{"id":4682,"date":"2013-05-09T13:19:51","date_gmt":"2013-05-09T06:19:51","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4682"},"modified":"2013-05-09T13:19:51","modified_gmt":"2013-05-09T06:19:51","slug":"value-analysis-mengoptimalkan-value-produk-atau-proses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/05\/09\/value-analysis-mengoptimalkan-value-produk-atau-proses\/","title":{"rendered":"Value Analysis? Why Not"},"content":{"rendered":"<h1><strong>Value Analysis ? Why Not<\/strong><\/h1>\n<p>(Business Lounge &#8211; Operate Efficiently) <em>Value analysis<\/em> merupakan salah satu perangkat analisa yang tua, namun masih relevan untuk diimplementasikan saat ini.<\/p>\n<p>Apa itu <em>value analysis<\/em>, manfaat dan bagaimana menjalankannya?<\/p>\n<p><em>Value analysis<\/em> adalah suatu perangkat analisa yang digunakan untuk meningkatkan <em>value<\/em> suatu produk atau jasa yang dibeli ataupun diproduksi, baik itu dengan menekan biaya ataupun meningkatkan kinerja.<\/p>\n<p><em>Value analysis<\/em> memiliki beberapa manfaat, diantaranya:<br \/>\n\u00b7 Mengurangi penggunaan dan biaya bahan baku<br \/>\n\u00b7 Mengurangi biaya distribusi<br \/>\n\u00b7 Mengurangi <em>waste<\/em><br \/>\n\u00b7 Meningkatkan <em>profit margin<\/em><br \/>\n\u00b7 Meningkatkan kepuasan pelanggan<br \/>\n\u00b7 Meningkatkan moral karyawan<\/p>\n<p>Kapan Anda dapat melakukan <em>value analysis<\/em>?<br \/>\n\u00b7 Ketika sedang menganalisa produk atau proses, untuk menentukan <em>value<\/em> asli dari tiap-tiap komponen<br \/>\n\u00b7 Ketika akan melakukan penghematan, untuk menentukan komponen mana yang akan dioptimalkan<br \/>\n\u00b7 Ketika item yang akan dianalisa bisa dipecah menjadi beberapa sub-komponen, dan terdapat biaya dan <em>value<\/em> yang terkait dengannya.<\/p>\n<h4><strong>Langkah Value Analysis<\/strong><\/h4>\n<p>Sejak era Perang Dunia III, langkah <em>value analysis<\/em> sudah mulai dilakukan. Saat itu, <em>General Electric<\/em> mengalami kesulitan dalam memperoleh komponen dan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi. Sehingga mereka menyuruh insinyurnya, Lawrence D. Miles untuk menemukan bahan baku dan komponen substitusi yang akan digunakan untuk memproduksi perlengkapan perang. Dalam pencariannya, Miles menemukan bahwa setiap bahan baku punya karakteristik unik yang dapat meningkatkan kinerja produk jika didesain dengan baik.<\/p>\n<p>Larry Miles mengembangkan konsep yakni <em>Function Analysis<\/em>, salah satu elemen dari proses <em>value analysis<\/em>. Disini, pertama kali Anda melakukan konversi produk maupun proses menjadi dua kata yang disebut <em>Functions<\/em>. Misalnya, ketika sedang mempertimbangkan mengenai produk atau proses, pikirkan apa yang dilakukannya? Apa yang menjadi fungsi utamanya? Contohnya adalah menghilangkan polutan. Selanjutnya, yang dikonsentrasikan adalah pada dua kata ini, bukannya produk atau proses tertentu. Ini disebut sebagai serangkaian <em>Function Analysis<\/em>.<\/p>\n<p>Dengan berkonsentrasi untuk memecahkan masalah dengan <em>Function<\/em> yang terdiri dari dua kata ini, maka tim dapat mencapai beberapa tujuan:<br \/>\n\u00b7 Tim bisa lebih kreatif dalam mengembangkan pemecahan masalah, dibandingkan dengan hanya terpaku pada produk\/proses tertentu.<br \/>\n\u00b7 Tim bisa lebih fokus pada apa yang menjadi fungsi penting suatu produk bagi pelanggan, bukannya mekanisme teknis dari produk<br \/>\n\u00b7 Tim bisa memahami esensi utama dari kerumitan suatu produk ataupun proses.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ini dinamakan <em>Function Diagram<\/em> atau FAST Diagram.<\/p>\n<p>Selanjutnya, tim mengalokasikan biaya ke dalam <em>Function Diagram<\/em>, yang menghasilkan suatu struktur hierarki <em>Costed FAST Diagram<\/em>. Kini, tim punya cara pandang yang baru, yakni <em>Function-Cost<\/em>, menggantikan sebelumnya <em>Hardware-Cost<\/em>. Selain itu, dalam FAST Diagram juga bisa mencakup data mengenai perilaku, keinginan, dan kebutuhan dari pelanggan. Ini menghasilkan kehadiran dimensi <em>Function-Cost<\/em> dan <em>Function-Worth<\/em>. Dengan demikian maka tim dapat mengidentifikasi dan berfokus pada fungsi-fungsi tersebut dan melihat apakah terdapat ketidaksesuaian antara kedua parameter tersebut.