{"id":53278,"date":"2014-08-25T10:01:09","date_gmt":"2014-08-25T03:01:09","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=53278"},"modified":"2014-08-25T10:01:09","modified_gmt":"2014-08-25T03:01:09","slug":"memaksimalkan-the-pull-factor-untuk-menyamarkan-si-push-factor-part-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/25\/memaksimalkan-the-pull-factor-untuk-menyamarkan-si-push-factor-part-2\/","title":{"rendered":"Memaksimalkan \u201cThe Pull Factor\u201d untuk Menyamarkan si \u201cPush Factor\u201d Part 2"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Pada artikel sebelumnya (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/08\/22\/memaksimalkan-the-pull-factor-untuk-menyamarkan-si-push-factor-part-1\/\">Memaksimalkan \u201cThe Pull Factor\u201d untuk Menyamarkan si \u201cPush Factor\u201d Part 1<\/a>) maka kita telah membahas apa yang menjadi\u00a0<em>pull factor<\/em> sehingga ada daya tarik bagi karyawan untuk dapat tetap bertahan. Sekarang apa yang menjadi <i>push factor?<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"line-height: 1.5em;\"><i>2. The Push Factor<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Push Factor <\/i>adalah merupakan faktor-faktor yang menjadi pemicu bagi karyawan untuk memilih meninggalkan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Hal ini dapat dianalisa pada saat melakukan <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">exit interview<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> kepada setiap <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">resignee<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">. Apabila mereka mau menuliskan secara jujur faktor penyebab mereka memilih meninggalkan perusahaan, maka identifikasi akan menjadi lebih mudah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Pada dasarnya apa yang menjadi <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">push factor<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> adalah kebalikan dari <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">push factor<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">. Berikut adalah beberapa contoh dari <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">push factor<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211; \u00a0Paket remunerasi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini sering kali menjadi pemicu utama mengapa karyawan meninggalkan perusahaan. Oleh karena setiap orang akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya yang semakin meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211; \u00a0Tidak adanya kesempatan untuk berkembang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak semua perusahaan menyisihkan biaya untuk pengembangan dan pelatihan. Bagi mereka yang selalu ingin terus berkembang, tidak adanya program pengembangan dan pelatihan akan membuatnya memutuskan untuk pergi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211; \u00a0Budaya kerja yang tidak sesuai, misalnya tidak adanya <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">worklife balance, <\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">jam kerja yang panjang ataupun shifting dapat menjadi salah satu pemicu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211;\u00a0\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">No clear career path<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua orang menginginkan adanya jenjang karir yang jelas. Jika ia tidak dapat menemukan <i>\u201cclue\u201d<\/i> nya, jangan harap ia akan bertahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211;\u00a0\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">Poor management \u2013 unclear vision, mission, values and strategy<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak management sangat penting untuk memastikan bahwa mereka memiliki visi, misi, nilai-nilai dan strategy yang jelas dan telah dipahami oleh seluruh karyawn.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8211; \u00a0Hal-hal negatif lainnya seperti kurangnya support, ketidakcocokan dengan atasan atau penyebab negatif lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini\u00a0 dapat saja terjadi tetapi sangat jarang menimbulkan bedol desa, walaupun kemungkinan itu tetap ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jika anda dapat menemukan banyak faktor-faktor yang kurang baik pada perusahaan anda, segeralah untuk melakukan pembenahan atau anda akan kehilangan para karyawan anda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jangan tunda untuk melakukan identifikasi untuk kedua faktor penting di atas atau anda akan terlambat untuk mempertahankan para <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">star <\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang anda miliki.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Untuk saat ini mungkin tidak semua <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">pull factor<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> anda miliki tetapi apa yang sudah ada, maksimalkan itu, hal ini akan membantu untuk menyamarkan <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">push factor <\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang saat ini anda miliki. Namun berjalannya waktu, teruslah melakukan pembenahan sehingga suatu kali anda akan yakin bahwa perusahaan anda anda adalah tempat yang baik bahkan terbaik yang diinginkan banyak karyawan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Salam sukses!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/Managing Partner Human Capital Development\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Pada artikel sebelumnya (Baca:\u00a0Memaksimalkan \u201cThe Pull Factor\u201d untuk Menyamarkan si \u201cPush Factor\u201d Part 1) maka kita telah membahas apa yang menjadi\u00a0pull factor sehingga ada daya tarik bagi karyawan untuk dapat tetap bertahan. Sekarang apa yang menjadi push factor? 2. The Push Factor Push Factor adalah merupakan faktor-faktor yang menjadi pemicu bagi karyawan untuk memilih meninggalkan perusahaan. Hal ini dapat dianalisa pada saat melakukan exit interview kepada setiap resignee. Apabila mereka mau menuliskan secara jujur faktor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":45693,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4,1051],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53278"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53462,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53278\/revisions\/53462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}