{"id":4431,"date":"2013-01-31T07:29:46","date_gmt":"2013-01-31T00:29:46","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4431"},"modified":"2014-03-08T11:03:49","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:49","slug":"innovation-as-a-unique-part-of-the-marketing-learning-from-steve-jobs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/01\/31\/innovation-as-a-unique-part-of-the-marketing-learning-from-steve-jobs\/","title":{"rendered":"Innovation As a Unique Part Of The Marketing (Learning From Steve Jobs)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Inovasi merupakan bagian yang penting dalam suatu bisnis yang kita miliki, terlebih lagi kalau kita memiliki produk yang harus kita jual. Bahkan kalau kita ingin supaya bisnis kita tetap maju dan berkembang, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Sekarang pertanyaannya adalah dalam hal apa\u00a0 saja yang perlu disentuh oleh inovasi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbicara tentang inovasi khususnya di marketing, maka pikiran orang umumnya langsung tertuju kepada diferensiasi produk. Padahal kenyatannya tidak lah demikian. Beberapa teori yang sempat dikemukakan oleh Peter Doyle &amp; Susan Bridgewater dalam bukunya yang berjudul \u201cInnovation in Marketing\u201d, menunjukkan bahwa inovasi di marketing tidak terbatas pada produk saja melainkan juga bagaimana mencari saluran yang baru, menemukan proses marketing yang efektif, menciptakan segmen yang baru hingga kepada penciptaan konsep yang sesuai dengan tuntutan pasar saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penjelasan tersebut bisa dimengerti bahwa inovasi itu tidak hanya wajib dilakukan pada satu elemen saja, melainkan di semua elemen marketing. Dan dalam hal ini inovasi tidak hanya dilakukan di bagian marketing, tetapi juga bisa dilakukan dalam bidang lainnya, misalnya di bidang\u00a0 IT, SDM ataupun system layanan yang ada. Inovasi bisa memberikan nilai lebih jika sang innovator mampu menyediakan sesuatu yang berbeda pada\u00a0 momentum yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh inovatif adalah apa yang pernah dilakukan oleh Esia, ketika mereka mengeluarkan\u00a0 tarif murah telepon Esia yang hanya seharga Rp 3000-an per jam serta program talk time nya yang hanya Rp 100 per menit,\u00a0 Gebrakan Esia yang berlangsung di pertengahan tahun 2006 itu seperti\u00a0 menjungkirbalikan operator lain yang ketika\u00a0 itu tengah bersaing di kisaran tarif Rp 1000-1500 per menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekalipun itu terjadi di pasar CDMA, namun inovasi tersebut sempat membuat pasar telekomunikasi geger. Hal itu menyebabkan banyak dari operator lain yang kemudian mencari cara\u00a0 untuk meniru gebrakan Esia tersebut. Salah seoang managemen dari Esia mengatakan bahwa dalam berinovasi, Esia selalu berusaha agar inovasi yang dibuat bisa mengganggu pasar secara positif, atau istilahnya menjadi tren yang baru. Manajemen membuat budaya inovasi ini bukan\u00a0 bukan hanya sekadar strategi marketing di Esia, namun telah menjadi acuan berpikir yang ditanam pada setiap tim di berbagai divisi. Sehingga tidak hanya divisi marketing, namun semua karyawan di level apapun wajib membuat inovasi dalam skala besar maupun kecil. Hal ini sudah membudaya di Esia.