{"id":4353,"date":"2013-02-13T01:59:39","date_gmt":"2013-02-12T18:59:39","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4353"},"modified":"2014-03-08T11:03:48","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:48","slug":"guerrilla-marketing-tactics","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/13\/guerrilla-marketing-tactics\/","title":{"rendered":"Guerrilla Marketing Tactics"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Guerrilla Marketing atau Pemasaran Gerilya adalah satu bentuk strategi pemasaran dengan menggunakan suatu strategi dan taktik Gerilya yang inovatif dan efisien.\u00a0 Gerilya adalah salah satu strategi perang yang dikenal luas\u00a0 dimana perang gerilya sangatlah efektif untuk\u00a0 mengelabui musuh\u00a0 bahkan melakukan serangan kilat.\u00a0 Strategi \/ taktik ini juga dinilai jitu pada\u00a0 saat menyerang musuh dalam jumlah besar dimana musuh sedang\u00a0 kehilangan arah dan tidak menguasai medan. Kadang taktik ini juga mengarah pada taktik mengepung secara tidak terlihat (invisible).<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemasaran gerilya seperti layaknya\u00a0 perang gerilya adalah strategi yang menggunakan strategi \/ taktik untuk membidik target marketnya dalam persaingan pasar\u00a0 yang kompetitif dan ketat pada saat ini<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemasaran gerilya\u00a0 merupakan\u00a0 satu strategi pemasaran yang dinilai cukup sukses. Dimana pemasaran gerilya dapat dilakukan tanpa mengeluarkan anggaran yang mahal. Dalam pemasaran gerilya yang dibutuhkan adalah suatu ide yang cemerlang untuk mempromosikan suatu produk.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1984,\u00a0 Jay Conrad Levinson memperkenalkan istilah formal dalam bukunya disebut, &#8220;Pemasaran Gerilya.&#8221;\u00a0 Levinson berasal dari latar belakang sebagai Senior Vice-President di J. Walter Thompson dan Direktur Kreatif dan Anggota Dewan di Advertising Burnett Leo. Dalam bukunya, ia\u00a0 mengemukakan cara yang unik untuk mendekati dan memerangi bentuk-bentuk tradisional dari periklanan. Tujuan dari pemasaran gerilya adalah menggunakan taktik yang tidak konvensional untuk beriklan dengan menggunakan anggaran kecil. Pada saat itu\u00a0 promosi melalui radio, televisi dan media cetak demikian\u00a0 meningkat, namun tampaknya konsumen mulai merasa jenuh dengan iklan-iklan tersebut. Levinson menunjukkan bahwa dalam melakukan kampanye periklanan perlu dilakukan dengan cara yang menarik, mengejutkan, unik dan pandai. Dan perlu menciptakan suatu buzz.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti yang dilakukan oleh salah satu merek terkenal yang telah melakukan pemasaran gerilya secara sukses adalah Coca-Cola.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada bulan Januari 2010, Perusahaan Coca-Cola menciptakan &#8221; Happiness Machine &#8221; video dengan bantuan interactive marketing agency. Video ini menampilkan vending mesin\u00a0 Coca-Cola yang menjajakan minuman dingin.\u00a0 Film\u00a0 ini diambil di sebuah toko di St John University, Queens, New York, dengan menggunakan 5 kamera tersembunyi yang ditempatkan secara strategis. Reaksi dari para mahasiswa benar-benar sangat menggembirakan.\u00a0 Hasilnya adalah Video ini beredar dan\u00a0 memiliki lebih dari 4,5 juta pemirsa di YouTube . Pada bulan Mei 2010, ia berhasil memenangkan penghargaan bergengsi\u00a0 CLIO Gold Interactive Award. Film ini tersebar ke seluruh dunia dengan pemirsa tertinggi di negara Brasil, Meksiko, Jepang dan Rusia.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Melihat kesuksesan yang\u00a0 menakjubkan dari video ini, maka\u00a0 Coca-Cola memutuskan untuk melanjutkan\u00a0 tema &#8216;&#8221; Happiness Machine &#8221;\u00a0 dengan\u00a0 menggunakan konsep yang sama dalam promosi videonya.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Demikianlah dalam melakukan pemasaran gerilya yang Anda butuhkan adalah\u00a0 kreativitas dan imajinasi. Pemasaran gerilya adalah cara yang unik untuk mempromosikan merek dan produk dengan\u00a0 mengandalkan strategi yang tinggi pada kreativitas dan menggunakan anggaran yang relatif\u00a0 kecil. Teknik-teknik pemasaran cenderung\u00a0 unik, tidak konvensional\u00a0 dan mengejutkan, itulah sebabnya mereka mendapatkan perhatian dari konsumen.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh-Contoh Pemasaran Gerilya Yang Sukses :<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Beberapa contoh pemasaran gerilya yang sangat menarik dapat kita ditemukan diberbagai sudut jalan di kota besar dan \u2018 ini benar-benar menarik \u2018.\u00a0 Konsep kreatif pemasaran gerilya diciptakan sebagai sistem promosi yang tidak konvensional dan hanya memerlukan anggaran promosi\u00a0 yang kecil.\u00a0 Strategi kampanye dari pemasaran gerilya ini ditargetkan pada tempat-tempat tak terduga dan berpotensi \/ memiliki potensi interaktif. Pada dasarnya\u00a0 iklan tersebut\u00a0 dibuat sedemikian\u00a0 unik dan menarik konsumen. Ada banyak strategi\u00a0 pemasaran\u00a0 gerilya yang digunakan secara smart lebih berhasil daripada promosi yang mahal.