{"id":48922,"date":"2014-08-07T18:38:29","date_gmt":"2014-08-07T11:38:29","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=48922"},"modified":"2014-08-07T19:25:38","modified_gmt":"2014-08-07T12:25:38","slug":"tiongkok-perketat-layanan-wechat-di-negerinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/07\/tiongkok-perketat-layanan-wechat-di-negerinya\/","title":{"rendered":"Tiongkok Perketat Layanan WeChat Di Negerinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Mulai hari ini di Tiongkok untuk memiliki akun sosial media harus menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi sehingga pengiriman pesan-pesan apapun melalui sosmed akan jelas siapa pengirimnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini merupakan salah satu peraturan baru yang dibuat oleh Pemerintah Tiongkok\u00a0 untuk pengelolaan layanan pesan instan. Pemerintah melalui\u00a0The State Internet Information Office mengumumkan regulasi baru yang\u00a0\u00a0 memperketat pengelolaan layanan pesan instan untuk\u00a0 membangun dunia maya yang bersih di Tiongkok.<\/p>\n<p>Berikut ringkasan regulasi yang dibuat oleh pemerintah Tiongkok yang\u00a0 ditujukan kepada akun publik yang berbasis langgan\u00a0 dan yang dapat menyebarkan informasi dalam skala besar yang berpusat di Tiongkok seperti WeChat.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pendaftar baru\u00a0 untuk pertama kalinya diwajibkan untuk mendaftar dengan nama asli yang terlebih dahulu akan di verifikasi. Pengguna akun tersebut harus mematuhi hukum dan peraturan, sistem sosialis, kepentingan nasional, hak hukum dan kepentingan warga negara, ketertiban umum, moralitas sosial.<\/li>\n<li>Dan untuk penyedia layanan pesan instan bertanggung jawab atas layanan\u00a0 yang aman dan bersih yang juga\u00a0 melindungi informasi dan privasi warga pengguna. Selain itu tunduk pada pengawasan publik dan bertindak cepat terhadap\u00a0 informasi yang ilegal .<\/li>\n<li>Jika ditemukan informasi yang ilegal, Regulator akan memperingatkan pelanggar, membatasi hak-hak mereka terhadap akun sosmed tersebut dan juga akan\u00a0 menutup akun mereka berdasarkan tingkat pelanggaran.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peraturan ini bertujuan untuk mempromosikan industri pesan singkat yang sedang bertumbuh cepat dan juga menjaga keamanan nasional serta kepentingan publik kepentingan publik. hal ini disampaikan badan internet Negara tersebut seperti yang dilansir <em>China Economic Net<\/em> hari ini (7\/8).<\/p>\n<p>Melalui peraturan itu juga pengguna pesan singat yang populer di Tiongkok &#8211; WeChat\u00a0 memungkinkan pengguna untuk mengirim teks, foto, video dan pesan suara melalui perangkat mobile. Dan akun publik\u00a0 pada layanan tersebut bisa dimiliki oleh individu, organisasi dan perusahaan.<\/p>\n<p>Apa yang dilakukan pemerintah Tiongkok ini sebenarnya tidak disukai oleh para blogger dan pengguna sosmed kebanyakan, namun pemerintah berusaha menahan gejolak sosial masyarakat jika ada informasi &#8211; informasi ilegal seperti yang berbau kekerasan, terorisme dan pornografi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Joel\/Journalist\/VM\/BL<\/em><br \/>\n<em>Editor : Jul Allens<\/em><br \/>\n<em>image : wikipedia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today)\u00a0 Mulai hari ini di Tiongkok untuk memiliki akun sosial media harus menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi sehingga pengiriman pesan-pesan apapun melalui sosmed akan jelas siapa pengirimnya. Hal ini merupakan salah satu peraturan baru yang dibuat oleh Pemerintah Tiongkok\u00a0 untuk pengelolaan layanan pesan instan. Pemerintah melalui\u00a0The State Internet Information Office mengumumkan regulasi baru yang\u00a0\u00a0 memperketat pengelolaan layanan pesan instan untuk\u00a0 membangun dunia maya yang bersih di Tiongkok. Berikut ringkasan regulasi yang dibuat oleh pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":48971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,7941],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48922"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48922"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48995,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48922\/revisions\/48995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}