{"id":51953,"date":"2014-08-19T22:43:58","date_gmt":"2014-08-19T15:43:58","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=51953"},"modified":"2014-08-31T22:00:21","modified_gmt":"2014-08-31T15:00:21","slug":"how-to-determine-your-break-event-point","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/19\/how-to-determine-your-break-event-point\/","title":{"rendered":"How To Determine Your Break Event Point"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Finances) \u00a0Berapa banyak unit &#8211; produk atau jam pelayanan &#8211; yang harus Anda jual untuk menutupi biaya Anda? Tidak tahu? Sekaranglah waktunya Anda menemukannya! Ikuti lima langkah ini untuk mencari tahu titik impas atau break event point\u00a0 Anda. Hal ini merupakan kunci untuk menentukan harga dan profitabilitas produk anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah 1, Tentukan harga jual per unit dan biaya langsung dari produk atau jasa yang Anda sediakan.<br \/>\nBiaya langsung diklasifikasikan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan produk atau jasa (seperti, bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung). Jadi, jika Anda memiliki bisnis keranjang hadiah. Biaya langsung akan menjadi harga keranjang, item dalam keranjang tersebut, bungkus untuk keranjang itu, dan tenaga kerja yang terlibat dalam menempatkan item tersebut dalam keranjang bersama-sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah 2,\u00a0 Hitung margin kontribusi Anda dalam rupiah per unit.<br \/>\nSetelah Anda mengetahui harga jual dan biaya langsung dari setiap unit produk atau jasa yang Anda jual, Anda dapat menghitung margin kontribusi Anda dalam rupiah per unit. Ini adalah jumlah uang yang Anda mendapatkan di atas biaya langsung untuk setiap unit yang Anda jual. (Anda dapat menentukan unit Anda baik sebagai produk atau jam layanan.) Sekali lagi, dengan menggunakan bisnis keranjang hadiah sebagai contoh, jika harga jual Anda adalah Rp. 50.000 dan biaya langsung Anda keseluruhan sampai Rp. 40.000, maka margin kontribusi Anda dalam rupiah akan menjadi Rp 10.000 per unit. Ini adalah jumlah yang Anda kontribusikan terhadap biaya overhead Anda dari setiap penjualan produk atau jasa Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah 3. Hitung biaya overhead Anda.<br \/>\nApa semua biaya lainnya yang\u00a0 Anda bebankan dalam bisnis Anda yang perlu ditutupi sebelum Anda dapat mulai mendapatkan keuntungan? Biaya overhead termasuk hal-hal seperti biaya asuransi, tenaga kerja tidak langsung, sewa, pajak, iuran dan langganan, iklan, peralatan kantor dan sebagainya. Ini dihitung secara total, bukan pada basis per unit. Anda perlu tahu berapa banyak uang yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Anda karena Anda harus menutupi biaya tersebut selain biaya langsung Anda sebelum Anda dapat mulai membuat keuntungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah 4, Tentukan titik impas Anda.<br \/>\nSetelah Anda tahu biaya overhead Anda, ambil jumlahnya dan bagilah dengan margin kontribusi Anda dalam rupiah per unit (jawaban dari Langkah 2 di atas). Misalnya, jika biaya overhead Anda adalah Rp 1,000.000\u00a0 dan margin kontribusi Anda dari setiap unit yang Anda jual adalah Rp. 10.000, maka titik impas dalam unit akan menjadi Rp 1.000.000 \/ Rp 10.000 atau 100 unit. Jadi, jika memakai contoh bisnis keranjang hadiah yang tadi, Anda harus menjual 100 keranjang hadiah denga harga Rp. 50.000 masing-masingnya untuk dapat mencapai titik impas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingat, tidak akan ada keuntungan dalam bisnis Anda sampai Anda bisa menutupi biaya langsung dan biaya tidak langsung (overhead) yang dikeluarkan. Hanya setelah menjual 100 unit akan Anda impas. Dimulai dengan unit ke-101, Anda akan mendapatkan keuntungan. Jika Anda telah menganalisa berdasarkan prediksi pasar, Anda hanya dapat menjual 80 item per bulan, Anda tidak akan pernah mendapatkan keuntungan dan Anda perlu mempertimbangkan kembali ide bisnis Anda atau harga Anda. Naikkan harga Anda dan cobalah untuk memangkas biaya sehingga dapat meningkatkan kontribusi dan keuntungan\u00a0 Anda yang cukup untuk membuat bisnis Anda berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah 5,\u00a0 Anda harus menghitung ulang titik impas Anda secara teratur.<br \/>\nBaik harga jual, biaya langsung dan biaya tidak langsung bisa berubah, sehingga itupun akan mengubah titik impas Anda. Jadi\u00a0 benar-benar penting bahwa Anda perlu menghitung ulang setiap item ketika ada perubahan dalam biaya. Tanpa mengetahui titik impas Anda, Anda tidak akan pernah tahu apa yang harus Anda lakukan untuk dapat membuat keuntungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menghitung titik impas Anda adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk memasukkannya sebagai bagian dari kebijakan harga\u00a0 Anda untuk memastikan bahwa Anda membuat profit di setiap unit yang Anda jual. Juga memastikan bahwa\u00a0 Anda akan mendapatkan keuntungan berdasarkan biaya dan penjualan Anda. Jika Anda tidak memiliki penjualan yang menguntungkan, Anda tidak akan dapat bertahan dalam bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap jenis usaha dapat memakai persamaan ini dalam penentuan harga produk mereka. Tidak peduli apakah Anda memiliki layanan atau bisnis dari produk apapun, Anda harus memiliki pemahaman yang baik tentang biaya langsung dan tidak langsung dan bagaimana mereka mempengaruhi harga dan profitabilitas produk\u00a0 Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda tidak tahu titik impas Anda, Anda akan menjalankan bisnis Anda seperti orang buta. Ini adalah fakta bahwa ribuan perusahaan keluar dari bisnisnya setiap tahun. Mengapa? Salah satu faktor yang menentukan adalah mereka tidak tahu jumlah titik impas dalam bisnis mereka. Mengapa tidak membuat perbedaan dalam bisnis Anda tahun ini dan memahami dengan jelas titik impas Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/iin3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-44757 alignleft\" alt=\"iin3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/iin3.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/iin3.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/iin3-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Endah Caratri\/Managing Partner\u00a0Financial, Accounting &amp; Tax Services Vibiz Consulting\/VMN\/BL<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Finances) \u00a0Berapa banyak unit &#8211; produk atau jam pelayanan &#8211; yang harus Anda jual untuk menutupi biaya Anda? Tidak tahu? Sekaranglah waktunya Anda menemukannya! Ikuti lima langkah ini untuk mencari tahu titik impas atau break event point\u00a0 Anda. Hal ini merupakan kunci untuk menentukan harga dan profitabilitas produk anda. Langkah 1, Tentukan harga jual per unit dan biaya langsung dari produk atau jasa yang Anda sediakan. Biaya langsung diklasifikasikan sebagai biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":47249,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5,1051],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51953"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51953"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52291,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51953\/revisions\/52291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}