{"id":35870,"date":"2014-06-01T06:41:50","date_gmt":"2014-05-31T23:41:50","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=35870"},"modified":"2014-06-01T06:42:14","modified_gmt":"2014-05-31T23:42:14","slug":"shangri-la-dialogue-jepang-tingkatkan-peran-dalam-keamanan-regional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/06\/01\/shangri-la-dialogue-jepang-tingkatkan-peran-dalam-keamanan-regional\/","title":{"rendered":"Shangri &#8211; La Dialogue: Jepang Tingkatkan Peran Dalam Keamanan Regional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">PM Jepang mengatakan negaranya akan memainkan peran lebih besar dalam keamanan regional dan mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam perselisihan teritorial dengan Cina. Shinzo, demikian Abe memberikan komentarnya di Shangri &#8211; La Dialogue di Singapura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KTT tiga hari ini melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara, dimana KTT ini terjadi di tengah ketegangan antara Cina, Vietnam dan Filipina .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pejabat Cina mengatakan Abe menggunakan &#8220;mitos&#8221; dari ancaman Cina untuk memperkuat kebijakan keamanan Jepang. Hubungan Jepang &#8211; Cina juga telah tegang atas pulau yang disengketakan di Laut Cina Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abe memberikan pidato utama di Shangri &#8211; La Dialogue, yang juga dikenal sebagai KTT Keamanan Asia, pada hari Jumat kemarin. Jepang, kata dia, akan memainkan &#8220;peran yang lebih proaktif daripada yang sekarang dalam membuat perdamaian di Asia dan dunia dengan melakukan sesuatu yang lebih pasti&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jepang akan menawarkan dukungan sepenuhnya untuk upaya negara-negara Asean [Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara] karena mereka bekerja untuk memastikan keamanan laut dan udara.&#8221; Abe menambahkan bahwa ia mendukung upaya Filipina dan Vietnam untuk menyelesaikan sengketa wilayah dengan China<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awal bulan ini, Perdana Menteri Jepang menyerukan interpretasi baru dari konstitusi negara, yang saat ini melarang &#8220;ancaman atau penggunaan kekuatan&#8221; untuk menyelesaikan sengketa internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cina, yang memiliki sebagian wilayahnya diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia Kedua, telah mengkritik langkah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari Jumat kemarin, Wakil Menteri Luar Negeri China Fu Ying, yang juga datang di Summit, mengatakan bahwa Abe &#8220;berusaha untuk mengubah kebijakan keamanan Jepang&#8221; dalam sebuah langkah yang &#8220;mengkhawatirkan bagi daerah. Abe telah memperburuk ketegangan regional dan &#8220;mitos&#8221; bahwa China &#8220;berpose ancaman bagi Jepang&#8221;, ia menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pengamat mengatakan bahwa meskipun beberapa anggota Asean akan enggan untuk memusuhi China karena hubungan ekonomi dan politik mereka, yang lain cenderung untuk menyambut peran yang meningkat dari Jepang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arum\/Journalist\/VM\/BL<br \/>\nEditor: Iin Caratri<br \/>\nImage: Antara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PM Jepang mengatakan negaranya akan memainkan peran lebih besar dalam keamanan regional dan mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam perselisihan teritorial dengan Cina. Shinzo, demikian Abe memberikan komentarnya di Shangri &#8211; La Dialogue di Singapura. KTT tiga hari ini melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara, dimana KTT ini terjadi di tengah ketegangan antara Cina, Vietnam dan Filipina . Para pejabat Cina mengatakan Abe menggunakan &#8220;mitos&#8221; dari ancaman Cina untuk memperkuat kebijakan keamanan Jepang. Hubungan Jepang &#8211; Cina juga telah tegang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35871,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1050],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35870"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35870"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35873,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35870\/revisions\/35873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}