{"id":4547,"date":"2013-03-08T11:13:48","date_gmt":"2013-03-08T11:13:48","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4547"},"modified":"2013-03-08T11:13:48","modified_gmt":"2013-03-08T11:13:48","slug":"ibu-rumah-tangga-pakar-logistik-dan-supply-chain-management-terbaik-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/08\/ibu-rumah-tangga-pakar-logistik-dan-supply-chain-management-terbaik-di-dunia\/","title":{"rendered":"Ini Dia, Pakar Logistik dan Supply Chain Management Terbaik"},"content":{"rendered":"<h2>Ini Dia, Pakar Logistik dan Supply Chain Management Terbaik<\/h2>\n<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality)<\/p>\n<p>Pertama kali ijinkanlah saya menerangkan sedikit tentang Logistik dan <em>Supply Chain<\/em> dalam bahasa sederhana di hari ibu, 22 Desember 2011 ini.\u00a0 Adalah Logistik berasal dari <em>Military Science<\/em> dan bahkan telah ada semenjak jaman Romawi dahulu.\u00a0 Berasal dari kata \u201cLogis\u201d dan \u201cThickos\u201d atau dalam bahasa sederhana dapat dikatakan berpikir secara rasio dengan menggunakan angka sebagai tolak ukurnya.\u00a0 Dalam perkembangannya lebih lanjut Logistik tumbuh menjadi bagian dari ilmu Industrial <em>Engineering<\/em> dan sekarang ada juga yang menempatkan bagian <em>part of Management<\/em>.<\/p>\n<p>Logistik yang merupakan bagian dari <em>Supply Chain Management<\/em> mempunyai beberapa aktivitas manajemen pokok seperti; <em>Procurement<\/em>\/Pengadaan, <em>Warehousing<\/em>\/Pergudangan, <em>Inventory<\/em> \/Persediaan, <em>Production<\/em>\/Operasi, Transportasi\/Distribusi, <em>Customer Services<\/em>\/Pelayanan dengan melibatkan <em>flow of goods, flow of information<\/em> dan <em>flow of money<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam bahasa saya yang sederhana dapatlah juga dikatakan bahwa Logistik adalah ilmu dan seni yang mempelajari bagaimana menurunkan <em>cost<\/em> tanpa mengurangi kualitas secara efektif dan efisien seperti yang diinginkan pelanggan.<\/p>\n<p>OK, baiklah kita lihat satu persatu aktivitas Logistik yang dilakukan oleh ibu Rumah Tangga sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>Procurement\/Pengadaan<\/strong><\/p>\n<p>Aktivitas ini bertanggung jawab akan mencari <em>sourcing raw material<\/em>, <em>energy<\/em> maupun <em>resources<\/em> lainnya.\u00a0 Seorang ibu Rumah Tangga dengan sangat terampilnya dapat menerangkan dan menunjukkan <em>source of resources<\/em> yang dimaksud.\u00a0 Mulai dari beli kangkung, <em>wearing apparel<\/em>, mencari PRT, sekolah anak, kursus anak, <em>laundry<\/em>, berurusan dengan tukang sayur tradisional sampai urusan dengan modern retail.<\/p>\n<p>Bahkan dalam pelaksanaannya, perlu dilakukan survey dan sampling ke beberapa supplier (bahkan dalam case tertentu semua supplier) untuk mendapatkan komparison harga dan kualitas.\u00a0 Meskipun dalam penentuan pemilihan supplier ternyata ditetapkan membeli dari supplier yang dikunjungi pertama kali.\u00a0 Hal tersebut terkadang memang membuat frustasi lawan jenisnya \u2013 apalagi yang bukan berasal dari dunia Logistik.<br \/>\nKepiawaian menawar atau <em>bargaining<\/em> tidaklah diragukan bahkan didukung oleh <em>body gesture<\/em> yang seakan-akan tidak membutuhkan supplier yang bersangkutan dengan melakukan gerakan meninggalkan supplier dengan harapan dipanggil.<\/p>\n<p>Semua dilakukan dalam konsep Logistik, yaitu mencari <em>resources<\/em> dengan kualitas terbaik dengan harga terekonomis (baca: terendah) atau bahkan menerapkan prinsip <em>economic of scale<\/em>, tentunya\u00a0 dibawah pimpinan Procurement Manager, yaitu ibu Rumah Tangga.<\/p>\n<p><strong>Warehousing\/Pergudangan<\/strong><\/p>\n<p>Memangnya ada gudang di rumah?\u00a0 Barangkali selama ini belum terpikir oleh anda sampai hari ini, tapi ijinkanlah saya memberitahukan anda untuk melihat kulkas sebagai miniatur sebuah gudang modern.