{"id":35749,"date":"2014-05-29T07:36:47","date_gmt":"2014-05-29T00:36:47","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=35749"},"modified":"2014-05-29T07:37:17","modified_gmt":"2014-05-29T00:37:17","slug":"take-the-responsibilities","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2014\/05\/29\/take-the-responsibilities\/","title":{"rendered":"Take The Responsibilities!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-25.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35050\" alt=\"Infog-25\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-25.jpg\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-25.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Infog-25-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><br \/>\n(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Semua orang pada dasarnya memilih menjadi leader daripada follower. Tapi begitu berbicara mengenai tanggung jawab, mungkin sebagian orang akan mundur dan akhirnya tidak mau menjadi pemimpin. Mereka lebih suka mengekor, hidup tanpa resiko dan hanya menjalani instruksi saja. Tipikal orang seperti ini adalah mayoritas dalam populasi.\u00a0 Bagi seorang pengusaha, memiliki karyawan seperti ini plus minus. Di satu sisi turn over karyawan\u00a0 pastilah rendah namun juga sulit diberikan tantangan untuk berkembang.<br \/>\nSebenarnya anggapan menghindari tanggungjawab dengan menjadi follower adalah hal yang salah. Sebagai seorang pengikut, seseorang juga diberikan tanggungjawab\u00a0 dan haruslah dikerjakan. Ira Chaleff (2002) mengatakan bahwa seorang pengikut adalah seorang yang berpartner dengan\u00a0 pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi. Berarti tercapainya tujuan organisasi menjadi tanggungjawab bersama leader dan follower.<br \/>\nHal pertama dalam mengembangkan kepengikutan yang baik, yang mutlak harus dimiliki seorang follower adalah berani menerima tanggung jawab.\u00a0 Dalam hal ini artinya bertanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada organisasi.\u00a0 Pengikut yang seperti adalah orang yang berani bertindak karena memiliki pengertian tentang tanggungjawabnya dan mempunyai rasa memiliki terhadap organisasi. Karyawan atau pengikut\u00a0 yang tidak mau menerima tanggung jawab tentulah tidak akan dipekerjakan.<br \/>\nSekiranya seorang takut menerima tanggungjawab, maka pemimpin berkewajiban memotivasi, meng-encourage, bahwa sang follower bisa melakukan apa yang ia harus lakukan. Hidup\u00a0 adalah suatu pertumbuhan. Harvey A. Tilker, PhD dalam \u201cDevelopmental Psycology to day\u201d(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam \u201cDevelopmental Psycology\u201d (1980) menjelaskan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya, terus mengalami perkembangan secara psikologis. Kalaupun belum berani menerima tanggungjawab yang besar dapat dimulai dengan tanggungjawab yang kecil dan kemudian semakin besar dan semakin besar, hingga akhirnya follower dapat dipromosikan kepada level yang lebih tinggi dan tingkat responsibilitas yang juga lebih berat.<br \/>\nApabila seseorang terus menjadi follower\u00a0 seumur hidupnya dengan \u2018low responsibilities\u2019 maka ia tidak akan berkembang dan hal ini sebenarnya suatu gangguan perkembangan yang membuat seseorang tidak dapat mencapai potensi yang sebenarnya yang ia miliki. Seorang yang berkembang semakin dewasa akan menjadi seorang yang berorientasi pada tugas, bertanggung jawab, bekerja terencana sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Seorang yang puas hanya menjadi follower tidak memiliki cita-cita yang lebih tinggi dan disitulah ia berhenti dan tidak akan pernah maju lagi.<br \/>\nApakah posisi Anda seorang follower saat ini? Pacu diri Anda untuk lebih berani menerima tanggungjawab. Namun apabila Anda saat ini adalah seorang leader, adalah tugas Anda menjadikan para pengikut Anda orang-orang yang berani mengambil tanggungjawab!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">dr. Vera Herlina, SE, MM : Managing Partner Divisi Leadership, Entrepreneurship\u00a0 &amp; Strategic Management dari Vibiz Consulting<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Iin Caratri<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Semua orang pada dasarnya memilih menjadi leader daripada follower. Tapi begitu berbicara mengenai tanggung jawab, mungkin sebagian orang akan mundur dan akhirnya tidak mau menjadi pemimpin. Mereka lebih suka mengekor, hidup tanpa resiko dan hanya menjalani instruksi saja. Tipikal orang seperti ini adalah mayoritas dalam populasi.\u00a0 Bagi seorang pengusaha, memiliki karyawan seperti ini plus minus. Di satu sisi turn over karyawan\u00a0 pastilah rendah namun juga sulit diberikan tantangan untuk berkembang. Sebenarnya anggapan menghindari tanggungjawab dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15,1051],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35749"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35749"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35751,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35749\/revisions\/35751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}