{"id":4357,"date":"2013-02-12T02:31:55","date_gmt":"2013-02-11T19:31:55","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4357"},"modified":"2014-03-08T11:03:48","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:48","slug":"how-to-be-the-market-leader","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/12\/how-to-be-the-market-leader\/","title":{"rendered":"How To Be The Market Leader"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Consumer goods adalah contoh yang baik bagi ketatnya suatu persaingan bisnis dalam pangsa pasar yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produk mana yang dapat merebut hati masyarakat, maka dialah yang meluncur dan melambung sebagai market leader.\u00a0 Tak ayal lagi banyaknya produk baru bermunculan dan silih berganti berusaha untuk terus kuasai pasar dan memikat hati konsumennya agar tetap setia. Dengan berbagai iming iming hadiah dan promosi menarik dan memikat hati, dapatkan produk tersebut menjadi primadona pada kelasnya dan menjadi market leader di pasaran?<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak semudah yang kita harapkan namun tidak juga serumit\u00a0 yang dibayangkan.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Apa yang dapat dilakukan oleh produsen untuk membuat barang dagangan \/ produknya menjadi market leader dan primadona di hati konsumennya?<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan terutama bagi produk baru yang belum pernah dipasarkan sebelumnya dan punya kelas sendiri dalam persaingannya.\u00a0 Sebagai contoh yang ada saat ini adalah:\u00a0 consumer goods \u201cobat nyamuk\u201d semprot.\u00a0 Siapa yang tidak kenal dengan obat nyamuk merk \u201cBaygon\u201d?\u00a0 Sudah lebih dari 15 tahunan merek tersebut sudah beredar di pasaran dan menggema di hati masyarakat.\u00a0\u00a0 Dahulu, setiap kali bicara kebutuhan obat nyamuk, maka yang muncul kata pertama adalah \u201cbaygon\u201d.\u00a0 Namun seiring dengan perkembangan jaman dan ketatnya persaingan bisnis dan kebutuhan serta pengetahuan masyarakat \/ konsumen bertambah,\u00a0 muncullah merek merek lain dengan menonjolkan keunggulan masing masing sekalipun dengan fungsi yang sama.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Masyarakat \/ konsumen semakin melek pengetahuan sehingga bukan Cuma harga yang menjadi pertimbangan pemakaian suatu produk namun juga dari segi keamanan dan kenyamanan dalam pemakaian produk tersebut.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiap produk pasti punya kelebihan dan kekurangan; tinggal bagaimana si produsen hendak menonjolkan kelebihannya dan meminimalisasi kekurangannya.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Beberapa tahun belakangan ini muncullah produk pesaing bernama \u201cFORCE MAGIC\u201d\u00a0 fungsi dan kegunaannya sama; bahkan dapat dikatakan harga lebih mahal. \u00a0Namun apakah rahasianya sehingga produk baru tersebut cepat merebut pangsa pasar di masyarakat?<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pihak produsen menonjolkan keunggulan dari produk tersebut yaitu:<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cForce Magic adalah produk obat nyamuk semprot (aerosol) dengan bahan aktif synthetic pyrethroids (prallethrin &amp; permethrin). Bahan aktif Force Magic terinspirasi dari pyrethrum, yang merupakan insektisida alami yang terkandung dalam bunga chrysanthemum sangat ampuh mematikan serangga dan lebih aman bagi mamalia (manusia) karena mudah dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feces, urine dan saluran pernafasan dan memiliki wangi yang harum dan tidak menyengat, sehingga tidak menyebabkan batuk.\u201d<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari hal tersebut, dapat kita pelajari bahwa untuk menjadi market leader maka terlebih dahulu dilakukan :<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>&#8211;\u00a0 Analisa SWOT<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>&#8211;\u00a0 Survey pasar<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>&#8211;\u00a0 Apa yang menjadi kebutuhan \/ keinginan konsumen<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>&#8211;\u00a0 Siapkan perlengkapannya untuk menyerbu pasar baik berupa Task Force, Advertising, dan lain sebagainya.<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Drew Steven dalam tulisannya yang berjudul \u00a0\u201c7 Habits of Highly Effective Sales Professionals\u201d mengatakan bahwa\u00a0 \u201cI believe in the 80\/20 rule. My clients tell me that 20 percent of their sales professionals are getting 80 percent of the business.\u00a0 And, when I survey sales people they are concerned that they are not getting their share of business. They want more and are perplexed about what separates the good from the high achiever.