{"id":50210,"date":"2014-08-12T16:58:25","date_gmt":"2014-08-12T09:58:25","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=50210"},"modified":"2014-08-12T16:58:25","modified_gmt":"2014-08-12T09:58:25","slug":"keterampilan-mendengar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/12\/keterampilan-mendengar\/","title":{"rendered":"Penting Untuk Memiliki Keterampilan Mendengar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0Menurut CEO profesional Lee Iacocca, 70 persen pekerjaan dari seorang manajer yang sukses adalah mendengarkan. Ini adalah sebuah pengalaman nyata dan tentunya kredibel, sebab Lee Iacocca, CEO asal Amerika ini berhasil membawa perusahaan mobil Chrysler bangkit di tahun 1980.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berapa persenkah manajer-manajer di Indonesia mengalokasikan waktunya untuk mendengarkan tim yang bekerja di bawahnya? Belum ada survei tentang hal ini, namun pengalaman saya mengajar ratusan <i>store manager<\/i> dan <i>sales manager Carrefour<\/i> yang membawahi 600 karyawan lebih di setiap gerai, umumnya mereka lebih memberikan instruksi daripada mendengarkan. Saya membuat survei kecil kepada team mereka apakah yang diharapkan dari para manajer, umumnya mereka ingin pendapatnya diperhatikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya bersama top manajemen <i>Carrefour <\/i>Indonesia melakukan beberapa program perubahan untuk sikap para <i>store manager<\/i> dan <i>sales manager Carrefour <\/i>Indonesia<i> <\/i>ini<i>. <\/i>Melalui pendekatan bahwa seorang pemimpin tugasnya adalah melakukan <i>influence <\/i>atau mempengaruhi timnya agar bekerja mencapai tujuan bersama-sama saya melakukan <i>coaching<\/i> kepada para pemimpin <i>Carrefour<\/i> Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika berbicara pengaruh maka seluruh peserta perubahan memberikan pendapatnya bahwa pengaruh dilakukan melalui memberikan instruksi, displin dan monitoring pekerjaan. Saya waktu itu memberikan arahan bahwa instruksi, disiplin dan monitoring tidak akan berjalan efektif kalau tim tidak percaya pada pemimpin, berdasarkan pengalaman saya sendiri bahwa pengaruh dibentuk ketika seorang anggota team percaya kepada atasannya, dan ketika dipercaya oleh team maka seluruh team akan mengerjakan arahan pemimpin dengan senang, termotivasi dan bukan terpaksa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar adalah bentuk nyata bagaimana seorang pemimpin membangun kepercayaan tim kepada dia, kegagalan dalam mendengar mengakibatkan kegagalan kepercayaan kepada pemimpin, dan membuat kegagalan dalam kepemimpinan yang berujung kegagalan misi dari organisasi. Menyimak pengalaman ini saya setuju dengan pendapat Lee Iacocca bahwa 70 persen pekerjaan seorang manajer sukses adalah mendengar, 30 persennya adalah mendelegasikan pekerjaan melalui instruksi, disiplin dan <i>monitoring<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar disini bukanlah mendengar yang hanya masuk telinga kiri lalu keluar telinga kanan, mendengar disini adalah mendengar dengan empati, yang membutuhkan pengenalan seorang pemimpin kepada individu-individu dalam teamnya. Kematangan dan kepribadian individu perlu menjadi perhatian para pemimpin saat mendengar, kalau tidak juga tidak akan tercipta kepercayaan pada pemimpin sebab terjadi distorsi dalam komunikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kematangan seorang individu berhubungan dengan sikap dalam pekerjaan, apakah sikap kerja yang melakukan pekerjaan sekedarnya hingga melakukan pekerjaan yang berguna untuk pengambilan keputusan. Kepribadian individu juga beragam ada individu yang begitu tenang, sensitif dan tidak mau mengambil resiko terlalu banyak, ada juga yang periang, ramai dan senang dengan popularitas. Ada individu dengan kepribadian yang bekerja sendiri saja, ada individu yang memang senangnya bekerja memerintah orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai seorang pemimpin, ketika mendengar akan menerapkan cara perhatian yang berbeda pada indvidu, sikap yang berbeda, yang dalam <i>adaptable<\/i>. Tentunya mendengar dengan empati memerlukan latihan setiap hari, mulalah hari ini untuk mendengar dan pastikan mulai mengenal siapa individu-indvidu dalam team, maka <i>trust<\/i> akan terbentuk yang membawa <i>influence<\/i> dengan menjadi motivasi bekerja yang besar yang menghasilkan sukses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49231 alignleft\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Fadjar Ari Dewanto\/Managing Partner Business Advisory Vibiz Consulting\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow)\u00a0Menurut CEO profesional Lee Iacocca, 70 persen pekerjaan dari seorang manajer yang sukses adalah mendengarkan. Ini adalah sebuah pengalaman nyata dan tentunya kredibel, sebab Lee Iacocca, CEO asal Amerika ini berhasil membawa perusahaan mobil Chrysler bangkit di tahun 1980. Berapa persenkah manajer-manajer di Indonesia mengalokasikan waktunya untuk mendengarkan tim yang bekerja di bawahnya? Belum ada survei tentang hal ini, namun pengalaman saya mengajar ratusan store manager dan sales manager Carrefour yang membawahi 600 karyawan lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":46451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15,1051],"tags":[252,3486,231,114],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50210"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50210"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50216,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50210\/revisions\/50216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}