{"id":50434,"date":"2014-08-13T19:45:07","date_gmt":"2014-08-13T12:45:07","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=50434"},"modified":"2014-08-13T19:45:07","modified_gmt":"2014-08-13T12:45:07","slug":"peranan-integrity-dalam-sebuah-kepemimpinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/13\/peranan-integrity-dalam-sebuah-kepemimpinan\/","title":{"rendered":"Peranan Integrity Dalam Sebuah Kepemimpinan"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0Untuk menjadi seorang pemimpin jelaslah diperlukan pengikut. Untuk memiliki pengikut seseorang haruslah dapat dipercaya, dan kebutuhan terbesar untuk dapat dipercaya adalah <i>integrity<\/i>. Di lingkungan manapun seorang pemimpin berada apa yang dikatakan pemimpin harus sesuai dengan apa yang dilakukannya. Kebenaran tersebut adalah salah satu alasan mengapa <i>integrity<\/i> begitu penting dalam kepemimpinan, beberapa alasan lain mengapa <i>integrity<\/i> begitu penting dalam kepemimpinan adalah :<\/p>\n<p><i>Integrity membuat pemimpin memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain<\/i><\/p>\n<p>Dalam sebuah pelatihan tentang <i>Leadership, <\/i>seseorang bertanya kepada saya, bagaimana menerapkan pengetahuan ini sedangkan saat ini dia belum memiliki seorang staf, saya menjawab mulailah dengan memimpin diri sendiri. Kepemimpinan sepanjang saya pelajari adalah kemampuan dari dalam keluar, <i>from inside to outside.<\/i> Ketika saya berhasil memimpin diri sendiri saya berhasil memimpin orang lain, tidak ada jalan pintas. Para pelatih sepakbola selalu menyemangati teamnya \u201cbermainlah seperti pada saat latihan; bermainlah seperti pada saat latihan.\u201d Dengan <i>integrity <\/i>maka sebuah kepemimpinan akan berhasil, sebab <i>integrity<\/i> membuat seorang pemimpin memang memimpin seperti saat berlatih memimpin diri.<\/p>\n<p><i>Integrity membuat seorang pemimpin menjadi kredibel dan bukan hanya pintar<\/i><\/p>\n<p>Mudah mendapatkan orang pintar saat ini, namun menemukan orang yang kredibel, yang bisa dipercaya, tidaklah mudah. Semakin kredibel seorang pemimpin akan semakin dipercaya, dan semakin berpengaruh dan begitu sebaliknya, bila tidak kredibel akan gagal mempengaruhi orang lain.<\/p>\n<p><i>Integrity mempunyai nilai pengaruh yang besar <\/i><\/p>\n<p>Ada sebuah penelitian mengatakan bahwa orang berubah bukan melalui adu argumentasi namun orang berubah melalui apa yang mereka lihat. Dalam banyak perusahaan <i>integrity <\/i>sebagai nilai utama mereka, apakah alasan yang mendasarinya? Mereka melihat <i>integrity<\/i> memberikan pengaruh yang besar atas perusahaan mereka. Ketika semua pemimpin memegangnya yang membuat seluruh organisasi memegangnya, maka perusahaan menjadi kepercayaan masyarakat yang menghasilkan dampak sangat positif bagi pertumbuhan dan masa depan perusahaan.<\/p>\n<p><i>Integrity menghasilkan reputasi yang kuat dan bukan pencitraan<\/i><\/p>\n<p>Kegagalan seorang pemimpin merebut hati banyak orang adalah saat dia terlihat melakukan pencitraan dengan menutupi segala kekurangan, kegagalan melalui citra positif yang diusahakan. Di Indonesia saya memperhatikan sangat banyak pemimpin yang dengan kasat mata sebenarnya banyak melakukan kesalahan namun berusaha mereka tutupi dan itu adalah pencitraan. <i>Integrity <\/i>tidak membutuhkan pencitraan sama sekali, pencitraan tidaklah diperlukan untuk seorang pemimpin yang sudah melakukan apa yang dia katakan. Buah dari <i>integrity<\/i> adalah reputasi positif yang kuat yang tidak akan menggoncangkan kepercayaan banyak orang sekalipun berita-berita negatif menerpa dia.<\/p>\n<p>Masih banyak alasan mengapa <i>integrity<\/i> sangat diperlukan dalam kepimpinan. Untuk mendapatkannya tidak ada jalan pintas, diperlukan kedisiplinan yang datang dari diri sendiri, <i>inner trust, <\/i>dan keputusan untuk selalu jujur di dalam semua situasi yang dihadapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49231 alignleft\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Fadjar Ari Dewanto\/Managing Partner Business Advisory Vibiz Consulting\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0Untuk menjadi seorang pemimpin jelaslah diperlukan pengikut. Untuk memiliki pengikut seseorang haruslah dapat dipercaya, dan kebutuhan terbesar untuk dapat dipercaya adalah integrity. Di lingkungan manapun seorang pemimpin berada apa yang dikatakan pemimpin harus sesuai dengan apa yang dilakukannya. Kebenaran tersebut adalah salah satu alasan mengapa integrity begitu penting dalam kepemimpinan, beberapa alasan lain mengapa integrity begitu penting dalam kepemimpinan adalah : Integrity membuat pemimpin memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain Dalam sebuah pelatihan tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":42327,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15,1051],"tags":[3438,252,231],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50434"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50434"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50434\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50438,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50434\/revisions\/50438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}