{"id":4101,"date":"2012-12-18T03:48:25","date_gmt":"2012-12-17T20:48:25","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=4101"},"modified":"2014-03-08T11:04:10","modified_gmt":"2014-03-08T04:04:10","slug":"the-most-successful-of-marketing-campaign-of-all-time","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2012\/12\/18\/the-most-successful-of-marketing-campaign-of-all-time\/","title":{"rendered":"The Most Successful of Marketing Campaign of All Time"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Kampanye pemasaran yang sukses sanggup meninggalkan legalitas\u00a0 dan mencetak sebuah merek produk di hati dan pikiran konsumen. Disini akan dibahas tentang berbagai hal penting\u00a0 dari sebuah kampanye pemasaran yang sukses<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencapai kesuksesan dalam kampanye pemasaran maka diperlukan strategi pemasaran yang jenius dari\u00a0 ahli periklanan.\u00a0 Selanjutnya\u00a0 perlu untuk merancang sebuah\u00a0 kampanye pemasaran untuk membangun identitas produk dan akhirnya membuat sebuah\u00a0 merek.\u00a0 Untuk mengubah produk menjadi merek, maka peran dari kampanye pemasaran yang sukses adalah sangat penting. Seperti\u00a0 ikon Apple melakukan kampanye periklanannya\u00a0 &#8220;Get a Mac&#8221;\u00a0 atau peluncuran iPhone,\u00a0 ini merupakan salah satu kampanye pemasaran yang paling sukses yang pernah ada.\u00a0 Juga sepatu\u00a0 Nike &#8220;Just Do&#8221; atau\u00a0 &#8220;Think Small &#8221; Volkswagen. Strategi pemasaran yang sukses membuat produk berdiri di kelas elit sebagai produk legendaris dan akan selalu\u00a0 diingat selama beberapa dekade. Untuk memperoleh kampanye pemasaran yang sukses, tim pemasaran harus ber fokus pada beberapa parameter penting<\/p>\n<p><strong>Unsur-unsur Sukses dari\u00a0 Marketing Campaign<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah pemasaran merupakan fakta penting yang harus disadari oleh setiap perusahaan. Jika\u00a0 setiap perusahaan yang saat ini terdapat persaingan yang sangat kompetitif\u00a0 menyadari\u00a0 tentang hal itu maka\u00a0 kompetisi yang ada akan menjadi semakin\u00a0 intens dan menantang. Kampanye pemasaran yang sukses dan teknik pemasaran yang sukses membuat perbedaan bagi setiap perusahaan. Unsur-unsur utama dari kampanye pemasaran yang sukses adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>1. Hit the Bull&#8217;s Eye<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri dari setiap kampanye pemasaran yang sukses adalah untuk menciptakan ceruk pasar,\u00a0 target audience\u00a0 yang harus dicapai melalui marketing tools\u00a0 yang efektif.<br \/>\nDalam\u00a0 kampanye Anda, Anda harus sudah dapat\u00a0 memastikan bahwa Anda bisa mempengaruhi para pelanggan Anda dari target audience yang ada. Juga\u00a0 Anda sudah melakukan riset pasar yang luas. Jangan sampai\u00a0 Anda mengabaikan parameter penting ini\u00a0 supaya\u00a0 peluncurkan \/ launching\u00a0 produk Anda berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui riset pemasaran, tim pemasaran mengumpulkan data, memahami psikologi dan keinginan\u00a0 konsumen yang merupakan bagian yang\u00a0 terpenting untuk meraih omzet yang besar. Penting untuk memiliki\u00a0 penelitian \/ riset\u00a0 pemasaran\u00a0 sehingga dapat membentuk dasar dari kampanye pemasaran .\u00a0 Selain itu riset pemasaran juga membantu perusahaan untuk memaksimalkan penjualan,\u00a0 mencetak\u00a0 keuntungan dan berkembang di pasar.<\/p>\n<p><strong>2. Divide and Conquer<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan Anda harus memperhatikan pola sosial, ekonomi dan geografis suatu daerah karena hal itu akan berdampak signifikan pada\u00a0 kemampuan konsumen membeli sebuah produk. Pemasaran pada saat ini memiliki\u00a0 spektrum yang luas dan homogen. Hanya memiliki\u00a0 satu strategi tidak akan berhasil\u00a0 untuk tingkat pendapatan keluarga bervariasi, usia, jenis kelamin dan gaya hidup. Di sinilah pentingnya\u00a0 strategi\u00a0 bauran pemasaran yang harus Anda gunakan. Empat P dari\u00a0 pemasaran. Product, Price, Place and Promotion,\u00a0 Produk, Harga, Tempat dan Promosi membentuk empat dimensi strategi bauran pemasaran.