini membedakan antara seorang yang berkarisma dengan seorang pemimpin yang ditakuti. Bahwa kenyamanan terhadap diri mereka yang dipimpin akan\u00a0 lebih bersifat tahan lama dan kuat. Mereka akan betah dipimpin dibawah kepemimpinan Anda, mereka tidak mudah digoyahkan dengan issue-issue yang datang dari luar. Mereka akan memiliki loyalitas terhadap pemimpin yang berkarisma. Namun jika mereka hanya merasa nyaman terhadap diri Anda sebagai pemimpin maka sekali ada masalah dan kenyamanan itu terusik, mereka akan memberontak terhadap Anda.<\/p>\n<p>3. Berkomitmen<\/p>\n<p>Komitmen membedakan seorang pemimpi dengan seorang yang bertindak. Komitmen akan memampukan kita untuk melakukan lebih jauh dari yang kemampuan yang seharusnya. Seorang pemimpin harus menyadari bahwa hidupnya menjadi tempat bergantung banyak orang, itu sebabnya diperlukan suatu komitmen yang membuat pemimpin mampu melakukan yang lebih dari kemampuannya, habis-habisan (all out). Kekuatan komitmen sangat besar jika benar-benar dilakukan dari sebuah hati yang kuat. Kekuatan komitmen bahkan mampu membuat seseorang mengabdikan hidupnya kepada pekerjaannya. Jika pemimpin hanya menginginkan kepemimpinan namun enggan berkomitmen, kepemimpinannya adalah sebuah kepemimpinan yang rapuh yang tidak bertahan lama. Seorang pemimpin yang berkomitmen akan menjadi contoh bagi seluruh organisasi untuk juga mengambil komitmen yang sama.<\/p>\n<p>4. Berkomunikasi<\/p>\n<p>\u201cDeveloping excellent communication skills is absolutely essential to effective leadership. The leader must be able to share knowledge and ideas to transmit a sense of urgency and enthusiasm to others. If a leader can\u2019t get a message across clearly to motivate others to act on it, then having a message doesn\u2019t even matter \u201c Gilbert Amelio<\/p>\n<p>Dalam hal berkomunikasi ini maka yang paling penting adalah penyampaiannya. Isi pesan sangat bergantung pada cara penyampaian. Para pemimpin perlu mempelajari hal ini secara mendalam.\u00a0 Banyak pemimpin gagal hanya karena hambatan dalam masalah komunikasi. Jika Anda merasa diri kurang dalam hal ini, latihlah diri Anda. Investasikan waktu dan uang Anda untuk mengikuti pelatihan2 ketrampilan komunikasi dan berlatihlah setiap hari. Karena setiap hari pasti ada pesan yang harus disampaikan kepada anak buah Anda. Tiada hari tanpa komunikasi bukan? Inilah peluang Anda untuk melatih diri.<\/p>\n<p>5. Kompeten<\/p>\n<p>Kompeten sangat luas dan sangat tergantung pada bidang yang ditekuni. Jika berbicara mengenai kompetensi maka kompetensi disini ada 2 , yaitu :<\/p>\n<p>Kompetensi akademik<\/p>\n<p>Kompetensi di lapangan (skillful)<\/p>\n<p>Your competencies is\u00a0 your future power. Vera Herlina<\/p>\n<p>Kompetensi akademik hanya akan berguna di hari-hari pertama Anda memulai karir. Your competencies show your future. Anonim Tetapi selanjutnya untuk melangkah kepada kepimpinan maka kompetensi di lapanganlah yang menentukan. Tahukah Anda\u00a0 kisah Vice President Citibank Jakarta yang memulai karir dari seorang OB? Houtman Zainal Arifin bahkan awalnya adalah seorang pedagang asongan di jalanan tetapi keberuntungan membawanya ke Citibank sebagai seorang OB. Namun ia mengasah kompetensinya sedemikian rupa di Citibank sehingga berhasil menjadi seorang Vice President. Di sini, kompetensi akademik seseorang tidaklah lagi dinilai. Hitung-hitunglah apa yang menjadi kompetensi anda mulai dari sekarang. Ketrampilan yang khusus yang sesuai bidang adalah merupakan suatu pembelajaran yang terus menerus. Namun, beberapa ketrampilan yang umum sebagai kompetensi pemimpin adalah :<\/p>\n<p>1. Memahami kebutuhan dan karakteristik team dari pengalaman yang sudah lalu<\/p>\n<p>2. Mengenal dan dapat menggunakan sumber-sumber potensi yang ada pada sebuah team\/group<\/p>\n<p>3. Mampu berkomunikasi<\/p>\n<p>4. Mampu membuat perencanaan<\/p>\n<p>5. Mampu mengontrol perfomance team<\/p>\n<p>6. Mampu mengevaluasi<\/p>\n<p>7. Mampu menjadi contoh<\/p>\n<p>8. Mampu berbagi peluang memimpin<\/p>\n<p>9. Mampu melakukan konseling<\/p>\n<p>10. Mampu mewakili team dalam segala hal<\/p>\n<p>11. Mampu mengajar team dengan efektif<\/p>\n<p>6. Ketajaman\/Kepekaan<\/p>\n<p>Ketajaman tidak selalu terlihat tiap-tiap hari. Tapi ketajaman seorang pemimpin sangat diperlukan untuk langkah-langkah strategis, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah ataupun pembaharuan visi.