{"id":4210,"date":"2012-12-13T08:41:22","date_gmt":"2012-12-13T01:41:22","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4210"},"modified":"2014-03-08T11:04:11","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:11","slug":"gaya-kepemimpinan-leadership-style-bag-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/12\/13\/gaya-kepemimpinan-leadership-style-bag-1\/","title":{"rendered":"Gaya Kepemimpinan (Leadership Style) (bag.1)"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">Teori Dasar Gaya Kepemimpinan<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Leadership), Kepemimpinan adalah tentang kebutuhan Anda, dan tentang kebutuhan orang-orang serta organisasi yang Anda pimpin. Gaya kepemimpinan adalah cara dan pendekatan memberikan arahan, melaksanakan rencana, dan memotivasi orang.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Gaya kepemimpinan bukanlah suatu coba-coba melainkan merupakan penyesuaian dari situasi, orang-orang\u00a0 yang terlibat dan tantangan-tantangan khusus yang dihadapi organisasi.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Gaya kepemimpinan adalah cara dan pendekatan dimana pemimpin memberikan arahan, melaksanakan rencana, dan memotivasi orang. Pada artikel pertama ini akan dibahas mengenai teori dasar gaya kepemimpinan. Pada saat ini teori gaya kepemimpinan telah banyak berkembang dan bersifat dinamis karena memang dunia kepemimpinan memerlukan kreatifitas dalam menghadapi beragam karakter manusia dan kondisi lapangan. Gaya kepemimpinan dasar tetap merupakan inti dari semua gaya kepemimpinan yang ada.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Kurt Lewin (1939) memimpin sekelompok peneliti untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang berbeda. Penelitian awal telah sangat berpengaruh dan mendirikan tiga gaya kepemimpinan utama. Tiga gaya utama kepemimpinan ini adalah (US Army Handbook, 1973):<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">1. Otoriter atau otokratis<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">2. Partisipatif atau demokratis<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">3. Delegatif<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Walaupun para pemimpin yang baik menggunakan ketiga gaya, namun tetap ada salah satu dari gaya ini yang biasanya dominan, sedangkan kepemimpinan yang buruk menggunakan hanya satu gaya kepemimpinan<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">1.Gaya Kepemimpinan Otoriter (otokratis)<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Kalimat yang sering digunakan: \u201cSaya ingin kalian berdua. . .\u201d<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Gaya ini digunakan ketika para pemimpin memberitahu karyawan mereka apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka ingin capai, tanpa mendapatkan nasihat dari para pengikut mereka. Beberapa kondisi yang sesuai untuk menggunakannya adalah ketika Anda memiliki semua informasi untuk memecahkan masalah, Anda sedang kekurangan waktu, dan karyawan Anda termotivasi dengan baik.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Beberapa orang cenderung memiliki konotasi negatif terhadap kata otoriter dan membayangkan pemimpin yang berteriak memerintah bawahannya, menggunakan bahasa merendahkan, dan memimpin dengan ancaman dan menyalahgunakan kekuasaan mereka. Ini bukan gaya otoriter, melainkan adalah gaya kasar dan\u00a0 tidak profesional. Tidak ada satupun teori yang membenarkan kepemimpinan seperti ini. Orang yang kasar tidak pantas dijadikan pemimpin.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Gaya otoriter biasanya hanya digunakan pada kesempatan langka. Jika Anda memiliki waktu dan ingin memperoleh lebih banyak komitmen dan motivasi dari karyawan Anda, maka Anda harus menggunakan gaya partisipatif.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">2.Gaya Kepemimpinan Partisipatif (demokratis)<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Kalimat yang biasanya digunakan :\u00a0 \u201cMari kita bekerja sama untuk memecahkan masalah ini. . .\u201d<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Gaya ini melibatkan pemimpin dan satu atau lebih karyawan dalam proses pengambilan keputusan (menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya). Namun, pemimpin mempertahankan otoritas pengambilan keputusan akhir. Menggunakan gaya ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan merupakan tanda kekuatan yang karyawan Anda akan hargai.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Hal ini biasanya digunakan ketika Anda memiliki sebagian informasi, dan karyawan Anda memiliki informasi lainnya. Perhatikan bahwa seorang pemimpin tidak diharapkan untuk mengetahui segala sesuatu &#8211; ini adalah mengapa Anda mempekerjakan karyawan berpengetahuan dan terampil. Menggunakan gaya ini adalah saling menguntungkan &#8211; memungkinkan mereka untuk menjadi bagian dari tim dan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih baik.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">3.Gaya Kepemimpinan Delegatif (pemerintahan bebas)<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Kalimat yang sering digunakan adalah : \u201cKalian berdua mengurus masalah sementara saya pergi. . .