<\/p>\n<p><strong>3. Right Timing is Critical<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki pasar pada waktu yang tepat dan dengan strategi yang terencana dengan baik sangat penting. Hal ini membuat\u00a0 Anda wajib untuk memiliki rencana pemasaran yang terdokumentasi dengan baik setiap kali\u00a0 Anda akan memasuki pasar. Peluncuran produk Anda harus dengan\u00a0 gaya yang\u00a0 menarik perhatian konsumen. Semakin kreatif Anda dalam menggunakan metode promosi pemasaran, semakin lebih lagi\u00a0 Anda memiliki peluang untuk sukses.\u00a0 Selain itu Anda harus memiliki\u00a0 inovasi-inovasi dan ide-ide promosi pemasaran Anda. Hal ini\u00a0 akan membantu Anda untuk memenuhi tujuan Anda untuk membuat pelanggan Anda mengetahui tentang produk Anda dan kualitas produk Anda<\/p>\n<p><strong>The\u00a0 Most Successful\u00a0 Marketing Campaigns\u00a0 and How They Came to Be<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari\u00a0 semua marketing campaign\u00a0 adalah\u00a0 menjual produk dan membuat iklan mereka\u00a0 melekat\u00a0 di dalam pikiran konsumen.\u00a0 Berikut adalah beberapa contoh\u00a0 marketing campaign yang berhasil<\/p>\n<p><strong>1. Clairol &#8220;Does She, or Doesn&#8217;t She&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Shirley Polykoff,\u00a0 merupakan bintang iklan Clairol yang\u00a0 legendaris. Dia memposisikan dirinya dari\u00a0 awal sebagai dinamo dalam sale dan iklan product Clairol<br \/>\nWalau pada awal kampanyenya\u00a0 dia\u00a0 ditolak oleh majalah Life\u00a0 karena dianggap &#8220;terlalu sugestif.&#8221; Tetapi dia dapat mengubahnya dan membuat image seorang gadis manis adalah yang memiliki rambut berwarna<br \/>\nSebagai hasil dari kampanye ini,\u00a0 maka\u00a0 hair coloring\u00a0\u00a0 \/\u00a0 pewarna rambut Clairol meledak dipasaran secara luarbiasa\u00a0 di era\u00a0 tahun &#8217;50-an. Pendapatan perusahaan\u00a0 meledak hingga\u00a0 800 persen, dari $ 25 juta per tahun menjadi\u00a0 $ 200 juta.\u00a0 Clairol\u00a0 sanggup mendominasi pasar pewarnaan rambut, bahkan sampai saat ini.<\/p>\n<p><strong>2. Nike\u00a0 &#8220;Just Do It&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wieden &amp; Kennedy<br \/>\nDiakhir tahun 1970 dan awal 1980,\u00a0\u00a0 pakaian olahraga Reebok dijual jauh lebih baik dan memiliki pangsa pasar\u00a0 yang sangat baik.\u00a0 Samua ini karena adanya\u00a0 ledakan\u00a0 antusiasme di dunia aerobic, diantara kaum hawa.\u00a0 Pada waktu itu Nike\u00a0 dikenal sebagai\u00a0\u00a0 sepatu pelari maraton .<br \/>\nDi akhir tahun &#8217;80-an, mereka mulai dapat mengatasi setiap faktor demografis. Nike\u00a0 melakukan kampanye pemasaran\u00a0 mereka\u00a0 dengan slogan &#8220;Just Do It&#8221;<br \/>\nKampanye ini diciptakan pada pertemuan eksekutif antara WK dan Nike. Slogan\u00a0 ini mencerminkan budaya perusahaan dan adanya pendekatan iklan kepada konsumen<br \/>\nDan, mereka behasil\u00a0 membuat\u00a0\u00a0 kampanye periklanan\u00a0 mereka\u00a0 secara cerdas, humoris dan menarik\/ keren.\u00a0 Nike\u00a0 memproduksi\u00a0 pakaian olahraga keren untuk dipakai setiap saat, baik sedang aktif berolah raga maupun sedang tidak sedang aktif. Di era\u00a0 90-an, Nike meraih penjualan yang meledak di mana penjualannya\u00a0 melonjak dari 18% menjadi 43%, dari $ 800 juta per tahun pada tahun 1988\u00a0 menjadi\u00a0 $ 9,2 bilion pada tahun 1998.