<br \/>\nDalam hal ini bagian\u00a0 riset dan pengembangan (R&amp;D) memiliki pengaruh yang besar dalam setiap inovasi marketing yang ditelurkan. Mereka\u00a0 sering memantau perkembangan pasar telekomunikasi luar negeri untuk kemudian diteliti apakah bisa diterapkan di Indonesia atau tidak. Ditegaskan oleh manajemen bahwa berinovasi di Esia adalah suatu keharusan yang wajib dipenuhi, karena tanpa inovasi sulit rasanya bagi perusahaan baru seperti Esia untuk dapat mengejar para pesaing yang sudah lebih dahulu berlari jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang rekan kami dari Vibiz Consulting pernah bertemu dengan Indra Wijaya, Wakil Direktur Utama dari Agung Podomoro Land (APL). Dia menyampaikan bahwa APL yang bergerak di bidang properti ini\u00a0 memiliki cara tersendiri dalam berinovasi. Cara yang paling sering ditunjukkan oleh APL, adalah keseringannya dalam membuat inovasi yang berada di luar ekspektasi pasar. Semua itu berkat pembangunan budaya sumbang ide yang sejak lama berlangsung di lingkungan kerja APG. Menurut managemen dari APL, di tempatnya bekerja sekarang, semua staf di divisi marketing mulai dari level bawah hingga atas wajib menyumbang satu ide kepada atasannya setiap hari. Bila tidak ada hari ini maka dua hari ke depan harus menyumbang dua ide untuk membayar hutang di hari sebelumnya, begitu seterusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini penting, karena dengan begitu karyawan menjadi terbiasa untuk selalu berpikir kreatif dan berani menerima tantangan setiap saat. Setelah semua ide terkumpul, biasanya setiap bulan atau tahun ada tim khusus yg akan meninjau semua ide tersebut, apakah ada ide yang affordable untuk dipakai atau tidak sama sekali. Sehingga tim nya tidak akan pernah mengalami \u2018kosong ide\u2019 ketika diminta untuk melakukan inovasi di bidang apapun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pengalaman yang ada dalam APL, dalam merancang sebuah inovasi khususnya di bidang marketing maka hal pertama yang wajib diperhatikan adalah dukungan dari aspek lingkungan terhadap inovasi kita. Kedua, segmentasi inovasi harus jelas ditujukan kepada siapa. Ketiga, pandai melihat momentum sehingga inovasi yang terlahir tidak menjadi sia-sia. Keempat, setelah melihat momentum maka kita wajib melihat aktivitas yang dilakukan pesaing seperti apa. Dan kelima, pihak perusahaan harus jeli melihat dan mengapresiasi sang innovator yang menyumbang ide-ide brilian. Ini penting Agar sang innovator merasa di hargai dan di motivasi untuk terus melakukan hal yang sama setiap waktunya. Itulah sebabnya di APL sekecil apapun ide pasti akan sangat dihargai.<\/p>\n<p><strong>Belajar Berinovasi dari Steve Jobs<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan belajar\u00a0 bersama\u00a0 dari salah satu pemimpin yang paling inovatif saat ini\u00a0 yaitu Steve Jobs,\u00a0 CEO dari Apple. Dalam bukunya \u201cThe Innovation Secrets of Steve Jobs\u201d, Carmine Gallo menjelaskan\u00a0 beberapa\u00a0 prinsip-prinsip\u00a0 yang\u00a0 bisa digunakan untuk &#8220;berpikir secara berbeda&#8221; tentang\u00a0 inovasi suatu produk, jasa atau merek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Satu<\/strong>: Do what you love.\u00a0 Lakukan apa yang Anda cintai. Steve Jobs pernah mengatakan kepada sekelompok karyawan, &#8220;Orang yang memiliki gairah bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.&#8221; Steve telah mengikuti kata hatinya sepanjang hidupnya\u00a0 dan memiliki gairah atau semangat itu,\u00a0 dan itulah yang\u00a0 telah membuat suatu\u00a0 perbedaan.