{"id":42552,"date":"2014-07-14T10:10:05","date_gmt":"2014-07-14T03:10:05","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=42552"},"modified":"2014-07-14T17:10:23","modified_gmt":"2014-07-14T10:10:23","slug":"maju-saja-tidak-berpaling-ke-belakang-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/07\/14\/maju-saja-tidak-berpaling-ke-belakang-2\/","title":{"rendered":"Maju Saja, Tidak Berpaling ke Belakang"},"content":{"rendered":"<p>Apa rasanya tidak dapat melihat?<br \/>\nKututup mata kananku, hmmm aku tidak dapat melirik siapa yang melintas di sebelah kananku.<br \/>\nKututup mata kiriku juga &#8230; I&#8217;ll be on trouble then<br \/>\nTidak dapat melakukan apa pun.<br \/>\nTidak tahu mau berjalan ke mana<br \/>\nTidak tahu ada siapa<br \/>\nTidak tahu apa-apa<br \/>\nSik bisik bisik demikian kudengar orang melintas di belakangku sambil berbisik lalu tertawa.<br \/>\nNtah apa yang mereka bisikan, namun terlintas di pikiranku, bisa saja mereka membicarakanku karena ulahku yang menutup kedua mataku.<\/p>\n<p>Hmmmm tidak enak<\/p>\n<p>Apa rasanya tuna netra yang sering kali melintas di depan rumahku lengkap dengan tongkat dan kalengnya?<br \/>\nKleng&#8230;kleng&#8230;kleng<br \/>\nSemua akan menyadari kehadirannya<br \/>\nKleng&#8230;kleng&#8230;kleng<br \/>\nBeberapa pasang mata pun menatap kepadanya?<\/p>\n<p>Lalu, apakah tatapan mata itu menghentikan langkahnya?<br \/>\nMana ia perduli.<br \/>\nTerus, orang yang berhenti sejenak karena suara kalengnya?<br \/>\nLagi-lagi ia tidak perduli<\/p>\n<p>Malahan ia berharap sebanyak-banyaknya orang mendengar suara kalengnya, sambil berharap ada yang memanggilnya karena membutuhkan jasa pijatnya.<\/p>\n<p>Gelap, hanya mengenal warna hitam<br \/>\nKelam, tidak ada cahaya yang menjelang<\/p>\n<p>Katanya, ia membesarkan anaknya tanpa pernah tahu wajah anaknya<br \/>\nKatanya, ia memasak untuk seisi rumahnya tanpa pernah tahu bentuk sajiannya.<br \/>\nHebat ckckck luar biasa<\/p>\n<p>Kleng&#8230;kleng&#8230;kleng dia tidak perduli pada semua mata yang menatap iba padanya. Dia tetap berjalan maju tanpa pernah memandang ke belakang.<\/p>\n<p>Kubuka kembali kedua mataku<br \/>\nSering kali aku berpikir, apa yang orang pikir tentang aku<br \/>\nSering kali aku menerka, apa yang orang terka tentang aku<br \/>\nHmmm menyusahkan diri sendiri<br \/>\nBelum tentu orang berpikir<br \/>\nBelum tentu orang menerka<br \/>\nMengapa memikirkan yang tidak pasti?<\/p>\n<p>Aku bangkit<br \/>\nAku berjalan, tidak ada suara kaleng<br \/>\nAku melangkah, tidak ada suara berbisik<\/p>\n<p>Lalu apa alasannya untuk berhenti dan memandang ke belakang?<br \/>\nApa alasannya berhenti dengan seribu pikiran seakan akan susah sekali memutuskan untuk maju.<\/p>\n<p>Hmmm tidak lagi mau menyusahkan diri dengan menerka apa yang orang pikirkan tentang aku.<br \/>\nMaju saja dan tidak akan memandang ke belakang<\/p>\n<p><em>Fanny Sue\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa rasanya tidak dapat melihat? Kututup mata kananku, hmmm aku tidak dapat melirik siapa yang melintas di sebelah kananku. Kututup mata kiriku juga &#8230; I&#8217;ll be on trouble then Tidak dapat melakukan apa pun. Tidak tahu mau berjalan ke mana Tidak tahu ada siapa Tidak tahu apa-apa Sik bisik bisik demikian kudengar orang melintas di belakangku sambil berbisik lalu tertawa. Ntah apa yang mereka bisikan, namun terlintas di pikiranku, bisa saja mereka membicarakanku karena ulahku yang menutup kedua mataku. Hmmmm [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1972,52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42552"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42552"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42552\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42560,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42552\/revisions\/42560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}