{"id":4411,"date":"2013-02-03T04:35:50","date_gmt":"2013-02-02T21:35:50","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4411"},"modified":"2014-03-08T11:03:49","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:49","slug":"apple-now-worlds-most-valuable-brand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/03\/apple-now-worlds-most-valuable-brand\/","title":{"rendered":"Apple Now World\u2019s Most Valuable Brand"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi PC pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti di negara lain, kepopuleran iPod juga sudah menyebabkan &#8220;halo&#8221; effect bagi komputer Mac di Indonesia. Telah bermunculan beberapa milis fanatik Apple seperti Mac Club Indonesia, Mac.web.id id-Mac, dan id-Apple, dan beberapa komunitas lain. Komunitas pengguna produk Apple di Indonesia sempat disorot oleh acara e-Lifestyle&#8221; (Metro TV) di beberapa episode yang berbeda.<\/div>\n<p><strong>Apple Now World<\/strong><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya Apple melampaui Microsoft dalam kapitalisasi pasar untuk menjadi yang\u00a0 perusahaan kedua yang paling berharga\u00a0 AS pada tahun 2010\u00a0 menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian global Millward Brown.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berkat keberhasilan tablet iPad dan mobile iPhone, brand value Apple melonjak 84% menjadi\u00a0 $, 153.300.000.000. Dengan peningkatan 246% dalam brand value maka ini merupakan satu\u00a0 lompatan terbesar dari perusahaan manapun yang ada di dunia ini.\u00a0 Saat ini diakui bahwa\u00a0 Apple merupakan merek paling berharga di dunia<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Peter Walshe, global Brandz direktur Millward Brown, mengatakan keberhasilan Apple mencerminkan fakta bahwa produknya tidak hanya sangat diinginkan oleh konsumen tetapi juga dilihat oleh\u00a0 perusahaan sebagai sesuatu yang berguna.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bukti anekdotal adalah bahwa jika karyawan diberi dua pilihan\u00a0 pekerjaan yang serupa mereka memilih untuk bekerja di satu perusahaan dengan teknologi yang lebih baik bagi karyawan &#8211; misalnya iPad. Apple\u00a0 juga berhasil menjadikan dirinya sebagai\u00a0 satu merek barang mewah,\u00a0 membuatnya sebagai\u00a0 produk yang lebih mahal, sehingga\u00a0 dapat\u00a0 meningkatkan\u00a0 keinginan mereka untuk memilikinya.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Peringkat brand value lainnya didominasi oleh perusahaan teknologi, dari 6 urutan teratas\u00a0 ditempati oleh Apple, Google, IBM, Microsoft, AT &amp; T dan China Mobile.<\/div>\n<p><strong>Strategi Sukses Apple dibawah Steve Jobs<\/strong><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Internet advertising merupakan strategi yang efektif untuk dapat menjangkau customer dengan biaya yang relative kecil dan memiliki kemampuan untuk menjangkau customer\u00a0 yang terjauh sekalipun. Selain itu customer secara cepat dapat memperbandingkan produk yang sejenis baik dari kwalitas maupun harganya.\u00a0 Sehingga produk superiorlah yang akan berhasil memenangkan pasar. Diperlukan satu implementasi untuk menjadikan produk anda menjadi unggulan. Disinilah akan timbul satu ide-ide cemerlang untuk menciptakan satu produk\u00a0 yang baru dan genius. Dan\u00a0 inovasi-inovasi baru akan ditemukan. Secara keseluruhan maka ide yang cemerlang ini akan menciptakan\u00a0 satu terobosan yang baru\u00a0 yang sanggup mencengangkan setiap orang dan dapat dideklarasikan kepada dunia. Contoh terbaik adalah Apple iPhone.<\/div>\n<p><strong>Return to Apple<\/strong><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kembali pada tahun 1997 ketika Steve Jobs pertama kali datang kembali ke Apple, sejak ia keluar pada tahun 1985, dengan jelas Steve Job menjelaskan strategi suksesnya. Dimana kunci kesuksesannya sanggup mendorong perusahaannya\u00a0 untuk bersaing dengan perusahaan minyak besar Exxon Mobil yang pada saat itu merupakan\u00a0 perusahaan terbesar di AS.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada\u00a0 Worldwide Developers Conference di tahun itu, Jobs memberikan\u00a0 Q&amp;A,\u00a0 Steve Jobs menjelaskan apa yang akan menjadi fokus utama perusahaan dan strategi-strategi\u00a0 yang membuat Apple seperti sekarang ini. Ini merupakan gabungan dari desainers yang berbakat, marketing specialists, dan adanya satu visi\u00a0 dan yang paling penting\u00a0 adalah strategy\u00a0 menempatkan pelanggan sebagai focus utamanya. Hal\u00a0 itulah yang sanggup membuat Apple bangkit dari kebangkrutannya di akhir 1980an dan pertengahan 1990an.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan lain Steve Jobs mengatakan bahwa Apple mencoba datang dengan satu strategi dan visi. Dan itu dimulai dengan : &#8216;What incredible benefits can we give the customer?