\u00a0 Di bagian bawah kulkas untuk penempatan <em>Fast Moving<\/em> and <em>Medium Moving<\/em> serta bagian freezernya untuk <em>Cold Chain<\/em> dan <em>Slow Moving<\/em> area.<br \/>\nTelah terbagi areal untuk sayur mayur, telur, daging dan lain sebagainya yang tidak boleh mixture bahkan <em>forbidden<\/em>.\u00a0 Bayangkan jika <em>Ice Cream Magnum<\/em> ditaruh disebelah terasi, maka akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan tentunya.\u00a0 Dengan sekali lirik stock level yang telah ada di kulkas maupun yang disimpan di tempat lain dapat membuat kegiatan Procurement kembali diadakan.<br \/>\nSelain kulkas, tentunya masih ada tempat lain yang dijadikan gudang penyimpanan dan terkadang hanya diketahui olehnya seorang, misalnya tempat menaruh uang lebihan belanja dari suami.<br \/>\nDapatlah dikatakan bahwa penataan kulkas atau gudang lainnya berada dibawah pimpinan Warehouse Manager, yaitu Ibu Rumah Tangga.<\/p>\n<p><strong>Inventory\/Persediaan<\/strong><\/p>\n<p>Aktivitias ini tentunya erat kaitannya dengan ilmu pergudangan.\u00a0 Dengan memperhatikan <em>stock level of goods<\/em> dengan sekali lirik seorang ibu Rumah Tangga dapat langsung memutuskan kapan waktunya untuk kembali melakukan <em>Procument Activity<\/em>.\u00a0 Penempatan persediaan dengan kaidah SKU\/<em>Stock Keeping Unit<\/em> memang telah \u2018mendarah daging\u2019\u00a0 bagi seorang ibu Rumah Tangga.\u00a0 Lihatlah bagaimana seorang ibu Rumah Tangga membuat urutan yang menakjubkan untuk mematchingkan kombinasi antara sepatu, tas serta pakaian dengan konsep <em>Life Cycle<\/em> yang dapat memadukan ketiganya secara sequent waktu pendek, menengah dan panjang sesuai tuntutan pasar (baca: suami, anak, arisan, reuni, gosip, nongkrong di mall, dll).\u00a0 Inventory\/persediaan menjadi sesuatu hal yang dinamis dan tidak membosankan dibawah pimpinan Inventory Manager, yaitu ibu Rumah Tangga.<\/p>\n<p>Sedikit catatan disini bahwa ada sedikit keengganan dari ibu Rumah Tangga untuk melakukan proses berikutnya yaitu Disposal alias pembuangan\/penghancuran <em>waste<\/em> atau <em>used goods<\/em>.\u00a0 Untuk hal Disposal, lebih banyak ibu Rumah Tangga yang menerapkan prinsip <em>anticipation in advance<\/em>, walaupun contohnya, sepatunya telah <em>out of date<\/em>, karena mereka tahu bahwa mode sepatupun mempunyai <em>Life Cycle<\/em> yang selalu berulang.<\/p>\n<p><strong>Production\/Operasi<\/strong><\/p>\n<p>Yang terlintas jika mendengar Production activities adalah kegiatan manufacturing atau pabrik.\u00a0 Lantas dimanakah letak pabriknya?\u00a0 Jawabannya adalah di dapur yang memang merupakan tempat perubahan <em>Raw Material<\/em> menjadi <em>Finished Goods<\/em> sesuai dengan keinginan pelanggan.\u00a0\u00a0 Kegiatan manufacturing ini tentunya tekait erat dengan kegiatan Procurement, <em>Warehousing<\/em> serta Inventory.\u00a0\u00a0 Umumnya kegiatan Manufacturing ini berkaitan erat dengan budget yang diterima dari suami.<\/p>\n<p>Input akan menentukan proses.\u00a0 Proses akan menentukan output.\u00a0 Output akan menentukan loyalitas pelanggan demikianlah kira-kira alur pikir yang dipakai.\u00a0 Sebagai contoh, nasi goreng enak yang dibuat oleh seorang\u00a0 ibu Rumah Tangga untuk anak dan suaminya akan menjadi cerita lain, jika garam yang dipakai untuk memproduksi nasi goreng adalah garam Inggris.<\/p>\n<p>Berlainan dengan <em>common<\/em> manufacturing yang memproduksi finished <em>goods<\/em> berdasarkan <em>stamping<\/em> dan <em>dies<\/em> yang telah ditentukan alias spesialisasi, kata kunci manufacturing seorang ibu Rumah Tangga sebagai <em>Production Manager<\/em> atau Manufacturing adalah differensiasi alias keunikan selain quality, tentunya.<br \/>\nBagaimana dengan peribahasa nenek moyang kita yang mengatakan bahwa cinta bisa lahir dari perut?