\u00a0 Sangat sulit untuk memiliki ide-ide yang baru dan kreatif\u00a0 kecuali\u00a0 Anda bergairah untuk\u00a0 bergerak maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Dua<\/strong>:\u00a0 Put a dent in the universe. Steve Jobs percaya pada kekuatan visi. Dan ia pasti memiliki visi yang besar. Pada pertengahan 1970-an ketika komputer diasingkan ke sekelompok kecil penggemar, Steve Jobs yakin bahwa ia bisa menempatkan komputer di tangan orang sehari-hari\u00a0 atau \u201ceveryday people\u201d (dulunya mungkin ukuran komputer sangat besar). Dan dia menantang pendiri Steve Wozniak dan tim Apple untuk menciptakan sebuah komputer yang bisa digunakan sehari-hari dengan nyaman. Akhirnya, terciptalah Macintosh. Komputer yang mengubah segalanya. \u201cSteve\u2019s extraordinary vision and leadership saved Apple and guided it to its position as the world\u2019s most innovative and valuable technology company,\u201d kata Art Levinson, Ketua Genentech, atas nama Dewan Apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Tiga<\/strong>: Kick start your brain. Steve Jobs pernah berkata &#8220;Kreativitas adalah menghubungkan berbagai\u00a0 hal &#8220;.\u00a0 Maksudnya adalah bahwa orang dengan seperangkat luas pengalaman hidup sering dapat melihat hal-hal yang orang lain lewatkan. Pekerjaan sering menghubungkan ide-ide dari bidang lain.\u00a0 Jobs\u00a0 telah banyak menggunakan ide dari industri lain untuk menginspirasi kreativitasnya dalam berinovasi. Misalnya, ia belajar kaligrafi di perguruan tinggi. Sekalipun kaligrafi tidak memiliki aplikasi praktis untuk hidupnya,\u00a0 tapi ia tertarik dan bergairah tentang hal itu. Kemudian pengalaman kaligrafi yang menemukannya jalan ke Mac, komputer pertama dengan font yang indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Empat<\/strong>: Sell dreams, not products.\u00a0 Jual mimpi, bukan produk. Untuk Steve Jobs,\u00a0 dia memperlakukan orang yang akan membeli produk Apple bukan sekedar &#8220;konsumen.&#8221;\u00a0 Tetapi\u00a0 mereka\u00a0 adalah orang-orang yang memiliki harapan, mimpi dan ambisi. Dia membangun produk untuk membantu orang mencapai impian mereka. Dia pernah berkata, Suatu saat dia berkata, \u201csome people think you\u2019ve got to be crazy to buy a mac, but in that craziness we see genius and those are the people we\u2019re making tools for. Your customers don\u2019t care about your product. They care about themselves, their hopes, their ambitions\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Lima<\/strong>: Say no to 1,000 things.\u00a0 Katakan tidak untuk 1.000 hal. Steve Jobs pernah berkata, \u201cI\u2019m as proud of what we don\u2019t do as I am of what we do.\u201d Dia berkomitmen untuk membangun produk dengan sederhana, desain rapi.\u00a0 Dari desain iPod untuk iPad, dari kemasan produk Apple, untuk fungsi situs web, di dunia Apple, inovasi berarti menghilangkan yang tidak perlu sehingga\u00a0 yang penting-penting akan terlihat lebih jelas. Apa pun yang mengacaukan pengalaman pengguna dihilangkan. Itu sebabnya hanya ada satu tombol di bagian depan iPad atau mengapa tidak ada keyboard built-in pada iPhone. Yang membuat Produk Apple populer adalah karena sederhana, elegan dan mudah digunakan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Enam<\/strong>: Create insanely great experiences. Bukan hanya produk-produk Apple dengan inovasi tinggi yang diciptakan Steve, tapi Apple store nya juga di buat sedemikian sehingga menarik minat pengunjung. Terhitung, rata-rata pengunjung sebanyak 17.000 setiap minggunya. Ia ingin memberikan hubungan emosional antara pengunjung dengan produk apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prinsip Tujuh<\/strong>: Master the message. Jika Anda memiliki ide terbesar di dunia tetapi jika Anda tidak dapat mengkomunikasikan ide-ide Anda, tidak masalah. Steve Jobs adalah pendongeng terbesar perusahaan di dunia, meluncurkan produk berubah menjadi suatu bentuk seni Bukan hanya memberikan presentasi seperti kebanyakan orang, ia memberitahu, ia berpendidikan, ia terinspirasi dan dia terhibur, semua dalam satu presentasi. Jika ada suatu hal yang kamu dapat lakukan hari ini, it\u2019s to think visually. Kata-kata sangat sedikit di slide steve job jika dia