\u201d<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam gaya ini, pemimpin memungkinkan karyawan untuk membuat keputusan. Namun, pemimpin masih bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat. Ini digunakan ketika karyawan mampu menganalisis situasi dan menentukan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya. Anda tidak bisa melakukan semuanya! Anda harus menetapkan prioritas dan mendelegasikan tugas-tugas tertentu.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Ini bukan gaya untuk menyalahkan orang lain ketika ada sesuatu yang salah, bukan &#8230; ini adalah gaya yang akan digunakan bila anda benar-benar percaya dan keyakinan pada orang-orang di bawah Anda. Jangan takut untuk menggunakannya, bagaimanapun, gunakan dengan bijak!<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Ini juga dikenal sebagai\u00a0laissez faire (atau lais \u00b7 ser faire),\u00a0yang merupakan non-interference dalam urusan orang lain. [Perancis: laissez, pl orang kedua. imperatif laisser, membiarkan, memungkinkan + faire, yang dapat dilakukan.]<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Seorang pemimpin yang baik menggunakan ketiga gaya, tergantung pada apa kekuatan yang terlibat antara pengikut, pemimpin, dan situasi. Beberapa contoh termasuk:<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Menggunakan gaya otoriter pada karyawan baru yang baru belajar pekerjaan. Pemimpin yang kompeten dan pelatih yang baik membuat karyawan termotivasi untuk belajar keterampilan baru. Situasi adalah lingkungan baru bagi karyawan.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Menggunakan gaya partisipatif dengan tim pekerja yang tahu pekerjaan mereka. Pemimpin tahu masalah, tetapi tidak memiliki semua informasi. Para karyawan tahu pekerjaan mereka dan ingin menjadi bagian dari tim.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Menggunakan gaya delegatif dengan pekerja yang tahu lebih banyak tentang pekerjaan daripada Anda. Anda tidak dapat melakukan segala sesuatu dan karyawan perlu mengambil bagian! Selain itu, hal ini memungkinkan Anda untuk pergi meninggalkan pekerjaan Anda untuk melakukan hal-hal lainnya.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Menggunakan ketiga gaya kepemimpinan misalnya : menceritakan pada karyawan Anda bagaimanakah prosedur yang tidak bekerja dengan benar dan prosedur yang baru (otoriter). Meminta ide-ide mereka dan masukan tentang cara membuat prosedur baru (partisipatif). Mendelegasikan tugas-tugas dalam rangka untuk melaksanakan prosedur baru (delegatif).<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Faktor yang\u00a0 mempengaruhi gaya apakah\u00a0 yang akan digunakan meliputi:<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Berapa banyak waktu yang tersedia.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Apakah hubungan dengan karyawan berdasarkan rasa hormat dan kepercayaan atau tidak hormat?<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Siapa yang memiliki informasi &#8211; Anda, karyawan Anda, atau keduanya?<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Seberapa baik karyawan Anda dilatih dan seberapa baik Anda tahu tugas.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Konflik internal<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Tingkat stres<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">Jenis tugas: apakah terstruktur, tidak terstruktur, rumit, atau sederhana?<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHukum atau prosedur yang ada di dalam perusahaan.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Teori dasar gaya kepemimpinan ini\u00a0 harus diketahui oleh semua pemimpin karena memang semua berakar dan mendasar dari ketiga gaya ini. Gaya mana yang Anda akan terapkan dalam memimpin dapat merupakan variasi dari cara-cara di atas dan semua cara memiliki waktu tersendiri untuk dapat diterapkan secara tepat.<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8230;. bersambung ke Gaya Kepemimpinan (Bag. 2) : Teori Gaya Kepemimpinan Masa Kini<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">(Dr. Vera Herlina\/HG\/TML)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori Dasar Gaya Kepemimpinan (The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Leadership), Kepemimpinan adalah tentang kebutuhan Anda, dan tentang kebutuhan orang-orang serta organisasi yang Anda pimpin. Gaya kepemimpinan adalah cara dan pendekatan memberikan arahan, melaksanakan rencana, dan memotivasi orang. Gaya kepemimpinan bukanlah suatu coba-coba melainkan merupakan penyesuaian dari situasi, orang-orang\u00a0 yang terlibat dan tantangan-tantangan khusus yang dihadapi organisasi. Gaya kepemimpinan adalah cara dan pendekatan dimana pemimpin memberikan arahan, melaksanakan rencana, dan memotivasi orang. Pada artikel pertama ini akan dibahas mengenai teori dasar gaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4224,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27509,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210\/revisions\/27509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}