<\/p>\n<p><strong>Transportasi\/Distribusi<\/strong><\/p>\n<p>Kegiatan memindahkan suatu produk dari <em>point of origin<\/em> ke <em>point of destination<\/em> inipun dilakukan seorang ibu Rumah Tangga dengan memakai beberapa <em>constraint<\/em> yang ajaib.\u00a0 Jika anda seorang laki-laki, bisakah anda membayangkan harus mentransportasikan atau mendistribusikan diri anda sendiri ke arisan atau melakukan kegiatan <em>Procurement<\/em> dengan tetap memakai high heel sementara harus berjuang mendapatkan tempat hanya untuk berdiri di Busway dengan tetap menjaga keutuhan <em>make up<\/em>, misalnya.<br \/>\nAntar jemput anak ke sekolah ataupun tempat les memperlihatkan kepiawaian dalam mempergunakan <em>time management<\/em>.<\/p>\n<p>Disisi lain pendistribusian juga memperlihatkan kepakaran seorang ibu Rumah Tangga sebagai Distribustion Manager untuk membagi porsi gaji suaminya agar kegiatan <em>Procurement, Warehousing, Inventory<\/em> serta Transportasi atau Distribusi.<\/p>\n<p><strong>Customer Service\/Pelayanan<\/strong><\/p>\n<p><em>If it is to be, it is up to Customer<\/em>.\u00a0 Demikianlah prinsip bisnis sekarang.\u00a0 <em>Customer is the King, as long as they pay<\/em>.\u00a0 Demikianlah tambahannya.\u00a0 Prinsip menyenangkan hati pelanggan ini dengan dasar listening and understanding memang menjadi senjata maut seorang ibu Rumah Tangga.\u00a0 Empati dan simpati merupakan kombinasi yang membuat seorang ibu Rumah Tangga mau mendengarkan curahan hati, baik terprogram maupun colongan dari rekan bicaranya.\u00a0 Bahkan hal inilah yang dapat membuatnya menangis menyaksikan sinetron Winter Sonata maupun merasakan kegelisahan seorang Julia Perez menanti restu ibunda.<br \/>\nSebagai contoh lainnya, jika ada seorang bayi rewel di tengah malam yang dapat menciptakan suasana kurang kondusif, maka solusi terbaiknya ada di tangan ibu Rumah Tangga.<\/p>\n<p>Siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai pasar.\u00a0 Siapa yang menguasai pasar dialah yang menguasai bisnis.\u00a0 Prinsip inilah yang kemudian diterapkan dengan baik oleh ibu Rumah Tangga.\u00a0 Dengan cepat ibu Rumah Tangga dapat mendeteksi kegundahan anak-anaknya maupun kecentilan suaminya.<br \/>\nDi sisi lain, kegiatan <em>Customer Service<\/em> ini memang mempunyai sisi lain alias gosip alias <em>wanna know<\/em> urusan orang.\u00a0 Siapakah salah satu barisan yang paling pertama mendengar bahawa Nikita Willy sedang jalan dengan Miguel atau Ayu Ting Ting ngebet nikah kalau bukan ibu Rumah Tangga selaku Customer Service Manager.<\/p>\n<p><strong>Other\/Tambahan<\/strong><br \/>\nSebagai tambahan dapatlah dikatakan bahwa kegiatan Logistik mempunyai ciri khas lain, yaitu <em>Demand Forecasting, Safety, Detail dan Continous Improvement<\/em> yang dalam bahasa sederhana itu berarti antisipasi apa yang diinginkan pelanggan, main aman, terperinci dan selalu mengingkan lebih baik.<\/p>\n<p>Inilah sekumpulan ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang ibu Rumah Tangga \u2013 pakar Logistik dan <em>Supply Chain<\/em> terbaik di dunia.\u00a0 Selamat hari ibu.<\/p>\n<p>(DH\/IC\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini Dia, Pakar Logistik dan Supply Chain Management Terbaik (The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality) Pertama kali ijinkanlah saya menerangkan sedikit tentang Logistik dan Supply Chain dalam bahasa sederhana di hari ibu, 22 Desember 2011 ini.\u00a0 Adalah Logistik berasal dari Military Science dan bahkan telah ada semenjak jaman Romawi dahulu.\u00a0 Berasal dari kata \u201cLogis\u201d dan \u201cThickos\u201d atau dalam bahasa sederhana dapat dikatakan berpikir secara rasio dengan menggunakan angka sebagai tolak ukurnya.\u00a0 Dalam perkembangannya lebih lanjut Logistik tumbuh menjadi bagian dari ilmu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24988,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4547"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}