{"id":37351,"date":"2014-06-17T17:46:41","date_gmt":"2014-06-17T10:46:41","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=37351"},"modified":"2014-08-06T19:39:13","modified_gmt":"2014-08-06T12:39:13","slug":"perilaku-modelling-the-way-sangat-diperlukan-dalam-membangun-budaya-pelayanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/06\/17\/perilaku-modelling-the-way-sangat-diperlukan-dalam-membangun-budaya-pelayanan\/","title":{"rendered":"Perilaku Modelling the Way, Membangun Budaya Pelayanan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Infog-41.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-37352 aligncenter\" alt=\"Infog-41\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Infog-41.jpg\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Infog-41.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Infog-41-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Present Your Service)\u00a0Seringkali kita mendapati seorang dokter yang lahir dari keluarga dokter juga, entah ayah atau ibunya atau bahkan keduanya adalah dokter. Demikian juga halnya dengan guru, pengusaha atau olahragawan dan berbagai profesi yang lain. Mengapa? Faktor yang paling utama sebelum si anak dapat menentukan pilihannya sendiri adalah bagaimana ia melihat dan mengamati apa yang orang tuanya kerjakan setiap hari selain dapat juga terkait dengan arahan dari orang tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia memiliki kecenderungan untuk meniru orang lain. \u00a0Jadi memberi contoh adalah hal yang sangat efektif untuk mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Seperti sebuah kata bijak yang cukup terkenal <i>\u201cThe three most important ways to lead people are:\u2026 by example\u2026 by example\u2026 by example<\/i>.\u201d ~ Albert Schweitzer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Memimpin dengan memberi contoh<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Modelling the Way<\/i> adalah salah satu <i>leadership habit<\/i> dimana perilaku kepemimpinan menunjukkan bahwa pemimpin melakukan apa yang dia harapkan dari para pengikutnya untuk dapat dilakukan. Jika Anda mengharapkan orang untuk berbicara hormat satu sama lain, berbicaralah hormat kepada mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini memberikan pengertian bahwa seorang pimpinan haruslah berperan sebagai panutan atau teladan dalam berperilaku yang baik. Dalam kaitannya dengan service atau pelayanan prima maka pimpinan perlu memberikan contoh nyata\/langsung mengenai kebiasaan-kebiasaan \u00a0dan nilai-nilai \u00a0perusahaan yang diharapkan dapat membentuk budaya pelayanan <i>(<\/i><i>s<\/i><i>ervice c<\/i><i>ulture<\/i>) di tempat dia bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh dalam sebuah industri perbankan, para <i>frontliners<\/i> sangat diharapkan untuk berpenampilan dan berperilaku professional terhadap nasabah. Dengan demikian Pimpinan Cabang juga harus mencontohkan berpenampilan dan berperilaku professional terhadap nasabah.\u00a0Contoh lainnya, <i>frontliners<\/i> diharuskan untuk datang tepat waktu, maka Pimpinan Cabang perlu mencontohkan dengan selalu datang tepat waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis memiliki pengalaman sederhana tapi menarik dalam hal pimpinan harus menjadi contoh yang baik dalam melayani nasabah. Dalam kesempatan melakukan <i>mystery shopping<\/i> (survei dengan berperan sebagai calon nasabah untuk mengetahui kualitas pelayanan di kantor cabang), penulis \u00a0menemukan petugas beberapa <i>security<\/i> yang agak arogan terhadap nasabah. Mereka berdiri di dekat pintu masuk <i>banking hall<\/i>. Mereka menyapa nasabah dengan tatapan mata dan perilaku yang seolah-olah menunjukkan bahwa mereka adalah penguasa di area tersebut, sehingga nasabah menjadi merasa kurang nyaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan berbeda penulis berkenalan dengan Pimpinan Cabang dari bank tersebut. Tanpa mengamati lebih lama, penulis merasakan \u201csifat kearoganan\u201d si Pimpinan Cabang. Serta merta penulis teringat dengan perilaku <i>security<\/i> di <i>banking hall<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Bagaimana supaya menjadi panutan dalam pelayanan?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">1. Memiliki <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">service mindset<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> yang kuat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa memiliki hal ini maka pemimpin akan sulit untuk berlaku konsisten terhadap sikap-sikap pelayanan prima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Menjadi <i>service leader<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memposisikan dirinya sebagai <i>service leader<\/i> atau <i>service champion<\/i> pada setiap kesempatan yang ada akan membuat banyak orang mengenalinya sebagai orang yang peduli dalah hal pelayanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. \u201cWalk the talk\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Walk the Talk <\/i>atau melakukan apa yang dia katakan setiap saat akan membuat orang lain melihat orang tersebut sebagai pemimpin yang tidak \u201comdo\u201d (omong doing) dan secara otomatis menimbulkan kewibawaan terhadap si pemimpin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4.\u00a0Menjadi pelaku service<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan sikap pelayanan yang baik dan perilaku service setiap hari akan menunjukkan kita sebagai pelaku service. Hal ini akan mempengaruhi orang lain dengan mudah untuk mengikuti apa yang dia lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>5. Monitoring <\/i>dan <i>Coaching<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><\/i>Rajin melakukan <i>monitoring<\/i> dan <i>coaching<\/i> atas pelaksanaan pelayanan sehari-hari sehingga pelayanan menjadi budaya yang kuat. Hal ini dimulai dari area yang dipimpin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">John C. Maxwell memberikan sebuah tips yang bagus untuk melakukan lebih dulu apa yang kita ingin orang lain lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cNothing speaks like results. If you want to build the kind of credibility that connects with people, then deliver results before you deliver a message. Get out and do what you advise others to do. Communicate from experience.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Emy Trimahanani\/Managing Partner Soft Skill Development\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor : Ruth Berliana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Present Your Service)\u00a0Seringkali kita mendapati seorang dokter yang lahir dari keluarga dokter juga, entah ayah atau ibunya atau bahkan keduanya adalah dokter. Demikian juga halnya dengan guru, pengusaha atau olahragawan dan berbagai profesi yang lain. Mengapa? Faktor yang paling utama sebelum si anak dapat menentukan pilihannya sendiri adalah bagaimana ia melihat dan mengamati apa yang orang tuanya kerjakan setiap hari selain dapat juga terkait dengan arahan dari orang tua. Manusia memiliki kecenderungan untuk meniru orang lain. \u00a0Jadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":37353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1051,18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37351"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37351"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39401,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37351\/revisions\/39401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}