{"id":49866,"date":"2014-08-11T19:43:50","date_gmt":"2014-08-11T12:43:50","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=49866"},"modified":"2014-08-11T19:43:50","modified_gmt":"2014-08-11T12:43:50","slug":"ketika-hr-memegang-peranan-penting-bagi-department-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/11\/ketika-hr-memegang-peranan-penting-bagi-department-lain\/","title":{"rendered":"Ketika HR Memegang Peranan Penting Bagi Department Lain"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0HRD memang bukanlah \u201cprofit center\u201d yang berfokus untuk menjadi mesin uang bagi sebuah perusahaan. Namun hal ini tidak menjadi suatu alasan untuk menganggap bahwa HRD tidak memegang peranan yang penting sehingga dapat dipandang sebelah mata. Mari kita sedikit berandai-andai, bilamanakah sebuah perusahaan yang tidak memiliki HRD dapat berjalan? Apabila dibutuhkan tenaga kerja yang baru, siapakah yang akan menjalankan rekrutmen dan segala prosesnya? Bagaimana dengan masalah remunerasi dan penetapan standardnya? Lalu siapakah yang akan perduli bilamana seseorang memiliki career path atau tidak? Akan adakah penilaian kerja secara obyetif? Dapatkah anda membayangkannya? Saya dapat memastikan sebuah perusahaan tanpa HRD bagaikan sebuah rumah tanpa dapur. Dengan kata lain tidak terjamin makan dan minum. Sesuatu yang tentunya akan fatal sekali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian hal ini tidak berarti bahwa asal saja ada HRD dalam suatu \u00a0perusahaan maka hal ini akan menjamin perusahaan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Perusahaan dengan HRD yang statis juga tidak akan memberikan dampak yang maksimal. HRD haruslah terus berkembang dan semakin eksis di tengah-tengah keberadaan bisnis yang ada. Oleh karena itu bila anda adalah salah seorang pemimpin di HRD (baik pemimpin tim kecil maupun tim besar) ataupun anda adalah pemimpin atas diri anda sendiri, anda perlu terus berinovasi sehingga keberadaan HRD akan semakin dirasakan oleh departemen lainnya bahkan oleh perusahaan itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Simple tips : Threat Other Employee as Your Customer<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika bagian marketing, atau profit center lainnya memiliki masyarakat atau pembeli sebagai customer mereka, HRD tidak dapat berkata bahwa mereka tidak memiliki customer. Setiap karyawan serta setiap department lain adalah customer bagi setiap karyawan HRD. Jika hal ini disadari oleh setiap personil HRD, maka keberadaan HRD akan memberi makna bagi seluruh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu perusahaan tempat saya pernah bekerja membuat suatu help desk pada HRDnya. Mereka yang menjadi staff dari HR helpdesk tersebut telah ditraining sedemikian rupa untuk memperlakukan siapa saja yang menghubungi mereka menjadi customer penting mereka. Mereka tidak diijinkan untuk berkata \u201ctidak tahu\u201d atau \u201cbukan bagian saya\u201d. Apa saja yang dilontarkan kepada mereka, apabila mereka tidak mengetahui jawabannya maka mereka harus mencari tahu dan kemudian menfollow up kembali karyawan yang bertanya tersebut. Andaikata pun apa yang ditanyakan tidak ada kaitannya dengan HRD maka mereka pun dapat merujuk kepada bagian yang terkait dengan tepat. Alhasil, karyawan sangat merasa tertolong dengan kehadiran HR helpdesk. Mungkin hanya 2 atau 3 orang jumlah staff HR helpdesk tetapi mereka telah merepresentasikan satu department HRD, sehingga di mata mereka HRD adalah satu department yang sangat mensupport mereka. Sehingga apa saja yang mereka butuhkan atau alami dan ketika mereka tidak tahu harus bertanya kepada siapa, nomer satu yang mereka percaya dapat membantu mereka adalah HRD. Ini adalah salah satu contoh kecil dari kontribusi yang dapat HRD berikan bagi sekelilingnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anda memegang payroll, maka anda dapat terus meningkatkan kontribusi anda yaitu dengan menjaga kualitas kerja anda dalam ketepatan dan keakuratan hasil kerja anda. Pantang untuk \u201cmolor\u201d dalam segala hal. Jika anda memegang bagian \u201ccompensation and planning\u201d maka anda harus terus memeras otak untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh karyawan baik dalam bentuk tunjangan ataupun non tunjangan.\u00a0 Tidak ada kata puas, harus selalu meningkatkan kontribusi anda bagi sekeliling dan seluruh perusahaan. Jika anda adalah bagian rekrutmen maka anda pun harus meningkatkan kontribusi dengan merekrut tenaga kerja yang berkualitas serta membekali mereka dengan pengetahuan yang cukup tentang perusahaan pada hari pertama mereka bekerja. Atau jika anda adalah bagian training maka milikilah tujuan untuk selalu ingin meningkatkan ketrampilan dan kemampuan seluruh karyawan tanpa terkecuali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika setiap anggota HRD dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah selalu berusaha memberikan kontribusi bagi sekelilingnya serta department-department lainnya maka niscaya HRD akan memberikan dampak yang berarti bagi business yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Pastikan Anda Selalu Ada di Dalam Setiap Urusan Bisnis Perusahaan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda adalah seorang HR-RM (HR Relationship Manager) maka Anda adalah perpanjangan tangan HRD bagi setiap department lainnya termasuk business department. Cobalah untuk mengetahui setiap pergerakan yang ada di business dan usahakanlah untuk selalu terlibat di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap head department akan merasa sangat \u201cnyaman\u201d ketika mengetahui di belakangnya ada seorang HRRM yang akan mensupport pergerakan business dengan luar biasa. Mulai dari memastikan terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas, memberikan paket benefit yang competitive serta mensupport setiap karyawan untuk memiliki jenjang karir yang sesuai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara kesimpulan ketika HR berupaya untuk meningkatkan kontribusinya atas department lain terutama business department maka hal ini akan membawa peningkatan tersendiri bagi HRD tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/Managing Partner Human Capital Development\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0HRD memang bukanlah \u201cprofit center\u201d yang berfokus untuk menjadi mesin uang bagi sebuah perusahaan. Namun hal ini tidak menjadi suatu alasan untuk menganggap bahwa HRD tidak memegang peranan yang penting sehingga dapat dipandang sebelah mata. Mari kita sedikit berandai-andai, bilamanakah sebuah perusahaan yang tidak memiliki HRD dapat berjalan? Apabila dibutuhkan tenaga kerja yang baru, siapakah yang akan menjalankan rekrutmen dan segala prosesnya? Bagaimana dengan masalah remunerasi dan penetapan standardnya? Lalu siapakah yang akan perduli bilamana seseorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":42668,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4,1051],"tags":[3442,3440],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49866"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49868,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49866\/revisions\/49868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}