&#8217; &#8220;Apa manfaat yang luar biasa yang dapat kita berikan kepada pelanggan ?<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jadi bukanlah strategi seperti ini yang diterapkan dalam perusahaan Apple : Let&#8217;s sit down with the engineers, and figure out what awesome technology we have and then figure out how to market that. Mari kita duduk dengan para insinyur, dan mencari tahu\u00a0 teknologi luar biasa yang kita miliki dan kemudian mencari cara untuk memasarkan produk tersebut<\/div>\n<div><strong>Great Product and Customer Experience<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Steve Jobs sanggup menunjukkan\u00a0 filosofi itu sendiri yaitu,\u00a0 dari saat Anda berjalan ke Apple Store, membeli MacBook\u00a0 atau iPad, membawanya pulang dan membukanya,\u00a0 maka Anda akan\u00a0 merasa\u00a0 ada sesuatu yang berbeda\u00a0 terjadi. Perusahaan lain telah mencoba untuk meniru ini, tetapi Apple membuat satu seni tersendiri bagi\u00a0 konsumen. Inilah yang membuat Apple meraih sukses yang besar. Apel berfokus tidak hanya pada produk yang hebat tetapi juga satu pengalaman yang baru bagi pelanggannya \/ customer experience.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada\u00a0 saat yang sama Jobs menjelaskan bagaimana suatu perusahaan yang\u00a0 berfokus pada pelanggan berarti adakalanya\u00a0 Anda harus membunuh beberapa teknologi yang menarik untuk memperoleh\u00a0 hal-hal terbaik. Ini adalah advice manajemen\u00a0 yang baik untuk\u00a0 segala organisasi ataupun\u00a0\u00a0 bisnis apapun<\/div>\n<p><strong>Inovation<\/strong><\/p>\n<div>Apple menjadi perusahaan yang terdepan dengan berani untuk mengambil risiko, dan berusaha untuk berinovasi.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada saat Steve Jobs masuk kembali ke Apple company, maka dia menemukan banyaknya\u00a0 produk dari perusahaan itu, saat itu Apple memiliki 15 platform dengan jutaan varian. Dan perusahaan-perusahaan lain sejenisnya dapat meluncurkan lusinan produk dengan jutaan varian di pasar. Dan Jobs berkata, \u201c Saya tidak dapat mengerti, bagaimana kita dapat menjelaskan produk yang bagus kepada orang lain, bahkan kita senditi tidak tau produk mana yang dapat direkomendasikan \u201c<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jobs secara dramastis mengubah roadmap produk Apple dan membuatnya efisien. Saat ini Apple hanya menawarkan empat produk dengan\u00a0 rencana penawaran yang sederhana. Hal inilah\u00a0 yang membuat Apple berbeda dari competitor yang lain.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada MacWorld 1998, Setelah merilis iMac, Steve Jobs memiliki fakta yang\u00a0 mendukung kesuksesannya. Keuntungan yang bergelombang, sampai $ 47\u00a0 juta pada kwartal pertama, dan menjadi $ 55 juta pada kwartal kedua. Dia telah meluncurkan Apple.com\u00a0 sebuah situs yang meroket dari 1 juta hits per hari menjadi lebih dari 10 juta. Dan nilai\u00a0 pasar Apple telah meningkat menjadi empat kali lipat menjadi sekitar $ 4 miliar.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Demikianlah Apple dibawah Steve Jobs yang dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis,\u00a0 inovasi\u00a0 dan desainer produk\u00a0\u00a0 berhasil mengubah wajah dunia modern. Dan saat ini kita mengenal Apple sebagai the most valuable brand and company in the world<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menurut\u00a0 Philip Swan, Researchers \u2013 Vibinews.com,\u00a0 peran Steve Jobs dalam hal ini tidak dapat disangkali sangat besar, dialah yang membesarkan Apple. Namun demikian Apple mampu mengembangkan dirinya sehingga tidak hanya tergantung hanya kepada Steve Jobs. Jobs berhasil membangun perusahaan yang mempunyai inovasi yang customer centric menjadi sesuatu yang terkemuka, dan melahirkan pemimpin-pemimpin lain sehingga walaupun Steve Jobs telah meninggalkan Apple (dan kita semua),\u00a0 Apple tetap dapat meneruskan kepemimpinannya dalam bidang teknologi dan menjadi merek yang paling berharga di dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tentu saja tahun-tahun ke depan menjadi tantangan yang besar bagi Apple, apakah sanggupmempertahankan kepemimpinannya, dapat tetap mempertahankan kesuksesannya?<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>Dapat tetap merilis produk-produk yang inovatif dan dinantikan pelanggannya ?<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>Pertanyaan yang akan kita\u00a0 ketahui jawabannya dalam beberapa tahun ke depan.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Debbie Kusuma\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi PC pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27393,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411\/revisions\/27393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}