{"id":43004,"date":"2014-07-15T20:56:41","date_gmt":"2014-07-15T13:56:41","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=43004"},"modified":"2014-07-15T21:15:35","modified_gmt":"2014-07-15T14:15:35","slug":"wild-fashion-by-ibaraki-zoo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/07\/15\/wild-fashion-by-ibaraki-zoo\/","title":{"rendered":"Wild Fashion by Ibaraki Zoo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; News)\u00a0Sebuah kebun binatang di Ibaraki Prefektur menyelenggarakan sebuah aksi <i>catwalk <\/i>yang bersifat \u201c<i>wild<\/i>\u201d oleh karena menampilkan aksi dari beberapa \u201cpenghuninya\u201d yang dengan sengit merobek dan mencakar bahan denim\/jins untuk memperlihatkan sisi lain dari sebuah dunia fashion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fashion di Kamine telah meluncurkan &#8220;Zoo Jeans&#8221;, yang ditata oleh taring dan cakar singa, harimau dan beruang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas kebun binatang mengatakan semua material dipersiapkan dengan baik dengan pertimbangan yang matang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami membungkus ban dengan beberapa potong denim di sekitarnya juga pada mainan lainnya. Setelah mereka dilemparkan ke dalam kandang, binatang melompat pada mereka, &#8220;kata direktur kebun binatang Nobutaka Namae seperti yang dilansir oleh Japan Today. Setelah mendapatkan motif-motif yang spesial maka potongan-potongan tersebut kemudian disambung kembali untuk menciptakan sebuah produk jadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Zoo-Jeans-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-43006 aligncenter\" alt=\"Zoo Jeans 1\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Zoo-Jeans-1.jpg\" width=\"852\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Zoo-Jeans-1.jpg 852w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Zoo-Jeans-1-300x164.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 852px) 100vw, 852px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi pada kenyataannya, hal ini lebih sulit dari yang dipikirkan oleh karena denim tersebut menjadi hancur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ide ini datang dari seorang eksekutif periklanan Tokyo yang ingin memberikan sesuatu untuk kebun binatang tempat ia menghabiskan waktu masa kanak-kanaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua pasang jeans robek oleh singa dan harimau serta versi-hancur sedang dilelang di internet dengan hasil yang akan disumbangkan ke kebun binatang dan kelompok konservasi WWF.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Senin (14\/7) penawaran denim yang robek oleh harimau telah melonjak menjadi 121.000 \u00a5.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Denim itu akan dipamerkan di Kamine Zoo-bersama dengan denim versi beruang-ganas hingga minggu depan.<\/p>\n<p><em>uthe\/Journalist\/VMN\/BL<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n<p>Image : Zoo Jeans<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; News)\u00a0Sebuah kebun binatang di Ibaraki Prefektur menyelenggarakan sebuah aksi catwalk yang bersifat \u201cwild\u201d oleh karena menampilkan aksi dari beberapa \u201cpenghuninya\u201d yang dengan sengit merobek dan mencakar bahan denim\/jins untuk memperlihatkan sisi lain dari sebuah dunia fashion. Fashion di Kamine telah meluncurkan &#8220;Zoo Jeans&#8221;, yang ditata oleh taring dan cakar singa, harimau dan beruang. Petugas kebun binatang mengatakan semua material dipersiapkan dengan baik dengan pertimbangan yang matang. &#8220;Kami membungkus ban dengan beberapa potong denim di sekitarnya juga pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":43008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1049],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43004"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43004"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43033,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43004\/revisions\/43033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}