{"id":4444,"date":"2013-01-28T07:55:34","date_gmt":"2013-01-28T00:55:34","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4444"},"modified":"2014-03-08T11:03:49","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:49","slug":"menjadi-seorang-marketing-yang-berhasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/01\/28\/menjadi-seorang-marketing-yang-berhasil\/","title":{"rendered":"Menjadi Seorang Marketing Yang Berhasil"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang seorang <em>salesman<\/em> dan <em>saleswoman <\/em>\u00a0yang menawarkan produk baik \u00a0barang maupun jasa dari berbagai macam perusahaan. Banyak orang berpandangan negatif tentang pekerjaan seorang Marketing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya Marketing adalah ujung tombak\u00a0 suatu perusahaan yang akan menentuakan apakah suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Tugas utamanya , yaitu menjual produk atau jasa yang merupakan sumber pemasukan bagi suatu perusahaan. Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah <a href=\"http:\/\/id.jobsdb.com\/\">kerja<\/a> sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa dan semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa tips untuk menjadi seorang Marketing yang berhasil :<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kenali market Anda <\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentukan segmen mana yang akan Anda pasarkan produk \/ jasa yang Anda jual. Pastikan Anda menjualnya pada orang yang tepat , the right user.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Berpenampilan menarik<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesan pertama tentang diri Anda akan terlihat dari penampilan Anda. Anda tidak pernah tahu kapan dan di mana Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Jadi, berikanlah kesan baik dan meyakinkan senantiasa kapan pun calon client melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka client Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Perluaslah koneksi atau kenalan Anda<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah\u00a0 tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan <em>client<\/em> baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Product Knowledge merupakan factor yang harus Anda kuasai. Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon <em>client<\/em> tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai kelebihan, kekurangan, harga, kualitas dan hal lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keluar dari <em>comfort zone<\/em> <\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan <em>client<\/em> dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan cepat puas dengan apa yang sudah Anda raih. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ciptakan antusiasme dalam diri Anda<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau usaha bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ketahanan mental<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh <em>client.<\/em> Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. Tetap konsisten dalam <a href=\"http:\/\/id.jobsdb.com\/\">pekerjaan<\/a> dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Catat testimonial<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika <em>Client<\/em> Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Indriani Vera\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang seorang salesman dan saleswoman \u00a0yang menawarkan produk baik \u00a0barang maupun jasa dari berbagai macam perusahaan. Banyak orang berpandangan negatif tentang pekerjaan seorang Marketing. &nbsp; Sebenarnya Marketing adalah ujung tombak\u00a0 suatu perusahaan yang akan menentuakan apakah suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Tugas utamanya , yaitu menjual produk atau jasa yang merupakan sumber pemasukan bagi suatu perusahaan. Banyak yang mengatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4444"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27406,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4444\/revisions\/27406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}