{"id":43460,"date":"2014-08-05T08:35:54","date_gmt":"2014-08-05T01:35:54","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=43460"},"modified":"2019-09-25T14:42:37","modified_gmt":"2019-09-25T07:42:37","slug":"prof-dr-dorodjatun-kuntjoro-jakti-mencari-bentuk-ekonomi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/08\/05\/prof-dr-dorodjatun-kuntjoro-jakti-mencari-bentuk-ekonomi-indonesia\/","title":{"rendered":"Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti &#8211; Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Weekly Special Report) Pencarian bentuk ekonomi yang ideal menjadi pemikiran banyak ekonom, terutama setelah melihat runtuhnya ekonomi negara-negara Eropa yang dikenal sebagai regionalisme raksasa Uni Eropa, merosotnya ekonomi sang kapitalis Amerika Serikat dan juga hancurnya tatanan politik dan ekonomi negara-negara Timur Tengah yang kaya minyak. Di sisi lain juga kita melihat bangkitnya ekonomi beberapa negara yang disebut <em>emerging countries<\/em> seperti Russia dan Tiongkok yang telah meninggalkan bentuk ekonomi asalnya, berhasil mendobrak pasar global.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Indonesia, sebuah negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta serta lebih dari 17.000 pulau dengan sumber daya alam yang sangat kaya, membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang besar dan mendapatkan perhatian dunia. Negeri ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk berperan bagi dunia, namun bagaimana mengelola potensi ini menjadi hal yang kunci yang sangat menentukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Businesslounge.co &#8211; Vibiz Media Network berusaha menggali pemikiran beberapa ekonom untuk mengupas berbagai sisi dari bentuk ekonomi Indonesia, diantaranya Prof. Dr. Ali Wardhana sang Arsitek Ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Emil Salim pejuang lingkungan hidup untuk Sustainable Economic Development, Prof. Dr. Subroto pe-lobby dan negotiator minyak Indonesia, Marzuki Usman sang pendobrak pasar modal, juga Bambang P.S. Brojonegoro sebagai ekonom muda di era sekarang ini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Kali ini kami bertandang ke ruang kerja Dorodjatun. Masih tetap dengan gayanya yang hangat dan bersemangat menyapa kedatangan kami, ia memperlihatkan dua buah peta Indonesia yang tergantung pada ruang meetingnya. \u201cLihat ini, gambar peta Indonesia yang di-foto langsung dari satelit\u201d, lalu ditunjukkan satu peta Indonesia dengan kandungan kekayaan alam yang ada didalamnya seraya berujar, \u201cIni yang kita urus, negeri dengan kekayaan alam yang melimpah\u201d.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Banyak perjuangan yang Dorodjatun sudah lakukan, salah satu perannya adalah ketika ia harus membereskan hutang-hutang Republik Indonesia kepada IMF. Prestasi ini sangat mengejutkan banyak pihak bahkan <em>Managing Director<\/em> IMF Michel Camdessus merasa surprise dengan prestasi putra Indonesia ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Businesslounge.co &#8211; Vibiz Media Network secara ekslusif menyajikan pandangan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengenai bentuk Ekonomi Indonesia yang ideal, dikaitkan dengan pandangan para ekonom lainnya. Tulisan dan tayangan video ini dituangkan dalam 3 seri artikel yang penting untuk disimak.<\/p>\n<p><iframe title=\"Prof. Dr. Dorodjatun, Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia: Kekuatan Pasar &amp; Intervensi Pemerintah\" width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rPG4ELs-8R8?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><iframe title=\"Prof. Dr. Dorodjatun K Jakti, Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia : Regionalisme atau Globalisasi\" width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Vd-Uw7-Tqmw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><iframe title=\"Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia : Idealisme &amp; Realita\" width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rKskBRpcJL8?start=6&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-169539\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kristanto-Nugroho.jpg\" alt=\"\" width=\"120\" height=\"120\" \/><\/p>\n<p>Kristanto Nugroho<br \/>\nEditor in Chief Vibiz Media Network<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ruth Berliana<br \/>\nEditor in Chief businesslounge.co<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Weekly Special Report) Pencarian bentuk ekonomi yang ideal menjadi pemikiran banyak ekonom, terutama setelah melihat runtuhnya ekonomi negara-negara Eropa yang dikenal sebagai regionalisme raksasa Uni Eropa, merosotnya ekonomi sang kapitalis Amerika Serikat dan juga hancurnya tatanan politik dan ekonomi negara-negara Timur Tengah yang kaya minyak. Di sisi lain juga kita melihat bangkitnya ekonomi beberapa negara yang disebut emerging countries seperti Russia dan Tiongkok yang telah meninggalkan bentuk ekonomi asalnya, berhasil mendobrak pasar global. Indonesia, sebuah negeri yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":169607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2512,1044,17,1368],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43460"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43460"}],"version-history":[{"count":30,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169605,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43460\/revisions\/169605"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}