\u201d<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>Untuk dapat menjadi market leader di kelasnya, hal \u2013 hal yang perlu diperhatikan adalah:<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>1. Brand Storming by brand power<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat menjadi market leader salah satu faktor yang sangat menentukan adalah \u201cBrand Power\u201d\u00a0 Reputasi merk sangat menentukan pengaruh di pasaran dan sangat vital; bagaimana customer dapat dengan mudah mengingatnya di mana saja dan kapan saja atau bahkan hanya dengan memancing menyebutkan satu kata yang berkaitan dengan produk sejenis maka yang diingat terlebih dahulu adalah merk barang tersebut.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>2. Customer Knowledge<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Customer meminta anda mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka; diberikan solusi dan mereka mencari anda sebagai Sales yang mempunyai jawaban atas keperluan mereka.\u00a0 Tanpa mengerti customer, bagaimana anda dapat mengerti untuk membantu mereka? Seorang sales yang berhasil adalah dia dapat mempelajari dengan baik keperluan customernya dan perubahannya sehingga dapat cepat belajar beradaptasi dengan kondisi pasar dengan cara mencari solusi bagi keperluan customer.\u00a0 Dengan menyatu bersama dengan customer dan mengerti keperluan mereka, anda dapat menjadi bisnis partner untuk saat ini, besok dan masa yang akan datang.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>3. Innovative and Creative<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sangat diperlukan ide ide cemerlang agar produk yang dipasarkan selalu inovatif mengikuti trend di pasaran dan dibungkus dengan kemasan yang creative sehingga selalu tampil baru dan tidak membosankan.\u00a0 Bisa jadi produk tersebut sudah lama dipasarkan dan mengikuti gelombang pasang surut pasar namun agar selalu muncul di permukaan dan tidak tertinggal apalagi tenggelam, harus berani membuat terobosan yang kreatif dan penuh inovasi dan dalam hal ini bagian business development sangat berperang penting.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>4. Understands the Know\u2019s Principle<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ada harus tahu apa yang dapat dan tidak dapat anda komitmenkan saat bertemu dengan customer, calon client dan topik apa yang hendak anda bicarakan dan tanyakan\u00a0 bahkan saat bertemu dengan competitor demikian juga dengan kemungkinan keberatan yang ada, tehnik penutupan sehingga customer berkata \u201cya\u201d terhadap produk yang anda tawarkan.\u00a0 Dengan demikian anda harus benar benar tahu seberapa jauh anda dapat kuasai tergantung dari berapa banyak pengetahuan yang anda kuasai tentang produk dan customer anda.\u00a0 Apabila tidak benar benar tahu, jawaban yang pasti adalah \u201ctidak\u201d.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>5. Build up your business model<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Market leader selalu mengikuti trend pasar yang sedang terjadi atau bahkan dapat memprediksi trend yang akan terjadi.\u00a0 Selalu diperlukan data statistic dan survey pasar perihal apakah yang sedang menjadi trend saat ini dan beberapa waktu ke depan.\u00a0 Untuk menjadi market leader memang diperlukan ekstra effort dalam membaca kebutuhan yang sedang trend di pasaran.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>\u00a06. Hire competent resources team<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sekalipun tekhnologi sangat canggih yang digunakan dalam produksi, tetap kunci keberhasilan terbesar terletak pada sumber daya manusia. \u00a0Siapakah yang dapat menyamakan kecanggihan otak manusia?\u00a0 Robot atau mesin tercanggih sekalipun tidak dapat dibandingkannya karena tetaplah keberhasilan suatu produk harus ada sentuhan tangan manusia yang menanganinya.\u00a0 Dengan team sumber daya manusia yang kompeten dan terpadu, pastilah akan timbul ide ide cemerlang untuk menguasai pasar.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>7. Gunakan tekhnologi canggih<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jangan ketinggalan dengan penggunaan tekhnologi canggih yang dapat dipergunakan untuk mempermudah pemasaran produk bahkan perbaikan mutu produksi.\u00a0 Ikuti terus perkembangan tekhnologi dan cari cara penerapannya dalam produk yang akan dipasarkan, itu akan mempermudah dan memperluas jaringan pemasaran yang ada dengan minimum cost.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>(ST Hwa\/AA\/TML)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Consumer goods adalah contoh yang baik bagi ketatnya suatu persaingan bisnis dalam pangsa pasar yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produk mana yang dapat merebut hati masyarakat, maka dialah yang meluncur dan melambung sebagai market leader.\u00a0 Tak ayal lagi banyaknya produk baru bermunculan dan silih berganti berusaha untuk terus kuasai pasar dan memikat hati konsumennya agar tetap setia. Dengan berbagai iming iming hadiah dan promosi menarik dan memikat hati, dapatkan produk tersebut menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4357"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27369,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4357\/revisions\/27369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}