{"id":3655,"date":"2013-03-06T03:00:24","date_gmt":"2013-03-05T20:00:24","guid":{"rendered":"http:\/\/themanagerslounge.com\/?p=3655"},"modified":"2020-02-17T14:05:59","modified_gmt":"2020-02-17T07:05:59","slug":"kinerja-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/03\/06\/kinerja-karyawan\/","title":{"rendered":"Kinerja Karyawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Managementfile \u2013 HR) &#8211; Kinerja karyawan merupakan gabungan dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat diukur dari akibat yang dihasilkan, oleh karena itu kinerja bukan hanya menyangkut karakteristik pribadi yang ditunjukkan oleh seseorang melainkan hasil kerja yang telah dan akan dilakukan oleh seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201ckinerja didefinisikan sebagai perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi \u201c(Vande Walle, dkk, 2005: 842).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Penilaian Kinerja Karyawan<\/b><br \/>\nUntuk menghindari subyektifitas penilaian terhadap seorang karyawan, diperlukan pengukuran kinerja secara formal dengan format atau acuan yang transparan yang diketahui oleh karyawan secara keseluruhan. Sehingga seseorang dapat merencanakan keberhasilan karirnya dengan mengacu pada sistem penilaian kinerja yang diterapkan.<br \/>\nPenerapan pengukuran kinerja dalam suatu perusahaan kadang masih menghadapi beberapa kendala seperti:<br \/>\n\uf097 Penilaian kinerja seringkali masih menjadi masalah bagi bagi pengusaha karena keterbatan informasi atau edukasi seputar kinerja karyawan.<br \/>\n\uf097 Kinerja yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis pada karyawan setelah memasuki masa orientasi atau pendidikan non formal lainnya.<br \/>\n\uf097 Menggunakan sistem managemen kinerja (performance management system) yang terdiri dari : proses-proses untuk mengindentifikasi, mendorong, mengukur, mengevaluasi, meningkatkan dan memberi penghargaan terhadap kinerja karyawan.<\/p>\n<p><b>Hal-Hal Eksternal Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan<\/b><\/p>\n<p>1. Gaya kepemimpinan<br \/>\n2. Ketergantungan<br \/>\n3. Hubungan atasan-bawahan<br \/>\n4. Kultur yang terbangun<br \/>\n5. Kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki<br \/>\n6. Sistem penilaian kerja yang diberlakukan<\/p>\n<p><b>Pola Kepemimpinan Untuk Meningkatkan Kinerja<\/b><\/p>\n<p>\uf097 <strong>Penyelesaian Tugas (Task Oriented) :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada golongan pemimpin ini, aspek-aspek individual karyawan kurang mendapat perhatian. Pola ini menekankan, apapun yang dilakukan karyawan dan bagaimanapun kondisi yang terjadi pada karyawan tidak menjadi masalah. Asalkan tugas-tugas dapat diselesaikan.<\/p>\n<p>\uf097 <strong>Berorientasi pada manusia (Human Oriented) :<\/strong><\/p>\n<p>Pemimpin memusatkan perhatiannya pada kegiatan dan masalah kemanusiaan yang dihadapi, baik bagi dirinya maupun bagi karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Standar kinerja \u00e0 penting untuk menetapkan standar-standar sebelum pekerjaan itu tampil sehingga semua yang terlibat akan memahami tingkat kinerja yang diharapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaannya ketika dibandingkan dengan standar yang ada dan kemudian di komunikasikan kepada karyawan.<\/p>\n<p>Karyawan sudah bekerja 5 tahun tingkat pendidikan minimal D3 keatas,<br \/>\ntetapi masih terjadi penyimpangan?&#8230;<\/p>\n<p><b>Ada apa dengan kinerja karyawan ?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi ideal dari pelaksanaan tugas karyawan dalam unit kerja adalah fungsi pelayanan Orientasi manajemen harus berfokus pada pelanggan. Maka arah pelaksanaan tugas karyawan adalah memberikan pelayanan pada pelanggan, baik internal maupun exsternal.<br \/>\nEnter-point \u00e0 Harus fokus pada peningkatan kinerja karyawan, karena tidak mungkin terjadi \u201cfokus pada pelanggan\u201d tanpa didahului oleh \u201cfokus pada karyawan.\u201d<\/p>\n<p><b>Awalnya, adalah Motivasi Kerja<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\uf097 Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja individual karyawan.<br \/>\n\uf097 Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan.<br \/>\n\uf097 Bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif.<br \/>\n\uf097 Adalah menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moril yang tinggi serta ulet dalam . Apa sebenarnya yang dibutuhkan karyawan?<\/p>\n<p>MS\/EM\/mgf<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang bisa kita ambil manfaatnya?