presentasi. Ini sebuah filosofi yang disebut keunggulan gambar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sederhananya, inovasi adalah cara baru dalam melakukan sesuatu yang menghasilkan perubahan positif. Inovasi dapat dicapai oleh siapa pun di setiap organisasi, terlepas dari jabatan atau posisi mereka. Buatlah\u00a0 inovasi menjadi\u00a0 bagian dari DNA merek Anda &#8216;dengan berpikir berbeda tentang tantangan bisnis Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kita melihat dari seorang Steve Jobs, kita\u00a0 benar-benar merasakan pengalaman unik dari\u00a0 kehidupan\u00a0 Steve Jobs dan cara dia memandang tentang bisnis, hidup dan pekerjaan. Ketika ia drop out dari kuliah, ia tidak langsung menciptakan Apple &#8211; pada kenyataannya, dia tidak tahu harus berbuat apa, jadi dia mengambil kelas kaligrafi. Bahkan, Jobs menjalani hidupnya dengan\u00a0 banyak mengikuti kata hatinya\u00a0 dalam segala hal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada keraguan bahwa Steve Jobs memiliki sesuatu yang istimewa. Dia memiliki cara hidupnya dengan cara tertentu, bahkan, tampaknya tidak pernah fokus untuk membangun sebuah kerajaan, tetapi lebih untuk menjadi dan melakukan apa yang\u00a0 kata hatinya katakan.\u00a0 Tanpa dia jalani itu semua, mungkin Apple tidak akan menjadi Apple yang sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari semua contoh yang bisa kita pelajari, intinya adalah Jangan menjadi Steve Jobs &#8211; Jadilah ANDA\u00a0 sendiri!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda akan belajar &#8220;Bagaimana menjadi diri anda yang terbaik&#8221;. Di antaranya kita belajar\u00a0 tentang dasar-dasar menciptakan banyak pelanggan, menjual mimpi bukan produk dan semua hal-hal yang menarik di hati sanubari kita yang terdalam. Dari prinsip-prinsip di atas kita akan melihat apakah yang perlu kita perhatikan dalam melakukan suatu inovasi bagi bisnis. Apakah yang perlu kita tambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda ingin melakukan atau memikirkan sesuatu untuk bagaimana mengubah bisnis Anda, produk Anda dan apa yang harus Anda lakukan di dunia ini, sekaranglah kesempatannya. Anda dapat mengharapkan untuk memiliki waktu-waktu yang luar biasa saat ini. Jangan ditunda-tunda lagi. Ingat, tanpa inovasi bisnis kita akan berhenti. Mungkin Anda akan memiliki wawasan tentang cara baru untuk melakukan sesuatu. Mungkin Anda akan memutuskan bahwa apa yang Anda benar-benar perlu lakukan, yang tadinya tidak pernah Anda pikirkan. Apapun itu , dengan contoh-contoh dan prinsip-prinsip berinovasi yang kita pelajari,\u00a0\u00a0 maka pikiran Anda sedikit\u00a0 lebih terbuka untuk berpikir inovatif.<\/p>\n<p>Selamat Berinovasi dan milikilah Visi Yang Besar dalam Bisnis Anda!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Endah Caratri\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Inovasi merupakan bagian yang penting dalam suatu bisnis yang kita miliki, terlebih lagi kalau kita memiliki produk yang harus kita jual. Bahkan kalau kita ingin supaya bisnis kita tetap maju dan berkembang, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Sekarang pertanyaannya adalah dalam hal apa\u00a0 saja yang perlu disentuh oleh inovasi? Berbicara tentang inovasi khususnya di marketing, maka pikiran orang umumnya langsung tertuju kepada diferensiasi produk. Padahal kenyatannya tidak lah demikian. Beberapa teori yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4431"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4431"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27399,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4431\/revisions\/27399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}