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lihatlah beberapa contoh pemasaran gerilya di bawah ini :<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>Nikon Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Menggunakan billboard berukuran besar dan bergambar\u00a0 paparazzi dengan kamera Nikon berkedip-kedip memotret\u00a0\u00a0 orang yang berjalan di sepanjang sisi jalan.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>Discovery Channel Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Iklan\u00a0 billboard dimana\u00a0 papan selancar dipotong sedemikian rupa, ternyata hiu telah menggigit bagian dari papan itu. Iklan ini adalah untuk promosi dari Discovery Channel \u201c Shark \u201c\u00a0 (ikan hiu). Ketika orang pergi untuk mengambil papan, mereka melihat iklan.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>Tyskie Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh pemasaran gerilya yaitu\u00a0 gagang pintu yang dibuat sebagai pegangan mug bir Tyskie. Mereka mempromosikan iklan ini di restoran dan hotel yang menggunakan produk mereka.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>Audi Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan menggunakan\u00a0 poster,\u00a0 terlihat salah satu mobil Audi\u00a0 diparkir di garasi. Sepertinya pintu garasi terbuka dengan mobil Audi yang diparkir didalamnya, tapi itu hanya poster yang diletakkan di pintu garasi.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>Smoking Awareness Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ini adalah salah satu contoh terbaik dari\u00a0 pemasaran gerilya, dimana di tempat-tempat\u00a0 sampah di trotoar jalan-jalan dicat seperti mata dan mulut\u00a0 dengan\u00a0\u00a0 sekelilingnya ditulis\u00a0 kata-kata , &#8221; merokok menyebabkan kebutaan &#8220;.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><strong>McDonald&#8217;s Campaign<\/strong><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ini adalah suatu ide pemasaran gerilya yang kreatif\u00a0 untuk promosi kopi gratis. Iklan dibuat pada lampu jalan raya dengan cangkir kopi di dasar, dan sebuah stoples kopi di tempat bolam lampu. Hal ini tampak seperti toples itu sedang menuangkan kopi ke cangkir kopi McDonald&#8217;s.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bukankah contoh-contoh\u00a0 diatas merupakan\u00a0 pemasaran gerilya yang luar biasa, dengan ide-ide benar-benar kreatif\u00a0 ? Ada lebih banyak, yang dapat Anda lihat sendiri di jalan-jalan raya\u00a0 Jika\u00a0 Anda menemukan sesuatu yang aneh di jalan, maka Anda dapat menganggapnya sebagai strategi pemasaran yang digunakan oleh beberapa perusahaan untuk mempromosikan produk mereka.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Anda dapat menemukannya di tempat umum seperti jalan raya, pasar, bilik telepon, kereta bawah tanah, tempat perhentian bus yaitu\u00a0 di tempat-tempat\u00a0 yang sering dikunjungi orang-orang secara teratur. Sasaran dari\u00a0 pemasaran gerilya, adalah mentargetkan\u00a0\u00a0 area tersebut dengan\u00a0 menempatkan iklan mereka ditengah-tengah\u00a0 keramaian\u00a0\u00a0 dan mempromosikan produk mereka melalui baliho atau poster sederhana. Strategi pemasaran gerilya dengan\u00a0 poster ini, adalah yang paling inovatif dan menarik perhatian orang yang lalu lalang. Tujuannya adalah\u00a0 Anda dapat berhubungan dengan\u00a0 konsumen secara langsung\u00a0 dan\u00a0 konsumen dapat mengenal produk Anda. Sehingga hasil maksimal dapat Anda peroleh melalui strategi pemasaran gerilya ini.\u00a0\u00a0 Pada saat ini konsumen semakin\u00a0 cerdas dalam menilai\u00a0 taktik periklanan, sehingga pemasaran gerilya adalah cara yang tepat dan bagus untuk mempromosikan produk Anda secara halus dan smart.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>Silahkan Anda mencobanya \u2026..<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>(Debbie Kusuma\/AA\/TML)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Guerrilla Marketing atau Pemasaran Gerilya adalah satu bentuk strategi pemasaran dengan menggunakan suatu strategi dan taktik Gerilya yang inovatif dan efisien.\u00a0 Gerilya adalah salah satu strategi perang yang dikenal luas\u00a0 dimana perang gerilya sangatlah efektif untuk\u00a0 mengelabui musuh\u00a0 bahkan melakukan serangan kilat.\u00a0 Strategi \/ taktik ini juga dinilai jitu pada\u00a0 saat menyerang musuh dalam jumlah besar dimana musuh sedang\u00a0 kehilangan arah dan tidak menguasai medan. Kadang taktik ini juga mengarah pada taktik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4353"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4353"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27367,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4353\/revisions\/27367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}