{"id":49848,"date":"2014-08-11T19:22:00","date_gmt":"2014-08-11T12:22:00","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=49848"},"modified":"2014-08-11T19:23:39","modified_gmt":"2014-08-11T12:23:39","slug":"integrity-hal-yang-paling-penting-bagi-seorang-pemimpin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/11\/integrity-hal-yang-paling-penting-bagi-seorang-pemimpin\/","title":{"rendered":"Integrity Hal Yang Paling Penting Bagi Seorang Pemimpin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow) Merriam-Webstar<i> Dictionary \u00a0<\/i>mendefinisikan <i>integrity <\/i>sebagai <i>the state of being complete or whole, <\/i>atau seseorang terlihat utuh dan tidak terpecah. Ketika saya memiliki integritas maka saya akan melakukan apa yang saya katakan, tidak terbagi saya mengatakan apa yang tidak saya lakukan, seperti apa yang dikatakan Socrates <i>\u201c the first key to greatness is to be reality what we appear to be.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjadi seorang pemimpin saya tahu inilah <i>ingredient<\/i> yang paling penting yang harus dimiliki. Jika apa yang saya lakukan sama dengan apa yang saya katakan, maka hasilnya akan konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-1.png\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-49850\" alt=\"Integrity 1\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-1.png\" width=\"575\" height=\"252\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-1.png 575w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-1-300x131.png 300w\" sizes=\"(max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun bila perbuatan saya berbeda dengan perkataan saya, hasilnya menjadi tidak konsisten, sebagai contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-2.png\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-49852\" alt=\"Integrity 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-2.png\" width=\"576\" height=\"264\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-2.png 576w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Integrity-2-300x137.png 300w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pemimpin tidak dapat mempengaruhi orang lain dengan perkataan namun menjadi model adalah yang diperlukan, menjadi seperti buku yang terbuka yang didapat dibaca oleh orang lain itulah <i>integrity.<\/i> Rahasia atau kegagalan seorang pemimpin terletak dalam <i>integrity<\/i>. William Wallace pahlawan Skotlandia abad ke 13 dalam sebuah pertempuran melawan Inggris diperhadapkan pada situasi sulit ketika ratusan tentaranya yang sedang berusaha mendobrak gerbang kastil dengan menggunakan balok besar, sementara mereka dihujani panah oleh tentara Inggris. William menyemangati mereka dengan berteriak-teriak namun hal ini tidak membuat tentara Skotlandia bersemangat karena banyaknya yang gugur terkena panah. Keadaan ini membuat William berhenti berbicara dan berlari ke garis depan mendorong balok bersama mereka, sehingga tentara Skotlandia bersemangat, gerbang kastil berhasil didobrak dan perang dimenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa kiat untuk hidup dalam integritas adalah pertama akui bila bersalah, menjadi pertama yang memaafkan, menjadi pertama yang berdiri ketika orang lain masih duduk. Lakukan apa yang benar sekalipun orang lain tidak melakukannya dan berkata tidak ketika orang memaksa melakukan yang salah. Ceritakan kebenaran dan siap menerima akibatnya dan berdirilah untuk apa yang dipercaya sekalipun ada penolakan. Ketika menghadapi kesulitan lakukan yang terbaik sekalipun mungkin perlu pengorbanan dan hadapi ketakutan tanpa berlari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49231 alignleft\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Fadjar Ari Dewanto\/Managing Partner Business Advisory Vibiz Consulting\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Lead &amp; Follow) Merriam-Webstar Dictionary \u00a0mendefinisikan integrity sebagai the state of being complete or whole, atau seseorang terlihat utuh dan tidak terpecah. Ketika saya memiliki integritas maka saya akan melakukan apa yang saya katakan, tidak terbagi saya mengatakan apa yang tidak saya lakukan, seperti apa yang dikatakan Socrates \u201c the first key to greatness is to be reality what we appear to be.\u201d Untuk menjadi seorang pemimpin saya tahu inilah ingredient yang paling penting yang harus dimiliki. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":46472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[3438,231,114],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49848"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49848"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49856,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49848\/revisions\/49856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}