<br \/>\n\uf097 Menurut teori Maslow \u00e0 kompensasi dalam bentuk sentuhan emosional merupakan level yang lebih tinggi, dibandingkan kebutuhan fisik\/dasar.<br \/>\n\uf097 Level tertinggi yaitu Self-actualization Needs (kebutuhan aktualisasi diri) membuktikan bahwa karyawan lebih senang apabila diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan diakui oleh perusahaan.<br \/>\nBATASAN KINERJA<br \/>\n\u201cKinerja karyawan menunjuk pada kemampuan karyawan dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya\u201d<\/p>\n<p><strong>UNSUR DALAM KINERJA KARYAWAN<\/strong><br \/>\n\uf097 Tingkat efektivitas<br \/>\n\uf097 Efisiensi<br \/>\n\uf097 Keamanan<br \/>\n\uf097 Kepuasan pelanggan\/pihak yang dilayani<\/p>\n<p><strong>HAMBATAN DALAM KINERJA KARYAWAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disebut sebagai resistance to change atau penolakan terhadap perubahan yang merupakan suatu sikap yang muncul dalam proses perubahan organisasi baik berasal dari individu maupun kelompok yang menentang atau menolak perubahan.<\/p>\n<p>SEPERTI :<br \/>\n1. Hilangnya kesetiaan<br \/>\n2. Hilangnya motivasi kerja<br \/>\n3. Timbul banyak kesalahan<br \/>\n4. Bekerja lambat<br \/>\n5. Banyak absensi<br \/>\n6. Menyatakan ketidaksetujuan, protes, atau lebih keras lagi dalam bentuk demonstrasi<\/p>\n<p><strong>PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN, GAYA MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN TIM TERHADAP KINERJA KARYAWAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\uf097 Kinerja Perusahaan merupakan sinergi kinerja seluruh karyawan dan seluruh tim\/unit-unit usahanya.<br \/>\n\uf097 Kinerja karyawan merupakan hasil karya seseorang sehubungan dengan posisinya dalam organisasi.<br \/>\n\uf097 Kerja manusia\/karyawan meliputi kerja fisik dan kerja pikir (daya kreativitas)<br \/>\n\uf097 Kinerja karyawan merupakan unsur penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.<\/p>\n<p>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN<\/p>\n<p>\uf097 Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan karyawan<br \/>\n\uf097 Pembinaan kelompok &amp; tim kerja yang kompak<br \/>\n\uf097 Gaya Manajemen Partisipatif<br \/>\n\uf097 Budaya Perusahaan<br \/>\n\uf097 Pendapatan gaji yang memadai<\/p>\n<p><strong>HASIL PENELITIAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\uf097 Budaya perusahaan mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan gaya managemen.<br \/>\n\uf097 Budaya perusahaan mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan pengembangan tim<br \/>\n\uf097 Gaya manajemen mempunyai hubungan yang positif dengan pengembangan tim<br \/>\n\uf097 Budaya perusahaan mempunyai hubungan positif dengan kinerja karyawan<br \/>\n\uf097 Pengembangan tim mempunyai hubungan positif dengan kinerja karyawan<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\uf097 Pola perilaku karyawan sesuai budaya perusahaan karena budaya perusahaan merupakan pedoman sikap dan perilaku karyawan bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan.<br \/>\n\uf097 Perilaku karyawan sesuai dengan gaya managemen karena dipahami gaya managemen yang efektif menciptakan suasana kerja yang nyaman (kondusif) sehingga karyawan berpartisipasi dalam seluruh proses pencapaian tujuan perusahaan.<br \/>\n\uf097 Perilaku karyawan sesuai dengan pengembangan tim agar dapat menghasilkan kualitas dan kualitas kerja sesuai target<\/p>\n<p>(Michael Judah\/EM\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Managementfile \u2013 HR) &#8211; Kinerja karyawan merupakan gabungan dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat diukur dari akibat yang dihasilkan, oleh karena itu kinerja bukan hanya menyangkut karakteristik pribadi yang ditunjukkan oleh seseorang melainkan hasil kerja yang telah dan akan dilakukan oleh seseorang. \u201ckinerja didefinisikan sebagai perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi \u201c(Vande Walle, dkk, 2005: 842). Penilaian Kinerja Karyawan Untuk menghindari subyektifitas penilaian terhadap seorang karyawan, diperlukan pengukuran kinerja secara formal dengan format atau acuan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":160821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3655"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3655"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172931,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3655\/revisions\/172931"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}