<\/p>\n<p><em>Value Analysis<\/em> terdiri dari delapan elemen utama, yakni:<br \/>\n\u00b7 <em>Function analysis<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Function-cost<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Function-worth<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Create by function<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Implementation<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 The job plan<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 The team<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Ownership<\/em><\/p>\n<p>Langkah yang terkait dengan <em>function<\/em> sudah dibahas diatas, demikian ini adalah langkah selanjutnya:<br \/>\n<strong><em>Implementation<\/em><\/strong><br \/>\nSebelum melakukan studi, tim perlu untuk mengidentifikasi bagaimana hasil yang mereka antisipasikan. Selanjutnya, identifikasi pula hambatan-hambatan yang mungkin akan dialami dalam implementasi tersebut, sekaligus tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi hambatan tersebut. Ini sama dengan manajemen risiko.\u00a0 Selanjutnya, daftar ini di evaluasi secara periodik.<\/p>\n<p><strong><em>Job Plan<\/em><\/strong><br \/>\n<em>Job Plan<\/em> ala Miles terdiri dari enam prosedur, sementara dalam perkembangannya di masa modern kemudian menjadi delapan langkah berikut:<br \/>\n<em>\u00b7 Preparation<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Information<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Analysis<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Creation<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Synthesis<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Development<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Presentation<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 Follow-up<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Team<\/em><\/strong><br \/>\n<em>Team value analysis<\/em> idealnya terdiri dari lima orang <em>expert<\/em> yang mengenai produk yang sedang dipelajari, dan dari disiplin berbeda. Mereka adalah pihak pengambilan keputusan yang punya tanggung jawab terhadap produk ini.<\/p>\n<p><strong>Kapabilitas<\/strong> yang harus ada dalam tim:<br \/>\n\u00b7<em> DESIGN<\/em><br \/>\n<em> Project Engineer, Chief Draftsman, Designer. Idealnya adalah insinyur yang bertanggung jawab terhadap produk tersebut.<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 OPERATIONS<\/em><br \/>\n<em> Factory Supervisor, Industrial Engineer, Manufacturing Engineer, Methods Engineer<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 COST<\/em><br \/>\n<em> Cost Estimator, Industrial Engineer, Accountant<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 OUTREACH<\/em><br \/>\n<em> Marketing, Sales, Field Service, Purchasing<\/em><br \/>\n<em> \u00b7 CATALYST<\/em><br \/>\n<em> Constructive Troublemaker,<\/em> bisa jadi seorang <em>Engineer, Product Manager<\/em>, atau <em>Marketer<\/em><\/p>\n<p><em><strong>Ownership<\/strong><\/em><br \/>\nSelama fase pembentukan<em> job plan<\/em>, seiring dengan berkembangnya ide dan konsep, pemimpin tim akan menanyakan siapa diantara anggota tim yang akan menjadi <em>Champion<\/em> dari ide atau konsep tersebut. Jika tidak ada yang mau, maka ide atau konsep tersebut tidak dipertimbangkan. Orang yang setuju untuk menjadi <em>Champion<\/em> ini adalah yang bertanggung jawab terhadap kelayakan ide dan konsep, juga kelayakan secara finansial. Jadi, dalam tiap ide\/konsep harus ada orang yang bertanggung jawab penuh, terdapat <em>ownership<\/em> dalam tiap ide\/konsep.<\/p>\n<p>(Rinella Putri\/IC\/BL-VBM)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Value Analysis ? Why Not (Business Lounge &#8211; Operate Efficiently) Value analysis merupakan salah satu perangkat analisa yang tua, namun masih relevan untuk diimplementasikan saat ini. Apa itu value analysis, manfaat dan bagaimana menjalankannya? Value analysis adalah suatu perangkat analisa yang digunakan untuk meningkatkan value suatu produk atau jasa yang dibeli ataupun diproduksi, baik itu dengan menekan biaya ataupun meningkatkan kinerja. Value analysis memiliki beberapa manfaat, diantaranya: \u00b7 Mengurangi penggunaan dan biaya bahan baku \u00b7 Mengurangi biaya distribusi \u00b7 Mengurangi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24988,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4682"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4682"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4682\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}