{"id":45124,"date":"2014-07-23T19:03:55","date_gmt":"2014-07-23T12:03:55","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=45124"},"modified":"2014-08-06T19:35:40","modified_gmt":"2014-08-06T12:35:40","slug":"membangun-kepercayaan-customer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/07\/23\/membangun-kepercayaan-customer\/","title":{"rendered":"Membangun Kepercayaan Customer"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Infog-61.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-45130 aligncenter\" alt=\"Infog-61\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Infog-61.jpg\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Infog-61.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Infog-61-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate The Market) Beberapa kali saya mendapatkan telepon dari seorang marketing yang sama tetapi dengan bendera yang berbeda-beda. Saya sempat bertanya kok benderanya berbeda? Dengan santai dia katakan bahwa ia sudah pindah perusahaan investasi dan kemudian ia mencoba menawarkan produknya kepada mereka yang sebelumnya menjadi <i>customer<\/i>nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hmmm, hal ini sudah sering terjadi, apalagi jika marketing ini adalah marketing senior yang sudah memiliki banyak <i>customer.<\/i> Jika ia pindah sudah dapat dipastikan ia akan membawa <i>customer-customer <\/i>kelas kakapknya juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Pentingnya Kepercayaan <i>Customer<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu faktor penting yang harus didapatkan seorang marketing Sejati dalam berbisnis adalah kepercayaan dari <i>customer<\/i> atau calon <i>customer<\/i>nya. Sebuah hubungan bisnis yang kuat sangat ditentukan oleh besarnya kepercayaaan <i>client<\/i> terhadap sebuah produk atau perusahaan. Dalam hal inilah seorang marketing mengambil peran besar bagaimana membangun kepercayaan seorang<i> customer<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Membangun Kepercayaan <i>Customer<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut hal-hal yang penting dilakukan seorang Marketing untuk membangun kepercayaan seorang <i>customer<\/i>:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a. Bersikap professional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sikap professional sangat diperlukan dalam menjalin kerjasama dengan <i>customer<\/i> Anda. Hal ini akan sangat terlihat dari cara Anda menawarkan produk, berkomunikasi dengan <i>customer<\/i>. Cara anda meyakinkan <i>customer<\/i> secara profesional sangatlah menentukan. Bukan hanya Anda memberikan informasi yang selalu mengedepankan produk yang Anda tawarkan, tetapi secara profesional Anda dapat menjelaskan secara terperinci mengapa <i>customer<\/i> memilih produk yang Anda tawarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b. Aktif berkomunikasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunikasi yang baik harus dilakukan, bukan saja Anda menawarkan produk tetapi hal yang tidak kalah penting adalah Anda mengetahui apa yang menjadi kebutuhan <i>customer<\/i>.\u00a0 Dalam hal ini Anda dapat menjadi seorang pendengar yang baik, bukan saja pujian tetapi juga kritikan dari <i>customer<\/i> Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c. Terbuka kepada <i>customer<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang <i>customer<\/i> akan semakin mempercayai Anda jikalau Anda dapat terbuka. Saat Anda melakukan kesalahan sekalipun, jangan takut untuk terbuka kepada <i>customer<\/i> Anda dan tunjukkan komitmen Anda untuk bertanggungjawab.\u00a0 Bersikaplah terbuka dan apa adanya untuk menyampaikan setiap perubahan termasuk kebijakan-kebijakan yang kurang menguntungkan <i>customer<\/i>. Jadilah partner yang menyenangkan bagi <i>customer<\/i> Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">d. Konsisten<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsisten merupakan salah satu faktor kuat yang dapat mempengaruhi kepercayaan <i>customer<\/i>. Ketika Anda dengan konsisten membangun komunikasi, memberikan servis dan meyakinkan <i>customer<\/i> Anda, hal ini akan membangun suatu kepercayaan yang semakin hari semakin kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">e. Biarkan <i>customer<\/i> Anda yang menilai<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap <i>customer<\/i> berhak untuk menilai siapa Anda dan bagaimana kualitas Anda sebagai seorang <i>sales person<\/i> dan produk yang Anda tawarkan.\u00a0 Baik buruk penilaian terhadap Anda atau produk yang Anda jual bukan berdasarkan apa yang Anda katakan tetapi setiap <i>customer<\/i> berhak untuk menilai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">f. Jadilah teman bagi <i>customer<\/i> Anda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap <i>customer<\/i> akan merasa nyaman bekerjasama dengan Anda ketika dia yakin bahwa Anda selalu berpihak kepadanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi tidak susahkan untuk mendapatkan kepercayaan <i>customer <\/i>Anda? Mulailah membangun <i>relationship<\/i> dengan mereka dan dapatkan kepercayaan mereka.<\/p>\n<p><em>Vindriani\/Contributor\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate The Market) Beberapa kali saya mendapatkan telepon dari seorang marketing yang sama tetapi dengan bendera yang berbeda-beda. Saya sempat bertanya kok benderanya berbeda? Dengan santai dia katakan bahwa ia sudah pindah perusahaan investasi dan kemudian ia mencoba menawarkan produknya kepada mereka yang sebelumnya menjadi customernya. Hmmm, hal ini sudah sering terjadi, apalagi jika marketing ini adalah marketing senior yang sudah memiliki banyak customer. Jika ia pindah sudah dapat dipastikan ia akan membawa customer-customer kelas kakapknya juga. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":45127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1051,16],"tags":[1283,2825],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45124"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45124"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45150,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45124\/revisions\/45150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}