\u00a0 Jika Anda ingin terlihat menarik \/ keren, maka slogan Nike adalah &#8221; Just Do It &#8220;<\/p>\n<p><strong>3. Coca-Cola &#8220;The Pause That Refreshes&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">D&#8217;Arcy Co<br \/>\nSeperti kampanye-kampanye\u00a0\u00a0 hebat lainnya, maka kampanye Coca Cola\u00a0 dimulai dengan suatu masalah. Coca-Cola tidak memiliki masalah dalam\u00a0 menjual produknya\u00a0 selama\u00a0 musim panas. Masalahnya adalah\u00a0 di musim dingin, ketika\u00a0 hampir dikatakan tidak ada penjualan yang dihasilkan<br \/>\nDalam upaya untuk mengatasi\u00a0\u00a0 penjualan musiman mereka, mereka berpaling ke\u00a0 D&#8217;Arcy Co untuk berkampanye. &#8221; Thirst Knows No Season &#8221; ketika pertama kalinya\u00a0 mereka luncurkan dalam\u00a0 marketing campaign, maka mendapatka sambutan yang\u00a0 sangat baik. Sehingga Coca Cola\u00a0 benar-benar mulai berhasil\u00a0 menjual Coke lebih banyak selama musim dingin daripada\u00a0 pada musim panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi waktu berlalu, dan seperti semua perusahaan ingin meningkatkan keuntungan yang lebih lagi, demikian juga dengan Coca Cola. Coca Cola\u00a0 mentargetkan\u00a0\u00a0 untuk menempatkan produk Coca-Cola ke tangan konsumen\u00a0 setiap harinya.\u00a0 Semakin banyak mereka mengobservasi, semakin mereka menyadari bahwa orang perlu istirahat\u00a0 dalam kesibukan\u00a0 mereka sehari-hari. Dan Coke\u00a0 harus ada di tangan konsumen selama waktu istirahat \/ samtai\u00a0 mereka.<br \/>\nMelalui marketing campaigns yang dilakukan maka\u00a0 Coca Cola sanggup mencetak sejarah dunia industri minuman dimana seperti motonya &#8221; Always Coca Cola &#8221; demikianlah Coca Cola menempatkan produknya sebagai minuman yang selalu ada di tangan konsumen di waktu istiahat \/ santai mereka,\u00a0 &#8220;The Pause That Refreshes&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Volkswagen &#8220;Think Small&#8221;<\/strong><br \/>\n<strong>\u00a0<\/strong><br \/>\n&#8220;Think Small&#8221; merupakan kampanye iklan VW yang paling legendaris di sepanjang masa. Sejak saat itu sampai sekarang, setiap perusahaan\u00a0 mengukur keberhasilan kampanye iklan mereka terhadap kampanye Think Small. Volkswagen memiliki\u00a0 banyak kesuksesan\u00a0 dengan VW Beetle di pasaran Eropa. Dan VW berusaha masuk ke pasaran Amerika dimana Kendaraan yang lebih besar jauh lebih populer di AS. Belum lagi VW diproduksi dari mobil-mobil Jerman yang dipakai oleh\u00a0 Nazi pada saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim promosi dari VW\u00a0 harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk memenangkan konsumen yang lesu. Kampanye pada saat itu sangat\u00a0 ketat. Sehingga Iklan VW yang bertujuan untuk menjual dibuat informatif\u00a0 dan\u00a0 fantastis . VW bukanlah\u00a0 produsen mobil papan atas saat\u00a0\u00a0 ini, dan memang\u00a0 tidak pernah benar-benar berada di papan atas. Namun, dampak dari kampanye iklannya sanggup merevolusi dunia periklanan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kampanye pemasaran yang sukses adalah hasil dari rencana pemasaran yang sangat baik dan kaya akan kreativitas. Catchy phrases\u00a0 dan slogan memberikan image bagi\u00a0 produk Anda. Jingle yang menarik akan\u00a0 menjadi populer di kalangan masyarakat. Kampanye pemasaran yang sukses memberikan identitas untuk produk Anda dan membantu Anda untuk meraih keuntungan. Dengan perencanaan pemasaran\u00a0\u00a0 dan pelaksanaan yang tepat, maka\u00a0 kampanye pemasaran yang sukses akan berhasil Anda capai.\u00a0 Dan setiap tim pemasaran memobilisasi daya upaya mereka untuk untuk menghasilkan kesuksesan dalam kampanye pemasaran Anda<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Debbie Kusuma\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing) &#8211; Kampanye pemasaran yang sukses sanggup meninggalkan legalitas\u00a0 dan mencetak sebuah merek produk di hati dan pikiran konsumen. Disini akan dibahas tentang berbagai hal penting\u00a0 dari sebuah kampanye pemasaran yang sukses Untuk mencapai kesuksesan dalam kampanye pemasaran maka diperlukan strategi pemasaran yang jenius dari\u00a0 ahli periklanan.\u00a0 Selanjutnya\u00a0 perlu untuk merancang sebuah\u00a0 kampanye pemasaran untuk membangun identitas produk dan akhirnya membuat sebuah\u00a0 merek.\u00a0 Untuk mengubah produk menjadi merek, maka peran dari kampanye pemasaran yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27500,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4101\/revisions\/27500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}