{"id":5400,"date":"2012-11-20T07:39:52","date_gmt":"2012-11-20T00:39:52","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=5400"},"modified":"2014-03-08T11:04:12","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:12","slug":"listening-skill","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/11\/20\/listening-skill\/","title":{"rendered":"LISTENING SKILL"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211;\u00a0Ketrampilan dalam mendengar adalah sesuatu yang sangat penting, beberapa guru mengatakan pentingnya kita mendengar :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Mendengar adalah atribut yang terbesar dari seorang Business Leader dan Manager. Le Ia coca<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 \u2018Seek first to understand then be understood\u2019 Mengerti dahulu baru dimengerti , mengerti artinya kita mendengar \u2013 Stephen Covey<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam 2 bulan dengan menjadi tertarik kepada orang lain atau mendengar orang lain dinamdingkan dengan yang anda peroleh dalam 2 tahun dengan berusaha membuat orang lain tertarik kepada anda \u2013 Dale Carnegie.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan dalam falsafah manajemen seorang CEO mengatakan berhasil diatas keberhasilan disitu terkandung unsur pentingnya mendengar daripada didengar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Berkomunikasi dengan calon pelanggan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkadang ada paradigma yang mengatakan bahwa seorang penjual atau sales hanyalah orang yang bisanya menjual kata-kata atau seperti tukang obat di pingggir jalan. Perlu dilakukan komunikasi yang baik dengan pelanggan untuk dapat menciptakan kontak emosional dari pelanggan. Kontak emosional sangat diperlukan, untuk dapat menciptakan pelanggan setia bagi produk anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Timbulkan perasaan bahagia pada diri sendiri pada saat pelanggan menyatakan kepuasan atas produk yang dijual dan layanan yang diterima, serta solusi yang anda berikan bagi pelanggan. Sebagai sales dibutuhkan keahlian dalam berkomunikasi. Sales bukanlah orang menjual suara untuk dapat menjual produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sales yang baik berusaha mendengarkan pelanggan ketika mereka sedang berbicara dan berusaha untuk dapat mendengarkan pendapat serta alasan-alasan calon pembeli sebelum mereka membeli produk anda. Kebanyakan dari sales selalu &#8220;memaksa&#8221; para calon pelanggan, sikap inilah yang membuat calon pelanggan anda selalu menghindar ketika anda hubungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan kita berkomunikasi dengan pelanggan baik itu secara tatap muka atau melalui hubungan telpon, agar kita dapat mengerti apa yang pelanggan kita butuhkan dan kemudian kita mencoba menawarkan produk dan solusi yang kita miliki untuk para pelanggan kita.<br \/>\nPerlu diperhatikan cara-cara yang baik dalam menjual dan berbicara yang efektif dengan calon pembeli tanpa harus menyinggung perasaan calon pembeli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang penjual yang baik adalah memberikan solusi bagi setiap masalah dan kebutuhan pelanggan, bukan hanya sekedar menjual produk atau jasa.<br \/>\nMendengarkan membangun kepercayaan<br \/>\nSikap dalam mendengarkan membangun kepercayaan karena itu memperlihatkan seberapa jauh kita mennghargai customer dan dapat meramenuhi kebutuhan seseorang untuk dihargai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengarkan adalah satu hal yang paling penting untuk membangun kepercayaan. Banyak salesman tidak dipercaya karena tidak mendengarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>10 Cara Mendengarkan dengan Efektif<\/strong><br \/>\nDiakui atau tidak, mendengarkan sudah menjadi satu keahlian yang sulit dimiliki setiap orang. Beberapa hal mendasar melatih kita mendengar dengan efektif:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Berhenti bicara<br \/>\nApa yang mau didengar, kalau Anda ngomong dan mendengarkan sekaligus?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Berikan waktu pada orang yang sedang bicara<br \/>\nBerilah mereka &#8216;izin&#8217;, ruang, dan waktu untuk mengutarakan maksud. Bagaimana Anda memandang, berdiri atau dudul, akan membuat perbedaan besar. Santai saja, ini akan membuat yang berbicara juga santai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Tunjukkan pada orang lain bahwa Anda ingin mendengar<br \/>\nPandanglah mereka. Mengangguk kalau setuju dan tanyakan sesuatu kalau ingin mereka menjelaskan lebih lanjut. Dengarlah untuk memahami kata-kata mereka, dan bukannya tidak sabar menunggu giliran berbicara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Hilangkan semua gangguan<br \/>\nMendengarkan dengan baik berarti Anda melenyapkan semua gangguan di sekitar Anda, misalnya mematikan radio, TV, menutup pintu, berhenti membaca, dan sebagainya. Berilah si pembicara perhatian penuh, dan biarkan mereka tahu bahwa mereka memperoleh perhatian penuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Empati pada orang lain<br \/>\nTerlebih bila mengemukakan suatu hal yang pibadi sifatnya, atau penderitaan. Sisihkan waktu untuk berada di posisi mereka, agar Anda bisa melihat situasi dari sudut pandang mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Sabar<br \/>\nAda jenis orang yang butuh waktu lama untuk menemukan kata-kata yang tepat, untuk membuat suatu isu menjadi jelas. Beri mereka waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Hati-hati pada emosi Anda sendiri<br \/>\nBila apa yang mereka katakan menciptakan respons emosional dalam diri Anda, bersikaplah ekstra hati-hati agar betul-betul memahami arti kalimat mereka. Bila Anda marah, ketakutan, atau merasa terganggu, bisa jadi Anda akan kehilangan bagian krusial yang sedang disampaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. Bila tidak setuju, ingin mengkritik atau berargumentasi, lakukan pelan-pelan<br \/>\nBiarpun tidak setuju, biarkan mereka melontarkan sudut pandang mereka terlebih dulu. Soalnya, kalau komentar Anda membuat orang lain jadi defensif, meskipun Anda &#8216;memenangkan&#8217; argumentasi, bisa jadi Anda kehilangan suatu pandangan yang jauh lebih berharga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Lontarkan berbagai pertanyaan<br \/>\nBiarkan mereka berbicara lebih banyak, memberi contoh, atau menerangkan lebih lanjut. Itu akan membuat mereka bicara lebih precisely dan membuat Anda mengerti lebih akurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10. Berhenti Berbicara<br \/>\nIni adalah jurus pertama dan terakhir yang paling aman<\/p>\n<p>(Fadjar Ari Dewanto\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211;\u00a0Ketrampilan dalam mendengar adalah sesuatu yang sangat penting, beberapa guru mengatakan pentingnya kita mendengar : \u2022 Mendengar adalah atribut yang terbesar dari seorang Business Leader dan Manager. Le Ia coca \u2022 \u2018Seek first to understand then be understood\u2019 Mengerti dahulu baru dimengerti , mengerti artinya kita mendengar \u2013 Stephen Covey \u2022 Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam 2 bulan dengan menjadi tertarik kepada orang lain atau mendengar orang lain dinamdingkan dengan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5400"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5400"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27557,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5400\/revisions\/27557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}