<\/p>\n<p>\u201cI think there is a world market for about five computers.\u201d Thomas J. Watson, chairman of IBM.(1943). Ketajaman diperoleh dari pengalaman seorang pemimpin. Ketajaman seringkali juga menunjukkan kematangan sang pemimpin. Suatu pengalaman masa lalu , entahkah itu baik atau buruk akan menjadi suatu pembelajaran. Seperti pepatah kuno mengatakan \u201c Belajarlah dari kesalahan\u201d. Kesalahan merupakan sesuatu pengalaman buruk yang menyakitkan dan seringkali menimbulkan luka yang memerlukan waktu pemulihan, namun sangat berguna untuk masa depan. Pada masa yang akan datang pengalaman buruk itu berubah menjadi harta.\u00a0 Garuda Indonesia terpuruk pada tahun 1998 dengan jumlah hutang yang sangat besar, namun dapat bangkit kembali menjadi maskapai penerbangan yang berjaya dan menjadikan pengalaman bangkrut itu sebagai pengalaman yang berharga.<\/p>\n<p>7. Fokus<\/p>\n<p>Yang terakhir adalah fokus. Setelah ke-6 hal penting diatas maka fokus sangat penting. Karena banyak pemimpin yang hebat gagal karena kehilangan fokus. Seorang pemimpin harus mengenal 2 kata dalam hidupnya : Prioritas dan Konsentrasi.<\/p>\n<p>Pemimpin harus tahu apa yang menjadi prioritas dalam mencapai visi, dalam penyelesaian masalah, dalam berinvestasi dan sebagainya.\u00a0 Perhatian seorang pemimpin memang harus luas dan menyeluruh, namun tidak berarti tidak mampu berkonsentrasi pada hal-hal yang menjadi prioritas.\u00a0 Jika hanya konsentrasi saja tanpa prioritas, maka kemajuan organisasi tidak akan terlihat. Fokus merupakan kata kunci keberhasilan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, sebagaimana diuraikan di atas, maka jika ketujuh hal ini ada pada seorang pemimpin, karakter lainnya akan berkembang. Contohnya adalah : orang yang berkomitmen pasti adalah orang yang disiplin, orang yang rajin, orang yang bertanggung jawab. Jika hal-hal dasar ini ada pada pemimpin maka kualitas kepemimpinan dengan sendirinya menjadi excellent! Ingat sekali lagi, kualitas kepemimpinan sangat bergantung pada kualitas sang pemimpin. Kualitas kepemimpinan akan diuji dengan diuji dengan waktu namun pemimpin harus menunjukkan kualitas dirinya tiap-tiap hari.<\/p>\n<p>Kembangkan diri Anda sedemikian rupa dan beberapa tahun yang akan datang Anda akan melihat bahwa kesuksesan menjadi milik Anda!<\/p>\n<p>(dr.Vera Herlina\/RS\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Kepemimpinan seseorang seringkali dipertanyakan oleh begitu banyak orang terutama saat awal mulai memimpin. Orang sibuk membuat penilaian kualitas dari pemimpin baru tersebut. Banyak pemimpin baru terguncang ketika dipergunjingkan orang banyak. Namun, suatu kepemimpinan memang harus diuji oleh waktu untuk membuktikan kualitas kepemimpinannya. Sebagai seorang pemimpin ataupun calon pemimpin Anda perlu memahami kualitas kepemimpinan yang baik dinilai dari mana sehingga Anda dapat mempersiapkan suatu kepemimpinan yang berkualitas. Dan tentu kualitas kepemimpinan sangat bergantung pada kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":606,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[61],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/595"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27287,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/595\/revisions\/27287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}